Jangan2 kalau nanti ditanya sudah lupa apa yang dikatakan ?


----- Original Message ----
From: Dewan Kerja Nasional 2005-2008 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, 23 July 2008 3:03:53
Subject: [Pramuka] """"JAGA DAN LESTARIKAN"""""


Ketua Kwartir Nasional meyatakan "Kalau memang ini dihentikan, ya tidak 
apa-apa. Tapi tentu ada konsekuensi hancurnya Gerakan Pramuka"
Jelas kata2 diatas sangat tidak mengidentikkan sbg seorang Pramuka apalagi
seorang pemimpin Gerakan Pramuka, hehehehe.... .  kok bisa ya ngomong kaya 
gini....

Buperta Cibubur,
Ketika Pramuka Tergiur Bisnis Mal

Wakil Presiden Jusuf Kalla; Saat Menutup Raimuna Nasional IX 2008 di Bumi 
Perkemahan Cibubur (Antara/Indra- SETWAPRES) Penyelesaian kasus dugaan 
penyimpangan pengelolaan Bumi Perkemahan Cibubur akan diserahkan kepada 
pemerintah. Namun pengembang tetap melanjutkan proyek karena merasa tidak 
melanggar aturan hukum. BPKP melakukan audit investigasi terhadap Kwarnas 
Gerakan Pramuka. BPKP mengungkapkan bahwa Tim Pengembangan Buperta dan Ketua 
Kwarnas Pramuka telah mengabaikan ketentuan hukum. Pemerintah mengatur bahwa 
pemilihan mitra kerja sama untuk pengelolaan lahan itu seharusnya dilakukan 
dengan metode pelelangan. Perjanjian kerja sama dibuat dengan akta notaris dan 
jangka waktu perikatannya tidak boleh melebihi periodisasi jabatan pengurus, 
yaitu lima tahun. Karena itu, BPKB menyatakan, perikatan itu tidak bisa 
dipertanggungjawabk an sebagai perjanjian yang paling menguntungkan bagi 
Kwarnas, sekaligus merekomendasikan peninjauan kembali terhadap kontrak

dengan Prima Tangkas."Kalau memang ini dihentikan, ya, tidak apa-apa. Tapi 
tentu ada konsekuensi hancurnya gerakan pramuka," kata Ketua Kwarnas Azrul 
Azwar.

Hiruk Pikuk Mengelola Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur

Sekitar 13 ribu pramuka Penegak dan Pandega berkumpul di Bumi Perkemahan 
Cibubur, Jakarta Timur, 27 Juni hingga 7 Juli ini. Mereka yang datang dari 
seluruh Indonesia sedang mengikuti kegiatan Raimuna Nasional. Lahan perkemahan 
seluas 33 hektare yang asri itu memang jadi pusat kegiatan ramaja, khususnya 
pramuka. Namun, keasrian kawasan bumi perkemahan yang terletak di perbatasan 
Jakarta-Bogor ini kemungkinan tak akan bertahan lama. Sebuah rencana sudah 
disiapkan untuk menjadikan sebagian lahan itu sebagai kawasan bisnis.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai pengelola bumi perkemahan itu 
berencana untuk menggandeng PT Tangkas Olahdaya untuk membangun, antara lain 
wisma, kantor, pertokoan, food court, dan multi purpose hall di kawasan itu. 
��Dalam multi purpose hall itu, ada balai sidang, tempat konferensi, dan ruang 
pameran,�� kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, kepada Republika.

Di lokasi itu nantinya akan dibangun tempat olahraga indoor, seperti untuk 
basket, voli, bulu tangkis, tenis meja, serta kolam renang. Lalu, imbuh Azrul, 
akan dibangun pula Pusat Ilmu Teknologi, termasuk di dalamnya mesin uap, radio, 
dan morse. Nantinya, akan ada juga area bermain ramah lingkungan.

Saat ini, menurut Azrul, PT Tangkas Olahdaya masih mengurus perizinannya kepada 
Gubernur. ��Sehingga, belum bisa diprediksi kapan akan dibangun,�� katanya. 
Menurutnya, pembangunan itu akan selesai dalam tempo satu tahun setelah 
perizinan itu selesai. Azrul mengatakan, yang akan dibangun pertama kali 
mungkin wisma. Pasalnya, wisma itu mendesak bagi anggota Pramuka yang sedang 
melakukan kegiatan di tempat itu. ��Karena, selama ini mereka ditampung di 
tenda, padahal jumlah tenda dan areanya terbatas.�� Jika rencana itu terwujud, 
kawasan Bumi Perkemahan Cibubur dipastikan akan semakin hiruk pikuk karena 
banyaknya aktivitas bisnis. Saat ini saja, Kwarnas sudah menyewakan sebagian 
lahan untuk pompa bensin dan restoran.

Ternyata, masalahnya tak cuma itu, belakangan Badan Pengawasan Keuangan dan 
Pembangunan (BPKP), setelah melakukan audit investigatif, menyimpulkan, Kwarnas 
telah melakukan penyimpangan terkait pengelolaan di Bumi Perkemahan Cibubur itu.

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Irsan Gunawan, mengatakan, 
penyimpangan itu terlihat pada sejumlah kasus. Pertama, Kwarnas telah menunjuk 
PT Prima Tangkas Olahdaya sebagai mitra kerja sama pengelola kawasan sentra 
usaha Bumi Perkemahan Cibubur tanpa melalui proses tender. Padahal, berdasarkan 
Keputusan Presiden No 42 Tahun 2002 Pasal 9 dan KMK No 470 tahun 1994, 
pemilihan mitra kerja sama itu harus dengan metode pelelangan.

Selain itu, kata Irsan, penyimpangan pun terjadi karena Kwarnas telah melakukan 
kerja sama tanpa adanya konsultasi dengan Ketua Majelis Pembimbing. ��Yaitu 
Presiden,�� ujarnya. Persyaratan ini, kata Irsan, telah tertulis dalam Anggaran 
Dasar Kwarnas. Ketika BPKP menyinggung masalah ini, menurut Irsan, Kwarnas 
berdalih telah berkonsultasi dengan Ketua Harian Majelis Pembimbing

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke