dari Jalaludin Rumi 

Sungguh gembira bila tangannya meraih tanganku dengan penuh cinta,
menampakkan kepala di jendela seperti bulan bercahaya.

Seandainya penyejuk hatiku tiba, meringankan beban tangan dan kaki, kerena
tangan dan kakiku sekarang masih terbelenggu oleh tangan dunia.

"Kau akan tahu aku tak bisa hidup tanpa kau, demi Tuhan yang mencabut nyawa
insani, mati jalan terbaik bagiku dari pada tersesat di muka bumi."

Aku tidak akan percaya Kau akan meninggalkan hambamu ini, sudah sering ku
katakan, banyak musuh-musuhku sering kali menyiarkan berita palsu.

Kaulah jiwaku, tanpa jiwa aku tidak akan tahu bagaimana seharusnya hidup,
Kaulah mataku tanpa Kau, aku akan buta.

Kau yang datang di waktu subuh pembawa pelita dan melayangkan hatiku, ambil
layangkan pula rohku, jangan hanya hatiku.

Kutebarkan buaian agar hatiku diam, hatiku akan tidur lelap bila buaian ini
tertanam.

Jika ia datang dengan hati riang gembira, berbaringlah kau dan pandang jelas
mukzizat Tuhan itu.




Life for Success

Salam Trainer

Regards, 

HENDRY RISJAWAN

  www.trainersclub.or.id <http://www.trainersclub.or.id/> 

  [email protected]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke