dari WIKIMU

Supervisor, Bemper atau Burger?

Jumat, 16-11-2007 10:36:57 oleh: surjo sulaksono
Kanal: Opini

Dalam pembicaraan dengan para supervisor yang mengikuti pelatihan
Supervisory saya sering mendengar keluhan: nggak enak jadi supervisor karena
sering diperlakukan seperti 'bemper'. Eddy Sud Rachmat Kartolo - Maksud lo?
Gitu saya meniru anak muda sekarang untuk minta penjelasan lebih lanjut.

Maksud saya, dulu sewaktu jadi staf biasa, saya hanya bertanggung jawab
terhadap hasil kerja saya. Bos hanya bisa mengomentari apa yang saya lakukan
atau hasilkan. Sekarang, kalau anak buah saya melakukan kesalahan, saya kena
teguran. Ibarat terjadi tabrakan di depan, bempernya yang penyok.
Sebaliknya, kalau bawahan nuntut ini itu dan belum atau tidak dipenuhi,
mereka bilang saya ga peduli pada bawahan. Tabrakan dari belakang, lagi-lagi
bempernya penyok. Padahal, yang selalu menikmati fasilitas, ya manajer,
alias dia aman di dalam. Bawahan juga aman karena terlindungi oleh saya dari
kemarahan manajer.

Betulkah nasib supervisor seperti bemper yang maju kena - mundur kena? Ya,
benar, jika mereka tidak tahu tugasnya dengan pasti, tidak tahu
karakteristik supervisor ideal, dan buta tentang kemampuan yang disyaratkan.


Pertama, apa sih tugas supervisor? Ada Tridarma Supervisor: Mengelola Diri
Sendiri, Mengelola Pekerjaan, dan Mengelola Bawahan. Supervisor harus
seorang yang mampu mengelola dirinya. Mengelola emosi, cara berpikir, tutur
kata, dan tindak tanduknya harus benar. Dia harus meningkatkan skill,
kowledge, dan attitudenya secara konsisten dan berkesinambungan. Supervisor
juga harus mampu mengelola pekerjaannya. Dia harus memiliki cara cara baru,
berinovasi dan kreatif untuk melakukan pekerjaannya dengan efektif dan
efisien. Hasil karyanya haruslah meningkat, baik kualitas maupun
kuantitasnya. Supervisor juga harus mampu mengelola bawahannya, merekrut
anggota terbaiknya, menilai hasil kerja mereka, mengawasi, mengarahkan,
memotivasi, membimbing, dan memberdayakan bawahan.

Kedua, Supervisor harus mengetahui 4 K dari karakteristik supervisor ideal.
K- Karakter, Supervisor haruslah seorang yang jujur, artinya mengakui semua
perbuatannya: benar atau salah. Supervisor juga haruslah berintegritas,
artinya melaksanakan apa yang diucapkannya, menjadi teladan, walk the talk -
tidak 'asbun'.

K- Koperatif, Supervisor harus bisa bekerja sama dengan bawahan, klien,
supplier, sesama supervisor, dan atau manajernya. Dia tidak dapat bekerja
soliter lagi.

K- Kompeten, Supervisor haruslah orang yang kompeten di bidangnya.
Bersyukurlah bila Anda memulai dari bawah, karena mungkin saja Anda
dipromosikan karena Anda dinilai kompeten di bidang tersebut. Jika Anda
fresh graduate dan mendapat rejeki nomplok sebagai supervisor, cobalah Anda
mendalami bidang yang Anda geluti. Jangan malu untuk bertanya pada bawahan
Anda. Lebih mudah bagi Anda untuk memberikan pengarahan, misalnya, jika Anda
tahu persis apa yang terjadi di gemba.

K- Komunikatif. Karena anda berhubungan dengan manusia, bukan robot atau
mesin, Anda harus berbicara dalam 'bahasa manusia'. Jadilah pendengar yang
baik, berikan respon yang tepat - bukan menggurui - bukan menasehati apalagi
mengecam. Latihlah diri Anda untuk mengucapkan artikulasi dengan jelas,
bangunlah kepercayaan diri untuk berani berbicara di depan umum. Latihan
presentasi, memberikan briefing, melakukan coaching, memberikan feedback,
membantu problem solving, memimpin meeting, meningkatkan negotiating skills,
melakukan komunikasi telpon, surat menyurat, menulis laporan, membuat
pengumuman, membuat grafik, dll sesuai dengan bidang pekerjaan Anda.

Terakhir, Supervisor harus mengetahui tiga kemampuan yang harus dimiliki.
Kemampuan pertama adalah technical skills. Seperti diutarakan di depan;
seorang Sales Supervisor harus bisa melakukan penjualan, misalnya. Penting
bagi supervisor untuk melakukan joint visit dengan salesman (baru maupun
lama) untuk lebih mengetahui kondisi pasar maupun kemampuan bawahan. Seorang
Supervisor Bengkel Mobil, misalnya, harus tahu cara membetulkan mesin yang
benar sehingga dia dapat menegur bawahan yang keliru mengencangkan baut,
misalnya. Dia dapat menilai montir yang bekerja baik dan yang asal-asalan
sehingga performance appraisal yang dilakukannya dapat akurat. Di tingkat
supervisor kemampuan teknis menjadi sangat dominan dibanding level
manajerial di atasnya. Mengapa? Karena dialah tempat bertanya bagi staf, di
kantor, di pabrik, maupun di lapangan. Dia menjadi guru bagi bawahannya.

Kemampuan kedua adalah interpersonal skills. Lebih dari 8 jam masa terjaga
seorang supervisor dikelilingi oleh manusia. Sekalipun dia bekerja
diindustri manufaktur yang fully automatic dikerjakan oleh mesin atau robot,
tetap saja ada operatornya. Supervisor berinteraksi dengan manusia yang
memiliki rasio dan emosi. Mereka membutuhkan pujian, sapaan, senyum
persahabatan, didengarkan keluhannya, dibantu persoalannya, ditegur jika
melakukan kekeliruan, diajari, diacungi jempol, disalam dengan hangat, dll.
Anda menjadi sahabat bagi mereka yang menjadi konstituen Anda. Sampai level
puncak pun interpersonal skills ini tetap diperlukan.

Kemampuan terakhir adalah conceptual thinking. Meski tugas Anda sebagian
besar adalah mengerjakan kebijakan perusahaan, tetapi karena Anda sudah
menjadi bagian manajemen di lini depan, maka Anda perlu meningkatkan
kemampuan berpikir konsep. Anda perlu belajar untuk memahami visi-misi
perusahaan dan menterjemahkannya menjadi SOP yang mudah dipahami bawahan
karena sederhana dan sistematis. Anda juga perlu memperjuangkan usulan dari
bawah dan menyisipkannya kedalam proposal yang dapat mendukung tercapainya
visi-misi perusahaan. Karena itu Anda perlu belajar grafik, diagram, table
dsb seperti bahasa yang dipahami oleh para 'dewa' di puncak kekuasaan. Tanpa
itu semua, proposal maupun report Anda hanya akan dipandang sebagai surat
cinta anak monyet (?)

Kalau demikian, apakah Anda masih merasa sebagai bemper? Bukankah sekarang
mestinya anda menganggap sebagai bagian tengah dari burger yang diapit oleh
roti di atas dan di bawahnya? Iya dong, Anda justru paling berharga.
Sepotong burger tentu tidak nikmat jika tidak ada daging, selada, mayonaise
dan bumbu lain di tengahnya. Tapi jangan juga besar kepala, nanti yang makan
bisa jadi mblenger, klenger dan keblinger!!!!


-- 
--- Rider B 6537 KCL ---
http://lampuhijau.wordpress.com/
http://revo-me.blogspot.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke