RENUNGAN BUAT RETROSPEKSI DEMOKRASI YANG KEBABLASAN
KEPADA
DEMONSTRAN MAHASISWA
Ketika genderang kau pukul bertalu,
Ketika megaphone kau sandang di bahu,
Ketia barisan kau tata dengan semangat menyatu
Ketika ide-ide engkau tancapkan di dada pendukungmu.
Bergeraklah barisanmu, menuju arah pencapaian makna-makna yang terhunjam
Di sisi jalan masyarakat menanti apa hasilmu
Mereka belum bertepuk
Mereka belum melambaikan tangan
Tapi mereka tetap menanti hasilmu
Kadang-kadang mereka bertanya siapa yang menyuruhmu.
Di sepanjang jalan engkau mengepalkan tangan
Di sepanjang jalan gemuruh engkau menyanyikan lagu perjuangan
Masyarakat di pinggir jalan bangkit mereka memujimu
Sampai batas waktu demonstrasi berlalu
Tapi mereka menjadi lunglai
Ketika engkau membakar kampusmu sendiri
Mereka lemas ketika almamatermu kau rusak.
Mereka sedih ketika mobil butut dosenmu itu kau tendang-tendang dan engkau
gulingkan
Mereka menangis ketika fasilitas umum engkau bakar
Apakah yang berkecamuk di dadamu
Apakah yang telah engkau perbuat uyntuk negeri ini?
Bahkan beras sebutirpun belum pernah engkau hasilkan dengan tanganmu sendiri,
Timah segenggam pun belum pernah engkau gali sendiri dari bumimu
dan batu bata sebiji pun belum pernah engkau cetak dari tanganmu.
Mahasiswa pujaanku
Kembalilah ke kampusmu
Belajarlahlah dulu dengan profesormu..... Siapa dia?
Dialah para petani yang hidup
sederhana
Belajarlah tentang kehidupan kepada para buruh-buruyh pabrik
Belajarlah ketangguhan pada kuli-kuli yang keringatnya bercucuran
Belajarlah rendah hati kepada orang-orang miskin
Lalu berdemonstrasilah
Karena mereka itu guru kita yang TELAH MENDEMONSTRASIKAN KEHIDUPANNYA SECARA
NYATA
DAN TIDAK DENGAN CARA MERUSAK.
Jayapura, 21 Januari 2010
JOKO MURSITHO
[Non-text portions of this message have been removed]