Sebenarnya menarik untuk ditanggapi, tapi berhubung internal banget
masalahnya, jadi pertanyaan saya, nama asli Kak Ikal.Pelangi ini apa ya,
atau memang namanya Kak Ikal Pelangi?????

Farli Elnumeri
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of [email protected]
Sent: 12 April 2009 12:04
To: Pramuka Net
Subject: Re: [Pramuka] Temu Kangen purna DKC Kota Bandung - catatan
kritis

Dimana yach letak ke kritis-annya? Asa biasa2 aja kyk yg melaporkan
pandangan mata pertandingan sepak bola he2... Kecuali di bagian akhir jd
ada 'pulitik2an' kalo soal sy tak bicara di forum itu yach memang buat
apa mengomentari yg tak perlu dikomentari.... Wong sudah beda jamannya
he2.... Soal kwarcab mah biar aja itu urs annya kak hendro cs yg msh
semangat berpramuka ria dg msh mau jd pengurus aja uyuhan msh ada yg
mau... Kalo hsl nya msh gitu2 aja yach mungkin kalah set aja he2....
Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "ikal.pelangi" <[email protected]>

Date: Sun, 12 Apr 2009 04:22:04 
To: <[email protected]>
Subject: [Pramuka] Temu Kangen purna DKC Kota Bandung - catatan kritis



Tanggal 5 April 2009 yang lalu, telah diselenggarakan pertemuan purna
DKC dan aktivis T dan D Kota Bandung dalam rangka ulangtahun DKC Kota
Bandung yang ke-42. Acara ini sungguh menarik karena juga melibatkan
keluarga, khususnya anak-anak karena disiapkan sejumlah permainan
outdoor. Yang jadi puncak adalah acara dialog yang diselenggarakan di
Aula Putih.

Pada kesempatan itu, Kak Rudy mengajak hadirin untuk memikirkan masa
depan Gerakan Pramuka. Ia mempersoalkan keperdulian pimpinan Kwarcab
yang kelihatannya kurang perduli dengan acara ini, padahal 2 orang Waka
Kwarcab adalah purna DKC. Ia mengungkap bahwa Kak Hendro, salah satu
Waka yang hari itu hadir, ternyata baru datang siang harinya, sungguh
sangat terlambat. Sementara, Waka Kwarcab yang lain disebutnya mungkin
sudah lupa jalan ke Taman Pramuka.

Saat itu memang saat sulit buat Kak Hendro, karena ia diberondong terus
sebagai pihak yang dianggap mewakili Kwarcab. Memang ada Kak Deddy
Widya, yang biasa dipanggil Abah ini, namun beliau mengelak dengan
menyatakan bahwa beliau telah mengundurkan diri walau sampai hari ini
tidak ada kejelasan status beliau apakah dikabulkan atau tidak. Gugatan
tambah kencang dengan pernyataan lebih lanjut dari kak Rudy mengenai
benturan antara Kwarcab dengan DKC. Menurutnya aneh bahwa Waka Kwarcab
yang dulunya pernah DKC bukannya melancarkan malahan menghambat kegiatan
DKC. Suasana jadi panas dan saya perhatikan Kak Hendro gelisah namun
tidak menanggapi.

Untungnya, pembicaraan dialihkan dengan tampilnya Kak Rahmat Junizar,
yang kemudian bertanya siapa saja yang masih aktif di gugusdepan. Dan
bertanya kenapa anak-anak para mantan aktivis Pramuka pun enggan aktif
di Gerakan Pramuka. Saat itu, Kak Jeje, salah satu mantan Ketua DKC
menyatakan bahwa ia tidak lagi percaya sama Pramuka, sama Kwartir. Ia
menyatakan bukan lagi suudzon tapi "nuduh."

Suasana naik lagi. Tapi pembicaraan akhirnya bisa dialihkan kepada apa
yang mau dilakukan. Muncul rencana untuk menghimpun para purna ini agar
bisa berkumpul dan menyumbangkan ide dan masukan bagi Kwarcab. Hal ini
berawal dari anggapan bahwa Kwarcab sangat tidak optimal bekerja dalam
menghadapi berbagai masalah Pramuka. Tadinya sempat muncul gagasan untuk
bikin semacam "Kwarcab watchdog" untuk mengawasi Kwarcab, namun akhirnya
dianggap lebih produktif untuk bikin semacam lembaga atau kelompok
ekstrastruktural yang dapat mengemban ide. Kak Deddy Abah menyatakan
bahwa upaya itu sudah mulai dilakukan oleh Lemdik dengan memberi
kesempatan pada mantan aktivis mengisi materi misalnya di KPD.

Purna yang masih ada di Kwartir lalu diminta bicara oleh Kak Rahmat. Kak
Hendro menggunakan kesempatan itu tapi jawabannya sangat normatif. Ia
menekankan agar orang kembali ke gugus depan. Ia mengungkapkan kesibukan
Kakwarcab yang menyebabkan keterbatasan dalam memimpin langsung Kwarcab,
namun komitmen terhadap Pramukanya sudah dibuktikan dengan peningkatan
anggaran untuk Pramuka. Ia mengelak untuk mengungkap lebih lanjut soal
"ada apa" di Kwarcab. Ia mengatakan ia tidak bisa bersikap seperti Kwik
Kian Gie. Tuntutan cukup kencang untuk cerita, terutama juga benar yang
dikatakan Kak Ridlo bahwa yang harus diminta adalah transparansi
penggunaan uang rakyat yang diberikan pada Gerakan Pramuka. Hal lain
yang terungkap adalah bahwa Ancukuang ternyata hanya bekerja selama 1
tahun, lalu tugasnya diambil alih orang lain dan mekanisme organisasi
yang tidak berjalan di Kwarcab. Kak Hendli mengungkap bahwa tinggal 5
andalan yang masih sering datang ke Kwarcab dan sebagiannya tidak lagi
mengerjakan tugas-tugasnya tapi hal lain. Kak Ridlo diminta untuk
mengungkap pengalaman di Kwarda, sebagai Waka Kwarda dan ia mengungkap
bahwa kalau di Kwarda dananya tidak ada. Ia mengungkap komitmen koran
Pikiran Rakyat yang menyediakan ruang untuk diisi tulisan tentang
Pramuka, namun sangat jarang dipakai. Kak Dede Mariana yang hari itu
juga hadir diam saja, tidak berkomentar apa-apa.

Sayangnya, saat pembicaraan hampir puncak tiba-tiba dipotong dengan
acara potong kue ulang tahun yang dilakukan oleh para mantan ketua yang
hadir plus Ketua DKC yang sedang menjabat. Beres potong kue, acara jadi
bubar tanpa kesimpulan yang jelas.

Saya jadi bertanya-tanya juga. Kelihatan acara ini dibuat untuk memberi
kesan adanya kelompok orang yang perduli dengan Gerakan Pramuka. Secara
sistematis, tampak ada upaya menyerang orang tertentu. Dan sebelum ada
kesimpulan, acara ini disabotase dengan pemotongan kue. 

Saya tergelitik saja buat melaporkan pertemuan tanggal 5 April ini.
Sepertinya suasana politik sudah memasuki Gerakan Pramuka ya ....
Beberapa bulan lagi sudah Musyawarah Cabang. Rupanya ada yang sedang
siap-siap buat mengambil alih Kwarcab.

Hati-hati saja ......





------------------------------------

---------------------
Be Prepared
Sekali Pramuka tetap Pramuka
---------------------

Pramuka email addresses:
  Post message: [email protected]
  Subscribe:    [email protected]
  Unsubscribe:  [email protected]

---------------------Yahoo! Groups Links





------------------------------------

---------------------
Be Prepared
Sekali Pramuka tetap Pramuka
---------------------

Pramuka email addresses:
  Post message: [email protected]
  Subscribe:    [email protected]
  Unsubscribe:  [email protected]

---------------------Yahoo! Groups Links




Kirim email ke