DOWNLOAD E-BOOK FOR FREE at Gilaupload. Mohon bantuan untuk menyebarluaskan email ini ke teman-teman yang berminat pada tema ini untuk membantu misi penyebarluasan "ide" ini. Kami tunggu komentarannya.
Download for Free (tidak perlu membership) Update Terbaru e-book "Kompatiologi logika komunikasi empati" e-link: http://antonwid.gilaupload.com * file PDF: http://antonwid.gilaupload.com/Kompati_LKE.pdf * file Ms.Word: http://antonwid.gilaupload.com/Kompati_LKE.rtf File PDF dan RTF(Ms.Word) bebas virus sehingga aman untuk didownload. "Non scholae, sed vitae discimus." "Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup." (Surat-surat Lucius Annaeus Seneca / Seneca Muda, Epistulae morales ad Lucilium CVI, 12. Seneca adalah seorang filsuf dan pujangga Romawi yang hidup antara 4 SM - 65 M.) SINOPSIS Ketika budaya sampai pada diri kita, kita tidak pernah memikirkan asalnya dan juga tidak menyadari bahwa budaya sudah terbelenggu di balik terali besi. Sampai pada suatu saat Vincent Liong secara tidak sengaja menemukan bahwa budaya sudah menjadikan manusia merana karena dengan berbudaya berarti manusia ikut terbelenggu di balik terali besi. Dengan susah payah Vincent Liong mempertahankan hak asasiya sebagai manusia untuk tidak dilabelkan Indigo secara sembarangan oleh masyarakat. Hilang sudah kebebasannya. Bayangkan hanya dengan sebuah "kata" Indigo ternyata tidak hanya merampas kebebasannya tetapi juga sikap tidak bersahabat, vonis pengucilan, penekanan mental dan teror. Terlihat disini "kata" yang adalah bagian dari budaya itu menjadi mengerikan, sehingga Ide yang murni tidaklah mungkin muncul karena "kata", dari "kata" hanya dapat melihat fenomena, sehingga data mentah hanya dapat ditemukan jika tidak memakai "kata". Sebuah dawai telah memiliki nada, jika dia tidak dipetik bukan berarti dia tak bernada, hanya kita tak dapat mendengar nadanya. Nada yang terdengar adalah hasil dari petikan, dan mempunyai kemungkinan tak ada batasnya. Menarik jika diperhatikan lebih lanjut penemuan Vincent Liong tentang tehnik zat cair yang masuk ke dalam tubuh kita, dalam hal ini dengan cara diminum dengan aturan dan cara Vincent Liong ternyata dapat mempunyai relasi terhadap hal hal yang tidak pernah terpikir, akan membawa efek memunculkan data mentah pada tiap individu, yang sebenarnya sudah ada, tetapi tenggelam, menuju ke permukaan. Sehingga setiap individu menjadi suatu individu "baru" yang memiliki kemampuan lebih dari sebelumnya. Kemampuan manusia yang sudah lama terkubur karena tidak pernah diperhatikan dan sudah terdesak oleh kemajuan jaman, menjadi tersadari atau lebih tepatnya menjadi bagian penting dalam manusia membuat pertimbangan untuk mengambil keputusan. Tidaklah berarti dia menjadi manusia super, tetapi suatu pribadi yang lebih utuh. Yang sebelumnya dia mengira apa yang menjadi pilihan dalam hidupnya sudah benar dan mungkin juga sudah tidak ada pilihan lain, ternyata menjadi melihat ada pilihan pilihan baru yang yang dihasilkan dari dasyatnya kehendak bebas (free will) dan jika dia memilih tanpa pertimbangan yang matang akan membuat kehendak bebas yang tadinya bernilai positif berubah menjadi kutukan. Perlahan tapi pasti dari efeknya akan membuat dia menjadi mahir dalam bidang strategi, kewaspadaan dan kesadaran diri meningkat, sehingga tidak ada lagi tindakan konyol yang akan dilakukannya, seandainya ada orang yang melihat dia konyol sebenarnya tindakan yang tampaknya konyol itu dilakukan dengan sadar dan sudah menjadi pilihannya dan rencananya. Strategi dan kesadaran diri adalah sebagian hal yang membedakan manusia dari binatang. Kekuatan badan dan akal saja tidak akan membawa manusia menjadi unggul dan menjadi penguasa bumi. Manusia purba tidak mungkin berkembang menjadi manusia masa kini jika tidak memiliki kedua unsur tersebut. Di dalam perkembangannya ada masanya manusia lebih mengunggulkan kekuatan badan, kekuatan kelompok, dan pada masa kini manusia lebih mengunggulkan kekuatan akal. Akal yang diharapkan akan menghasilkan hal yang lebih baik dan bermoral, ternyata malah menghasilkan kekacauan dan kesengsaraan bagi manusia dan hanya menghasilkan keuntungan bagi kelompok atau dirinya dan tidak pernah mempertimbangkan kerugian dipihak lain. Sedangkan strategi bertujuan meminimalkan kerugian dari semua pihak. Semenjak manusia sadar bahwa dia memiliki kesadaran diri, dan kesadaran diri adalah sesuatu yang pasti, maka manusia menganggap semua ilmu pengetahuan harus dibangun atas dasar kepastian. Sehingga semua pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan dan ketidak pastian tidak dapat dipandang sebagai ilmu. Tetapi jangan lupa kesadaran diri dan pengalaman tidaklah ada hubungannya. Pengalaman akan menghasilkan pemahaman yang berbeda bagi tiap individu. Jadi pengetahuan yang didapat dari pengalaman tidak dapat dengan begitu saja dikatakan benar atau salah dengan memakai metode kepastian. Kini tiba pada pengertian baru, bahwa pengalaman tidak dapat menjadi tolok ukur, tetapi menghasilkan jangkauan variasi yang berskala. Ini sebenarnya sudah kita ketahui sejak dulu, tetapi tidak pernah kita sadari, seperti waktu, tidak kita sadari adalah suatu dimensi sampai Einstein mengenalkan pada kita bahwa waktu adalah dimensi. Setelah kita menyadari waktu adalah dimensi, banyak pengetahuan yang dahulu terasa benar, akhirnya kebenarannya hanya di dalam lingkup dan kondisi yang sangat sempit dan tertentu. Anda mempunyai kesadaran akan adanya pilihan. Pilihan ada di tangan anda. Tetap tinggal di kepastian, atau berani mengalami realita baru dalam hidup anda. (Copy & Paste dari bagian Pendahuluan, ditulis oleh: Anton Widjojo; Jakarta, Sabtu, 15 Maret 2008) KETERANGAN BUKU Judul: Kompatiologi logika komunikasi empati Penulis: Vincent Liong dan Cornelia Istiani Penerbit: belum diterbitkan (dicari penerbit yg cocok) Jumlah halaman: 80 halaman A4 Jenis dan ukuran tulisan: times new roman 11 spasi 1 Download, print dan baca: for free US$ 0.0 Tema: Filsafat, Budaya, Psikologi, Pendidikan, Spiritual, Teologi, Agama. (note: sebelumnya pernah dipublikasikan dengan judul e-book: "Kompatiologi logika sampler dan translater" karena judul ini bahasanya kurang bersahabat dengan pembaca maka judul e-book kami ganti. file ini juga mengalami beberapa perubahan untuk bagian di; * Pendahuluan * bab III Tentang Kompatiologi : Asal-Muasal Nama Kompatiologi * bab VI Setelah Dekon-Kompatiologi ) CARA DOWNLOAD & BACA BUKU Download for Free (tidak perlu membership) Update Terbaru e-book "Kompatiologi logika komunikasi empati" e-link: http://antonwid.gilaupload.com * file PDF: http://antonwid.gilaupload.com/Kompati_LKE.pdf * file Ms.Word: http://antonwid.gilaupload.com/Kompati_LKE.rtf File PDF dan RTF(Ms.Word) bebas virus sehingga aman untuk didownload. RAHASIA CARA MEMBACA BUKU INI Untuk membaca buku ini pertama-tama perlu niat yang kuat, niat saja tidak cukup. Bilamana orang tsb sudah memiliki praduga, prasangka, pola pikir, teori tertentu sebelum membaca buku ini; maka tidak akan memperoleh pengertian apapun dengan membaca buku ini, atau terjadi kebingungan karena semua yang terjadi setelah membaca buku ini di luar apa yang telah ia ketahui sepanjang hidupnya. Perlu semacam kepasrahan di dalam membaca buku ini. Buku ini akan lebih mudah dibaca oleh mereka yang memiliki sedikit pengetahuan dan sedikit prasangka terhadap kehidupan. Jika orang yang sudah memiliki praduga, prasangka, pola pikir, teori tertentu rela mengambil sikap pasrah dalam membaca buku ini; maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih. "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga." (Matius 5:3) TEMPAT DISKUSI BUKU INI Blog: http://kompatiologi-vincentliong.blogspot.com Maillist 1: http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati Maillist 2: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong Maillist 3: http://groups.google.com/group/komunikasi_empati/about Subscribe Free Newsletter: http://groups.yahoo.com/group/kompatiologi KOMENTAR SINGKAT PEMBACA "Melalui Perjalanan Hidupnya; Vincent telah berhasil membuka CAKRAWALA BARU dalam Ranah Budaya Indonesia dalam mencari PENCERAHAN ULTIMA." Tony Setiabudhi ; Psikiater dan Lektor Kepala pada Fak. Kedokteran Universitas Trisakti "Penulis cukup tangguh dengan konsep pengembangan manusia-konstruktif nya. Cukup jujur dalam beberapa hal, tapi masih ada ketertutupan dalam beberapa hal lain mengenai konsep manusia sehingga mengurangi nilai konstruktif tsb. Ada pengalihan obyek analisa untuk menghindar dari obyek analisa yang lebih mendekati nilai kejujuran bagi pikir dan nurani". Sjamsuddin Odex "Perjalanan pemikiran dan pengalaman penulis buku ini adalah suatu refleksi keindahan dan keunikan alam semesta yang patut disyukuri, namun tetap untuk disadari sebagai bentuk amanah kebesaran Sang Pencipta sehingga membutuhkan tanggung jawab demi terjaganya keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan bersama." Yasmine Yessy Gusman ; Ibu Rumah Tangga "Maaf, jalan menuju khilafah sedang diperbaiki, sementara anda dialihkan kejalan pembelajaran, perjuangan dan pengorbanan. Hati-hatilah...." Abu Ibrahim ; Hizbut Tahrir Sydney, AUS --- tidak ada kemulyaan tanpa Islam tidak ada Islam tanpa syariah tidak ada syariah tanpa khilafah "yang jelas buku ini menarik. manusia dan kemanusiaan akan susah dipahami tanpa komunikasi yang empatik. manusia adalah makhluk yang sesungguhnya dihadapkan pada pilihan-pilihan. manusia pembelajar ialah yang mampu belajar dengan sungguh-sungguh, sebesar apapun rintangan yang menghadang." M Alfan Alfian ; Direktur riset The Akbar Tandjung Institute "w suka tulisan lo, sepertinya ide besar u bukan mimpi, bukan juga dongeng, bukan juga khayalan. tapi sebuah sistem kerajaan yang diawali dengan kejeniusan, dan keseriusan. keep fight" Najib ; Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Fisika "Karya e-books ini hemat saya bergravitasi pada dunia praktis dari psikologi populer. Layaknya sains psikologi dengan reduksi asumsi-asumsi antroposentris, maka teknik minum teh dalam berbagai rasa, adalah teknik sederhana yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang lantas dibungkus metodologi. Sejumlah bahasa filsafat