Siswa Miskin Dibariskan di Lapangan
SUDAH beberapa kali Siti Maesaroh dipanggil oleh pihak sekolah, dibariskan di 
lapangan basket bersama siswa miskin lainnya, lalu diberi tahu bahwa mereka 
tidak bisa mengikuti ujian sekolah, karena mereka belum melunasi SPP, DSP, dan 
lain-lain. Setiap sesudah menerima peringatan yang menyakitkan itu, siswa kelas 
X sebuah SMA negeri di Cicalengka itu, pulang ke rumah sambil menangis, dan 
mengadukan rasa malu yang ditanggungnya kepada kedua orang tuanya.
Untuk bisa mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester, orang tua 
Maesaroh harus datang ke sekolah. Setelah berdebat dan mengiba, kartu ujian 
untuk Maesaroh baru bisa didapatkan orang tuanya.
Bukan itu saja yang dilakukan sekolah itu, kepada Maesaroh dan siswa miskin 
lainnya. Sejak semester pertama sampai semester kedua, mereka tidak diberi buku 
rapor. Alasannya sama, mereka belum menyelesaikan pembayaran uang ke sekolah.
"Padahal, saya memasukkan anak saya ke sekolah itu dengan menyertakan surat 
keterangan tidak mampu dari kelurahan dan kecamatan. Kenapa anak saya masih 
terus ditagih uang dan tidak diberi hak untuk mendapatkan buku rapor?" kata 
ayah Maesaroh, Wawan Setiawan (53), saat ditemui, Rabu (16/7). 
Warga Kp. Cikopo, Desa Babakan Peuteuy, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung itu 
merasa heran dengan sikap pengelola sekolah.. Sejak awal memasukkan anaknya ke 
sekolah itu, dia sudah mendaftarkan diri sebagai orang tidak mampu, dan 
menyertakan semua dokumen yang mengesahkannya sebagai orang tidak mampu. Namun, 
pihak sekolah menutup mata atas keadaannya, dan terus menagih uang atas biaya 
pendidikan Siti Maesaroh di sekolah itu. Jumlah tagihannya saat ini mencapai Rp 
2, 428 juta.
"Sudah berkali-kali saya menghadap ke sekolah, dan mengatakan kalau saya orang 
tidak mampu, dan memasukkan anak saya ke sekolah itu melalui jalur orang tidak 
mampu, tetapi pihak sekolah tidak mau mendengar. Kata mereka, kalau saya ingin 
mendapatkan raport anak saya, saya harus melunasi semua tunggakan yang 
ditagihkan sekolah kepada saya," kata Wawan.
Wawan sangat menyesalkan sikap pengelola sekolah yang sangat arogan. Setiap 
kali dia meminta untuk bertemu dengan kepala sekolah, selalu ditolak. Bahkan, 
ketika berbicara dengan seorang staf tata usaha sekolah itu, dia diberi tahu, 
wajar jika anaknya tidak bisa mendapatkan raport karena belum melunasi semua 
tagihan dari sekolah. Perkataan yang sangat menyakitkan hati Wawan.
"Katanya, saya hanya berhak untuk mendapatkan fotokopi dari raport anak saya, 
jika saya belum melunasi tagihan itu. Padahal setahu saya, saat daftar ulang 
anak saya harus mengembalikan buku raport yang sudah diketahui orang tuanya. 
Ini sama saja dengan memberi tahu bahwa anak saya tidak bisa mendaftar ulang di 
sekolah itu," ujar Wawan.
Dengan perasaan kecewa, Wawan membuat surat terbuka kepada Bupati Bandung, Obar 
Sobarna. Surat itu dia serahkan langsung ke tangan bupati, seusai salat Zuhur 
di Gedung Moh. Toha, Pemkab Bandung, Rabu (16/7). Tetapi, Obar belum bisa 
menjanjikan apa pun kepada Wawan.
DPRD geram
Wawan juga mengadukan nasibnya ke DPRD Kab. Bandung. Mendengar kisah Wawan, 
Ketua DPRD Agus Yasmin dan anggota Komisi B Tb. Raditya, merasa geram atas 
sikap sekolah. "Kepala sekolahnya harus ditarik ke Dinas Pendidikan dan dibina 
kembali. Melakukan diskriminasi terhadap siswa miskin sangat menyakitkan hati 
rakyat," kata Agus Yasmin.
Pada saat yang bersamaan, Raditya menelefon Kabid SMA Dinas Pendidikan Kab. 
Bandung, Hudaya, untuk menanyakan persoalan itu.. Hudaya menjawab, pihaknya 
akan segera mengatasi persoalan itu, dan menanyakan nomor induk Siti Maesaroh 
untuk penanganan lebih lanjut.
"Menjejerkan siswa tidak mampu di lapangan itu tindakan yang sangat tidak 
manusiawi. Apa sekolah tidak memiliki cara lain dalam memperlakukan siswa tidak 
mampu? Saya curiga kejadian ini tidak hanya terjadi pada Siti Maesaroh dan 
teman-temannya," tutur Raditya.
Agus Yasmin menegaskan, DPRD Kab. Bandung akan menerjunkan anggotanya ke 
lapangan untuk melakukan pemeriksaan. "Saya sendiri akan ikut turun ke 
lapangan," kata Agus Yasmin. (Zaky Yamani/"PR")***Penulis: 
Back 
http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=23357


      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke