Salam... Mungkin saya hanya sedikit menanggapi cerita ini.... Perbedaan yang mendasar adalah ini bagian dari perubahan keuangan yang berakibat kepada dunia pendidikan.... Dalam Dunia Persaingan Kerja, Memang banyak memaksakan kita harus bekerja bukan dibidang "zaman Kuliah",tapi ini hanya sebuah fenomena "bahwa yang penting Kuliah" adalah Yang penting ada gelar...biar gampang kerja. Saya Secara pribadi meyakinkan bahwa lebih baik kita mendapatkan ilmu yang berkualitas dan bisa kita gunakan untuk orang lain...terserah itu menjadi " duit" atau tidak Keihklasan melakukan sesuatu bukan dari Uang....Maka jadilah orang yang "berkualitas" dan "berisi" dari pada "hanya " luarnya yang hebat.demikian...maap terlalu banyak
Salam r.h.y.a.n --- On Fri, 5/29/09, Yudistira S. Aji <[email protected]> wrote: From: Yudistira S. Aji <[email protected]> Subject: [Pramuka] (oot) Cita-Cita: KULIAH Apa Aja Deh... To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Friday, May 29, 2009, 4:55 AM Cita-Cita: KULIAH Apa Aja Deh... by Y.S. Aji Soedarsono 29 May 2009 Beberapa minggu yang lalu, seorang bapak dari 3 orang remaja menuturkan kepada saya bahwa dengan situasi dan kondisi dunia pendidikan di Indoneisa seperti sekarang ini, dia mencoba realistis dengan apa yang dihadapi oleh 3 anaknya. Dia tidak ingin memaksakan berapa nilai yang harus dicapai oleh mereka. Dia tidak ingin memaksakan jurusan IPS atau IPA bagi anak-anaknya. Bahkan lebih dari itu, dia mengijinkan anak-anaknya saat lulus SMA untuk kuliah apa saja, yang penting kuliah. Mengapa dia mengatakan seperti itu? Apakah banyak orangtua yang bersikap seperti itu? Lalu, bagaimana dengan cita-cita anak-anak mereka? ========>>>> jawabnya ada di: <http://dreamsmarter .blogspot. com/> salam hangat aji <http://www.DreamSMA RTer.blogspot. com/> [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

