Kegiatan bagi pramuka usia Penegak memang dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak
itu sendiri, namun demikian Anggota dewasa bertugas memberikan bimbingan dan
pengawasan tentunya.
Melihat apa yang terjadi pada Anggota Pramuka yang tersesat di Gunung Argopuro
sangat disayangkan ketika akan turun dari puncak Pembina menyuruh peserta
pendakian untuk turun sendiri-sendiri (penuturan dari seorang peserta setelah
evakuasi).
Terlepas dari faktor "alam" baik itu yang terlihat maupun tidak, sebuah
pengawasan tetap harus diilakukan terutama untuk kategori kegiatan yang
"menantang" seperti Pendakian, bukankah tanggung jawab akan menjadi sebuah
pertanyaan bagi seorang Pembina pada saat dan setelah kegiatan.
Bagaimanakah jadinya apabila Pembina melepas pesdiknya dengan tanpa pengawasan?
Meskipun informasi yang saya dapat dari media bahwa Kwarcab setempat akan
mencabut hak membina bagi kedua Pembina yang mendampingi, secara pribadi saya
tetap mengapresiasi mereka, karena dewasa ini ada banyak dari Anggota Dewasa
bahkan malas mendampingi anak didiknya melaksanakan kegiatan dilapangan.
Apalagi kegiatan semacam pendakian gunung.
Banyak dari mereka yang menjadi Pembina hanya karena "Perintah Atasan". Ikut
Kursus Pembina Pramuka Mahir pun atas "Perintah Atasan". Akhirnya sepulang
kursus hanya dapat "Sertifikat".
Mungkinkah perlu ada "SERTIFIKASI PEMBINA PRAMUKA?" atau mungkin dengan Kursus
Pembina Mahir dan seterusnya sudah dapat menghasilkan Pembina Pramuka
Profesional??
Apa yang dihasilkan?
Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo!
Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]