Mungkin sebaiknya Gerakan Pramuka meninjau semua hal tentang penghargaan dan
syarat-syaratnya dan sebaiknya jenis penghargaan buat orang dewasa dan peserta
didik ditambah....
ada saran ngak kak
rimata66 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seragam itu namanya PDU. Ada SKnya cuma saya lupa No berapa.
Dibuat waktu ada PM Maaysia ke Indonesia dan menerima Lencana Tunas
Kencana (yang penganugerahannya di-referendumkan).
Mungkin biar tak kalah gagah dengan PDU Pengakap yang dipakai Pak
Lah. Lihat modelnya kan mirip.
Di kalender Kwarnas juga ada.
Apa-apa tidak ya ? Mungkin juga tidak. Dulu juga kita kan punya
seragam PDU, model jas Bung Karno.
Saya sendiri merasa tidak sreg. Kalau saya pakai ntar saya malah
jadi mirip Siaga. Tapi kalau dipakai oleh mereka yang berpostur
tinggi besar, maka pemakainya jadi gagah.
Saya malah lebih tertarik mempersoalkan jasa apa yang diberikan Pak
Lah pada kita sampai dapat Tunas Kencana ? Kenapa tidak diberi
Lencana Melati saja ?
Sekedar catatan yang mendapat penghargaan ini sangat terbatas dan
betul-betul berjasa luar bisa buat Gerakan kita. Dari Presiden (bung
Karno dan Pak Harto), penandatangan SK 238/Kak Juanda, Kak Azis, Kak
Mut, Bunda Bunakim, Ibu Tien .... Pak Dirman (?)Betul-betul putra
bangsa pilihan makanya harus diputus di MUNAS.
Saya sih sederhana aja alasannya karena buat saya masih terlalu
banyak para pengabdi Gerakan ini yang belum dapat penghargaan yang
pantas terutama di level akar rumput, para Pembina yang mengabdi di
lapangan.
Gerakan kita kan bertahan di level akar rumput dan jasa mereka sama
besar dan pentingnya dengan para tokoh yang ada di Kwartir.
Ini yang belum banyak dipikirkan.
Saya ingin agar bila lihat daftar maka penerima Lencana Melati yang
Pembina/Pelatih/Andalan aktif lebih banyak dari jajaran pejabat.
Semoga.
Hendro Prakoso
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
[Non-text portions of this message have been removed]