Kan ini juga disampaikan pejabat pramuka kota bandung, cuma sayang tidak diekspose ke media, makanya bikin press rilis atau undang wartawan biar publik luas bisa baca lwt media cetak he2... atu pejabat pramuka kwardanya di 'brifing' dulu kalo mau menghadapi wartawan... biar tak salah bicara he2..
dmar --- rimata66 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau orang Pramuka harusnya mengatakan, "Kegiatan > Pramuka menjadi > tidak menarik dan tidak diminati generasi muda > karena > dilaksanakannya tidak sesuai dengan prinsip dasar > dan metodik > kepramukaan." > > " Kegiatan Kepramukaan adalah kegiatan di lingkungan > ketiga, di luar > RUMAH dan SEKOLAH. Hilangnya KESUKARELAAN > menyebabkan mutu pembinaan > makin merosot. JUmlah anak yang diwajibkan jadi > Pramuka terlalu > banyak sehingga tidak terbina dengan baik. Semua > guru, suka tidak > suka, terpanggil atau tidak terpanggil hatinya, > semua menjadi > pembina tanpa memahami seperti apa jalannya proses > pembinaan di > gerakan Pramuka." > > " Kita semua harus menginsafi bahwa kualitas lebih > penting dari > kuantitas, bila Gerakan Pramuka mau memberikan > sumbangsihnya pada > Nusa dan bangsa." > > Wah, cakep betul kalau ini yang disampaikan oleh > pejabat Pramuka. > > Hendro Prakoso, MT > > Catatan : > Kurikulum ? = maksudnya SKU-SKK ??? > Sistem pengajaran ?= metodik kepramukaan ? > Pola pengajaran ?= jenis kegiatan ? > > Ya memang membingungkan. > > > > > --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > > > Andalan Kwarda ( Wakil Sekretaris Kwartir Daerah > Jabar) > berbicara Pramuka , > > kok sepertinya pejabat Kanwil Pendidikan > > Ingat Kang, Kwarda ngurus Pramuka, > > Saya belum tahu apa yang dimaksud " KURIKULUM > PRAMUKA " > > dan POLA PEMBINAAN YANG MONOTON ( > > Saya sependapat dengan KMD > > > > Dan kita harus mulai merubah pengertian kemajuan > Pramuka bukan > seorang jadi > > lima orang angota, tapi seorang anak setelah > menjadi anggota > Pramuka, jadi > > Kreatif, Sehat rohani & jasmaninya, menjadi > anggota masyarakat > yang aktif. ( > > lihat Try Satya & Dasa dharma Pramuka ) > > > > Salam > > Tata > > > > > > > > Pola Pembinaan Pramuka Monoton > > ( dari : _http://www.klik-galamedia.com/_ > (http://www.klik- > galamedia.com/) > > 23 - 01 - 2008 ) > > > > > > CIKUTRA, (GM).- > > Sinyalemen mundurnya minat siswa terhadap Pramuka, > disebabkan > adanya pola > > pembinaan yang monoton. Idealnya, pembina Pramuka > adalah orang > yang minimal > > lulus kursus pembina mahir dasar (KMD). Saat ini, > jumlah pembina > Pramuka di > > sekolah-sekolah yang pernah mengikuti KMD hanya > sekitar 20%. > > > > "Pembina Pramuka yang pernah mengikuti pelatihan > KMD, minimal > mengetahui > > kurikulum Pramuka dan menerapkan sistem > pengajaran yang tepat > guna," ujar Wakil > > Sekertaris Kwartir Daerah ( Kwarda) Gerakan > Pramuka Jawa Barat, > Drs. H. Bana > > Subarna kepada "GM" di ruang kerjanya, Jln. > Cikutra, Senin (21/1). > > > > Jika pembina tidak pernah mengikuti KMD, > menurutnya mungkin saja > pola > > pembinaan yang diterapkan tidak sesuai dengan > kurikulum Pramuka. > Sehingga, materi > > yang disampaikan sangat monoton dan membosankan. > "Kondisi itu > berimbas pada > > menurunnya minat siswa untuk mengikuti kegiatan > ini," ujarnya. > > > > Menurut Bana, untuk menciptakan kecintaan siswa > terhadap kegiatan > Pramuka, > > setiap sekolah harus memiliki pembina dari > golongan KMD. > Pasalnya, lulusan KMD > > mampu mengajarkan materi yang inovatif dan > variatif dalam > kegiatan Pramuka. > > > > "Kenyataan yang ada saat ini menunjukkan, di > beberapa sekolah, > kegiatan > > Pramuka dibina oleh guru-guru yang tidak tahu > persis kurikulum > Pramuka. Sehingga > > pola pengajaran Pramuka kurang variatif," katanya. > > > > Kurang serius > > > > Menurut Bana, fenomena yang menyebutkan Pramuka > kurang diminati > siswa tidak > > sepenuhnya benar. Munculnya sinyalemen itu > disebabkan kurang > seriusnya > > pembinaan Pramuka di sekolah-sekolah. > > > > "Bagaimana bisa berkembang, jika sekolah tidak > serius dalam > menangani > > Pramuka," katanya. Dikatakannya, untuk > meningkatkan pembinaan > Pramuka, antara > > Kwarda Pramuka dengan pihak sekolah harus ada > kerja sama. Kedua > pihak, katanya, > > harus sejalan. > > > > "Jika pihak sekolah ingin meningkatkan pembinaan, > namun dari > kwarda tidak > > menyuplai pembina, maka proses pembinaan Pramuka > tidak akan jalan. > Begitu juga > > sebaliknya, jika kwarda memotivasi pembinaan, > namun pihak sekolah > tidak punya > > perhatian terhadap Pramuka, juga sama saja," > paparnya. > > > > Ia mengungkapkan, selain perhatian dari pihak > sekolah, > peningkatan kecintaan > > pada Pramuka juga sangat dipengaruhi peran dan > fungsi pemerintah. > > > > Dicontohkannya, pada zaman dulu, pemerintah > menetapkan kebijakan, > setiap > > siswa yang ingin menjadi anggota pasukan pengibar > bendera > (paskibra), terlebih > > dahulu harus bergabung dalam kegiatan Pramuka. > Namun, saat ini > hal itu sudah > > tidak diperhatikan lagi. Siapa pun bisa menjadi > anggota > paskibra," tuturnya. > > > > Bana menambahkan, Kwarda Pramuka Jabar terus > berupaya mendorong > peningkatan > > jumlah peminat Pramuka. Cara yang ditempuh > kwarda, katanya, yaitu > dengan > > menginstruksikan kwartir cabang (kwarcab) untuk > melakukan > pelatihan pada > > pembina-pembina Pramuka. > > > > "Jika dibandingkan dengan provinsi lain yang ada > di Indonesia, > kondisi > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