sering mewarnai e-books ini. Istilah "dekon", misalnya. Seingat saya, istilah perancisnya adalah deconstruire yang lebih dekat sebagai kata kerja. Namun, setelah diserap bahasa Indonesia menjadi dekonstruksi, maka ia berubah menjadi kata benda. Sebaiknya, dekonstruk lebih tepat digunakan. Mengingat posisi kata dekonstruk sebagai kata kerja. Ia merupakan respons filosofis Derrida terhadap destruktion para filsuf jerman. Ini memang soal penting bagi episteme di sana, khususnya tentang kelanjutan kritik di kalangan neo-Marxis, kapitalisme maupun sosialisme bermasalah dengan positivisme yang tak partisipasi. Sejauh mata memandang, e-books ini judul-esensialnya adalah "Aku Minum Teh, Aku Lega". Kosmologi Jawa mengajarkan: "Hidup itu cuma mampir minum". Ada alam keabadian lain di luar gua Yunani Kuno. Nah, upacara minum teh dalam range "pahit hingga manis" adalah wujud mampir minum itu. Rasa, dapat menjadi daya pemberat bagi siklus kehidupan psikis. Kiranya begitu ijtihad yang dilakukan Vincent dalam e-books ini. Amat berguna dalam siklus kehidupan hari ini bagi saya. Bangun pagi, minum teh kadang pahit kadang manis..." Anom S.P ; Konsultan dan Penulis PERMOHONAN KOMENTARAN SINGKAT & JALUR PENERBITAN Kami mengharapkan bilamana anda bersedia meluangkan waktu untuk membacanya dan memberikan komentaran singkat tertulis, yang sesuai dengan gaya bahasa dan sudutpandang versi anda, untuk kemudian akan saya lampirkan dalam buku ini yang akan segera kami terbitkan. Format komentaran singkat sbb: " ********************* " (tulisan komentar anda satu kalimat hingga satu paragraf) [Nama Lengkap Asli penulis komentar] [Latarbelakang Asli diri anda dalam satu kalimat] Bilamana anda berminat untuk memberikan komentaran dengan format berbeda seperti misalnya; * Pendahuluan dengan atau tanpa judul khusus dari penulis komentar sendiri. Kami akan berusaha menyertakannya dalam buku versi cetak yang akan segera kami terbitkan. * Pertimbangan judul buku yang berbeda yang menurut anda lebih cocok untuk menjadi judul buku ini dibandingkan judul; Kompatiologi logika komunikasi empati Komentaran bisa dikirim: * per-email ke <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]> * Per pos/surat kepada Yth: Vincent Liong ; alamat: Jl. Ametis IV G/22 Permata Hijau, Jakarta 12210 - INDONESIA. Harap beri keterangan: "Komentar untuk draft buku Kompatiologi [Nama Anda]" * Per Fax ke no telp: 021-5348546 Bilamana ingin ngobrol-ngobrol mengenai buku `Kompatiologi logika sampler dan translater' silahkan menghubungi kami per telepon ke: * Vincent Liong 021-5482193,5348567/46(Home), 021-70006775(CDMA Flexi), 021-98806892(CDMA Esia), 08881333410(CDMA Fren) * Cornelia Istiani 021-68358037(CDMA Flexi), 081585228174(Hp) Bilamana sahabat anda atau anda sendiri bekerja atau memiliki koneksi/jalur ke sebuah penerbit buku dan tertarik pada e-book ini juga bisa menghubungi Cornelia Istiani dan akan kami pertimbangan, sebab sampai hari ini kami belum menyerahkan naskah ini ke penerbit tertentu untuk diterbitkan. Kami mengharapkan ada penerbit yang benar-benar berminat pada naskah ini untuk menerbitkannya, demi menjaga keaslian naskah ini. Beberapa editor sukarelawan dari latarbelakang berbeda membantu kami mengedit naskah ini, baru setelah selesai editing akan kami mengurus penerbitannya. Terimakasih atas waktu yang anda luangkan Atas bantuannya kami ucapkan terimakasih.
