Mungkin ada yang tertarik mau hadir.atau sembari jalan-jalan di Ratu
Plaza mampir di perpustakaan Diknas...
 
Farli Elnumeri
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Wien Muldian
Sent: 26 Februari 2008 12:37
To: mbak Toosye; milis acara; milis akubaca; milis bumimanusia; milis
bungamatahari; milis ics; milis indobaca; milis pasarbuku; milis
pencinta_novel; milis penulisankreatif; milis penyair; milis publikseni;
milis wartawan; milis wartawangaul; milisrumahdunia
Cc: Yati Kamil; indy widi; milis jip ui; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Sekar FIM; mahatur mafela
Subject: [the_ics] [EMAIL PROTECTED] PUSTAKAWAN BICARA: Diskusi
'Eksistensi Pustakawan yang Tak Hanya Pustakawan' dan Bahas Buku MOMOYE,
5 Maret 2008
 


PUSTAKAWAN BICARA 
Diskusi 'Eksistensi Pustakawan yang Tak Hanya
Pustakawan'
dan Bahas Buku 'MOMOYE: Mereka Memanggilku' karya Eka
Hindrati

Sebuah pembahasan yang tidak akan ada habis-habisnya
di kalangan pustakawan Indonesia bila membicarakan
eksistensi pustakawan di negeri ini. Akan banyak
pandangan, pendapat, argumentasi atau mungkin
kepasrahan ketika membicarakan profesi yang satu ini.
Dari pustakawan yang tugasnya cuma 'jagain' buku di
perpustakaan, yang pustakawan harus melek teknologi
kalau mau bersaing dengan profesi lainnya, yang
'pengen' eksis berorganisasi, yang pengen terkesan
kayak ilmuwan, dan banyak lagi.

Di tengah-tengah berbagai keinginan dan kepasrahan
pustakawan akan dunianya, tetap ada
pustakawan-pustakawan kita yang terus berkarya. Salah
satunya adalah Eka Hindrati, seorang pustakawan muda
yang tidak hanya menulis buku, tetapi juga berjuang
habis-habisan membela hak-hak para perempuan Jugun
Ianfu. Atau seorang Farlie yang terlibat mendirikan
dan mengelola perpustakaan di bidang hukum dan Libby
yang menjadi pustakawan di Komnas Perempuan. Tiga
figur pustakawan ini menarik disimak pengalamannya
bergelut di dunia hukum dan hak asasi manusia. 

Perihal lain yang menarik untuk dibahas lebih lanjut
adalah kemampuan pustakawan dalam berkarya, khususnya
menulis dan kemudian menerbitkan buku. Sebagai sebuah
profesi, pustakawan sangat dekat dengan buku, lalu
apakah ada pustakawan Indonesia yang juga berprofesi
sebagai penulis? Selain Eka Hindrati, ada Lusiana
Monohevita, Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia yang juga menjadi penulis. Ia
bahkan telah menerbitkan beberapa karya fiksi dan
terlibat juga di Forum Lingkar Pena, sebuah organisasi
kepenulisan dengan jumlah anggota terbesar di
Indonesia.

Berangkat dari itu semua, Ikatan Sarjana Ilmu
Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) bersama
Perpustakaan Pendidikan Nasional Depdiknas
([EMAIL PROTECTED]), Forum Indonesia Membaca dan
Penerbit Erlangga dalam rangka Hari Perempuan
Internasional 2008 dan menyambut Hari Buku Sedunia
2008 mengadakan:

PUSTAKAWAN BICARA 
Diskusi 'Eksistensi Pustakawan yang Tak Hanya
Pustakawan'
dan Bahas Buku 'MOMOYE: Mereka Memanggilku' karya Eka
Hindrati
dengan menghadirkan:

Eka Hindrati, pustakawan dan penulis buku 'MOMOYE:
Mereka Memanggilku'
Lusiana Monohevita, Kepala Perpustakaan FEUI
Farlie Elnumeri, kepala perpustakaan Daniel S. Lev Law
Library
Libreny Riyusdha, pustakawan di Komnas Perempuan
Harkrisyati Kamil, Presiden ISIPII
Wien Muldian, Koordinator [EMAIL PROTECTED]

Rabu, 5 Maret 2008
Jam 15.00. s.d. 17.30 wib
Ruang Tengah [EMAIL PROTECTED] 
Perpustakaan Pendidikan Nasional Depdiknas
Gedung A Lt Dasar, Komplek Depdiknas Senayan
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta Pusat
(di samping pertokoan Ratu Plasa/Carrefour Ratu Plasa)

Diawali pada jam 14.30 wib dengan pemutaran film 
'Jugun Ianfu' produksi stasiun televisi Trans7

Untuk konfirmasi kehadiran dapat mengirim email ke:
Ade Farida: [EMAIL PROTECTED] <mailto:FaridaAX%40state.gov> gov
Yuan Octavian: [EMAIL PROTECTED] <mailto:y.octavian%40cgiar.org> org

akan ada bedah buku MOMOYE di Fikom Unpad pada 8 Maret
2008 bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional.
-------------------------------------------

buku
MOMOYE: Mereka Memanggilku
Karya Eka Hindra dan Koichi Kimura

Potret buram seorang perempuan dari Yogyakarta yang
dipaksa menjadi "rangsum jepang" pada masa pendudukan
Jepang di Indonesia th 1942. Mardiyem, demikian
namanya kecilnya, harus menanggung derita panjang
selama menjadi Jugun Ianfu di Asrama tentara Jepang,
Telawang Kalimantan Selatan. Ia disiksa, dianiaya,
dipaksa melayani nafsu seks tentara Jepang pada umur
yang masih sangat muda 13 th, bersama 24 orang
perempuan lainnya, yang berasal dari berbagai daerah
di pulau Jawa.

Melalui Momoye Mereka Memanggilku, Mardiyem bercerita
tentang sejarah kelam bangsa Indonesia yang selama ini
dilupakan. Ia ingin mencari keadilan, bukan bagi
dirinya sendiri namun bagi seluruh umat manusia,
terutama bagi para perempuan korban perang Jepang di
Asia-Pasific 1945-1945 di seluruh penjuru dunia.

------------------------

Eka Hindra 

Bersentuhan dengan isu Jugun Ianfu sejak 1999, ketika
liputan profil Mardiyem (Jugun Ianfu Yogyakarta) untuk
kantor berita radio Internews Indonesia disiarkan ke
50 stasiun radio seluruh Indonesia. Tahun yang sama
menghadiri Tribunal Tokyo dan membuat liputan untuk
kantor Berita Radio 68H Jakarta.

Sejak tahun 2003-2006, menulis biografi Mardiyem
bersama Dr. Koichi Kimura, tahun 2004 melakukan riset
mengenai Ianjo-Ianjo di Balikpapan (Kalimantan Timur)
bersama peneliti Korea Selatan, Amerika Serikat dan
Jepang, juga mengunjungi lokasi pembantaian masal
tentara Jepang dan tentara sekutu di Bukit Soeharto,
Balikpapan dan bekas markas tentara Jepang di Pantai
Balikpapan. Tahun 2005 melakukan penelusuran lokasi
militer Jepang di Samarinda di Loa Buah dan
Sanga-sanga, Kalimantan Timur.

Ikut mengagas dan mendirikan Jaringan Advokasi Jugun
Ianfu Indonesia dan menjadi anggota tim perumus
advokasi 2005-sekarang.Tahun 2006-2007 terlibat
penelitian Jugun Ianfu Korea di Indonesia bersama
Parlemen Korea Selatan, tahun yang sama menghadiri
pertemuanJugun Ianfu tingkat Asia di Seoul, Korea
Selatan dan mengunjungi Museum of Sexual Slavery by
The Japanese Military di Kwangju, Korea Selatan.
Menulis buku Biografi Mardiyem (survivor Jugun Ianfu
Indonesia)

----------------------------------------------------------
I have always imagined that Paradise will be a kind of Library.
~Jorge Luis Borges
----------------------------------------------------------

~w!en muldian~
.librarian .literacy traineer
.literary agent .book and library consultant
[EMAIL PROTECTED] tel.021 570 7870 fax.021 573 1228
[Centre for the Books] tel.021 700 300 93 fax.021 794 1328
personal. 0818 909 642 direct. 021 7055 4545 Y!M. wienm

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.
<http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>
yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke