Salam Pramuka

 

Bisa disimpulkan bahwa Pramuka saat ini tidak sekedar membutuhkan seorang
"Ketua Kwartir" saja. Ketua Kwartir harus bisa menjadi seorang Direktur
Utama atau istilah kerennya Chief Executive Officer (CEO) sementara Andalan
adalah para Direksi, dimana mereka harus mampu mengoptimalkan penggunaan
semua sumber daya yang dia miliki menjadi sebuah output yang maksimal  bagi
Pramuka. Karenanya dibutuhkan seorang CEO yang mampu menyiapkan rencana
strategis yang tepat.

 

Satu hal berat yang akan jadi beban CEO ini adalah marketing strategi
Pramuka. Banyak orang mengatakan (cukup menyakitkan mendengarnya).."emang
Pramuka masih ada ?"...."Pramuka kan jaman dulu"..dsb.
Pernyataan-pernyataan seperti itu sebenarnya menunjukkan adanya permasalahan
dalam tubuh organisasi yang kita cintai ini. Tanpa itupun dari diri kita
mulai terasa ada permasalahan misalnya bisa kita lihat banyak anggota kita
yang merasa kurang nyaman berseragam Pramuka dengan baik dan lengkap, mulai
topi, setangan leher, tanda jabatan, tanda kecakapan dsb. Beda dengan dulu
bahwa seragam itu adalah kebanggaan

 

Jadi bisa disimpulkan (walaupun mudah-mudahan salah) bahwa Pramuka telah
mengalami krisis brand-ing. Padahal brand-ing adalah segala-galanya karena
merupakan persepsi apa yang timbul dari pihak luar kepada Pramuka. Dengan
brand-ing seharusnya jelas mau bagaimana dan mau kemana Pramuka, di mata
anggota, pemerintah  dan di mata masyarakat

 

Tapi untuk membentuk brand tidak mudah, unsur yang harus terlebih dahulu
harus dirumuskan dan diimplementasikan adalah keseluruhan strategi marketing
yang lain, yaitu:

1.       Segmentation, targeting dan Positioning

2.       Marketing Mix (4P), selling dan differentiation

3.       Service dan Process

 

Dibutuhkan kemauan dan kesanggupan untuk membuat itu semua, tapi saya yakin
bisa kalau saja diberikan kesempatan kepada semua pihak yang memiliki
kemampuan dan mencintai Gerakan Pramuka.

 

Salam Pramuka

 

 

 

Dedi Wibowo

 

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Adhie fardianto
Sent: 06 Mei 2008 10:50
To: [email protected]
Subject: [Pramuka] Setuju Kak!

 

Salam Pramuka!
Setuju kak, kita sebagai anggota Pramuka harus bisa meningkatkan nilai jual
diri dalam artian memiliki keahlian, kompetensi, karakter, serta kualifikasi
yang lebih dari orang-orang non Pramuka, untuk itu perlu kiranya Gerakan
Pramuka di tingkat manapun melatih anggotanya dengan kegiatan lain, seperti
pelatihan IT sederhana sampai advance, pelatihan jurnalistik, pelatihan
fotografi, dan lain-lain, jangan terpaku di tekpram terus... saya yakin
banyak diantara kita yang ahli di bidang-bidang keahlian yang bisa
bermanfaat lebih buat kita.. kenapa kita tidak saling memanfaatkan sehingga
kita secara tidak langsung bisa meningkatkan nilai jual diri kita sebagai
anggota pramuka yang serba bisa, sanggup bertahan hidup di kondisi apapun
termasuk di dunia kerja yang seperti apapun... janganlah seorang anggota
pramuka hanya dihargai sebagai pesuruh atau penjaga keamanan saja... kita
seharusnya bisa dihargai lebih dari itu... banyak teman-teman andalan di
ranting
saya bisa memiliki nilai jual diri yang tinggi dan akhirnya masuk di
perusahaan-perusahaan yang cukup besar tanpa melewati test yang rumit hanya
karena dia anggota pramuka, dan banyak juga yang menjadi wirausaha sukses
dengan mengaplikasikan ilmu yang dia miliki dan dapatkan dari
kepramukaan.... Pramuka Indonesia harus maju. Mulai dari diri masing-masing,
lanjutkan dengan satuan saudara, dan akhirnya Gerakan Pramuka Indonesia
memiliki Sumber Daya Manusia yang superior...

Salam Pramuka
-adhie fardianto-

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke