Rasanya kita ribut sekali di milis ini memprotes tapi tidak ada 
respon apa-apa ........ ketika issue ini diangkat pertamakali.

Tindakan ini memang kita sesalkan.

Tapi saya kok jadi melihat sikap tidak ksatria juga di sini.
Kesannya ada black campaign terhadap Kak Azrul, yang menurut kabar 
akan maju lagi mencalonkan di Munas akan datang.

Hendro 


--- In [email protected], Dewan Kerja Nasional 2005-2008 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ketua Kwartir Nasional meyatakan "Kalau memang ini dihentikan, ya 
tidak apa-apa. Tapi tentu ada konsekuensi hancurnya Gerakan Pramuka"
> Jelas kata2 diatas sangat tidak mengidentikkan sbg seorang Pramuka 
apalagi
> seorang pemimpin Gerakan Pramuka, hehehehe.....  kok bisa ya 
ngomong kaya gini....
> 
> 
> Buperta Cibubur,
> Ketika Pramuka Tergiur Bisnis Mal
> 
> Wakil Presiden Jusuf Kalla; Saat Menutup Raimuna Nasional IX 2008 
di Bumi Perkemahan Cibubur (Antara/Indra- SETWAPRES) Penyelesaian 
kasus dugaan penyimpangan pengelolaan Bumi Perkemahan Cibubur akan 
diserahkan kepada pemerintah. Namun pengembang tetap melanjutkan 
proyek karena merasa tidak melanggar aturan hukum. BPKP melakukan 
audit investigasi terhadap Kwarnas Gerakan Pramuka. BPKP 
mengungkapkan bahwa Tim Pengembangan Buperta dan Ketua Kwarnas 
Pramuka telah mengabaikan ketentuan hukum. Pemerintah mengatur bahwa 
pemilihan mitra kerja sama untuk pengelolaan lahan itu seharusnya 
dilakukan dengan metode pelelangan. Perjanjian kerja sama dibuat 
dengan akta notaris dan jangka waktu perikatannya tidak boleh 
melebihi periodisasi jabatan pengurus, yaitu lima tahun. Karena itu, 
BPKB menyatakan, perikatan itu tidak bisa dipertanggungjawabk an 
sebagai perjanjian yang paling menguntungkan bagi Kwarnas, sekaligus 
merekomendasikan peninjauan kembali terhadap kontrak
> 
> dengan Prima Tangkas."Kalau memang ini dihentikan, ya, tidak apa-
apa. Tapi tentu ada konsekuensi hancurnya gerakan pramuka," kata 
Ketua Kwarnas Azrul Azwar.
> 
> Hiruk Pikuk Mengelola Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur
> 
> Sekitar 13 ribu pramuka Penegak dan Pandega berkumpul di Bumi 
Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 27 Juni hingga 7 Juli ini. Mereka 
yang datang dari seluruh Indonesia sedang mengikuti kegiatan Raimuna 
Nasional. Lahan perkemahan seluas 33 hektare yang asri itu memang 
jadi pusat kegiatan ramaja, khususnya pramuka. Namun, keasrian 
kawasan bumi perkemahan yang terletak di perbatasan Jakarta-Bogor 
ini kemungkinan tak akan bertahan lama. Sebuah rencana sudah 
disiapkan untuk menjadikan sebagian lahan itu sebagai kawasan bisnis.
> 
> Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai pengelola bumi perkemahan 
itu berencana untuk menggandeng PT Tangkas Olahdaya untuk membangun, 
antara lain wisma, kantor, pertokoan, food court, dan multi purpose 
hall di kawasan itu. ��Dalam multi purpose hall itu, ada balai 
sidang, tempat konferensi, dan ruang pameran,�� kata Ketua 
Kwarnas Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, kepada Republika.
> 
> Di lokasi itu nantinya akan dibangun tempat olahraga indoor, 
seperti untuk basket, voli, bulu tangkis, tenis meja, serta kolam 
renang. Lalu, imbuh Azrul, akan dibangun pula Pusat Ilmu Teknologi, 
termasuk di dalamnya mesin uap, radio, dan morse. Nantinya, akan ada 
juga area bermain ramah lingkungan.
> 
> Saat ini, menurut Azrul, PT Tangkas Olahdaya masih mengurus 
perizinannya kepada Gubernur. ��Sehingga, belum bisa diprediksi 
kapan akan dibangun,�� katanya. Menurutnya, pembangunan itu akan 
selesai dalam tempo satu tahun setelah perizinan itu selesai. Azrul 
mengatakan, yang akan dibangun pertama kali mungkin wisma. Pasalnya, 
wisma itu mendesak bagi anggota Pramuka yang sedang melakukan 
kegiatan di tempat itu. ��Karena, selama ini mereka ditampung di 
tenda, padahal jumlah tenda dan areanya terbatas.�� Jika rencana 
itu terwujud, kawasan Bumi Perkemahan Cibubur dipastikan akan 
semakin hiruk pikuk karena banyaknya aktivitas bisnis. Saat ini 
saja, Kwarnas sudah menyewakan sebagian lahan untuk pompa bensin dan 
restoran.
> 
> Ternyata, masalahnya tak cuma itu, belakangan Badan Pengawasan 
Keuangan dan Pembangunan (BPKP), setelah melakukan audit 
investigatif, menyimpulkan, Kwarnas telah melakukan penyimpangan 
terkait pengelolaan di Bumi Perkemahan Cibubur itu.
> 
> Kepala BPKP Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Irsan Gunawan, 
mengatakan, penyimpangan itu terlihat pada sejumlah kasus. Pertama, 
Kwarnas telah menunjuk PT Prima Tangkas Olahdaya sebagai mitra kerja 
sama pengelola kawasan sentra usaha Bumi Perkemahan Cibubur tanpa 
melalui proses tender. Padahal, berdasarkan Keputusan Presiden No 42 
Tahun 2002 Pasal 9 dan KMK No 470 tahun 1994, pemilihan mitra kerja 
sama itu harus dengan metode pelelangan.
> 
> Selain itu, kata Irsan, penyimpangan pun terjadi karena Kwarnas 
telah melakukan kerja sama tanpa adanya konsultasi dengan Ketua 
Majelis Pembimbing. ��Yaitu Presiden,�� ujarnya. Persyaratan 
ini, kata Irsan, telah tertulis dalam Anggaran Dasar Kwarnas. Ketika 
BPKP menyinggung masalah ini, menurut Irsan, Kwarnas berdalih telah 
berkonsultasi dengan Ketua Harian Majelis Pembimbing
> 
> 
> 
>       
_____________________________________________________________________
______
> Dapatkan alamat Email baru Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke