Sangat bodoh jika Kwarcab setempat mencabut hak bina pembina tersebut, seharusnya pembina yang bersangkutan dipanggil, diminta penjelasan dan diberikan pendidikan lanjutan agar kedepannya ada perbaikan...
agus mustofa wrote: > > > Kegiatan bagi pramuka usia Penegak memang dari, oleh dan untuk Pramuka > Penegak itu sendiri, namun demikian Anggota dewasa bertugas memberikan > bimbingan dan pengawasan tentunya. > Melihat apa yang terjadi pada Anggota Pramuka yang tersesat di Gunung > Argopuro sangat disayangkan ketika akan turun dari puncak Pembina > menyuruh peserta pendakian untuk turun sendiri-sendiri (penuturan dari > seorang peserta setelah evakuasi). > Terlepas dari faktor "alam" baik itu yang terlihat maupun tidak, > sebuah pengawasan tetap harus diilakukan terutama untuk kategori > kegiatan yang "menantang" seperti Pendakian, bukankah tanggung jawab > akan menjadi sebuah pertanyaan bagi seorang Pembina pada saat dan > setelah kegiatan. > Bagaimanakah jadinya apabila Pembina melepas pesdiknya dengan tanpa > pengawasan? > > Meskipun informasi yang saya dapat dari media bahwa Kwarcab setempat > akan mencabut hak membina bagi kedua Pembina yang mendampingi, secara > pribadi saya tetap mengapresiasi mereka, karena dewasa ini ada banyak > dari Anggota Dewasa bahkan malas mendampingi anak didiknya > melaksanakan kegiatan dilapangan. Apalagi kegiatan semacam pendakian > gunung. > > Banyak dari mereka yang menjadi Pembina hanya karena "Perintah > Atasan". Ikut Kursus Pembina Pramuka Mahir pun atas "Perintah Atasan". > Akhirnya sepulang kursus hanya dapat "Sertifikat". > > Mungkinkah perlu ada "SERTIFIKASI PEMBINA PRAMUKA?" atau mungkin > dengan Kursus Pembina Mahir dan seterusnya sudah dapat menghasilkan > Pembina Pramuka Profesional?? > > Apa yang dihasilkan? > > > Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! > Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com > <http://id.messenger.yahoo.com> > > [Non-text portions of this message have been removed] > >

