---------- Forwarded message ----------
From: Andriansyah B <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]

Gw sih belom lihat quickie express ini.. bosen juga di film indonesia adanya
tampang si tora melulu... tapi banyak yg bilang model2 warkop gitu.. jadi
penasaran jg..


Quickie Express:
Mengkhianati "WARKOP"
oleh Hikmat Darmawan <http://www.rumahfilm.org/hubungi_hikmat.htm>
Redaktur Rumahfilm.org <http://www.rumahfilm.org/>

*Jojo: "Anjing!"*

*Om Mudakir: "Masya Allah!"*

Dan apakah "Warkop"?

Dimas Djayadiningrat, sutradara* QuickieExpress*, mengaku dalam konferensi
pers bahwa film ini adalah sebuah *tribute *(pengenangan-penghormatan)
terhadap film-film komedi Warkop (Warung Kopi) Dono Kasino Indro. Dimas
segera menyebutkan contoh, betapa ia mempermainkan sinematografi agar tampak
seperti film-film Warkop zaman dulu.

Memang, terutama di bagian awal, fotografi tampak agak buram kecoklatan,
selayak film tua. Tata cahaya sengaja dibuat terlalu terang, seperti biasa
film-film kita saat itu. Malah, judul dan *title *nama-nama tokoh pun dibuat
merapat ke kanan-kiri layar, seolah hampir terpotong. Memang, jika kita
melihat film-film Warkop di video atau televisi, rasio gambar tak
disesuaikan, sehingga (1) gambar jadi lonjong, atau (2) bagian kanan dan
kiri gambar terpotong, dan yang terlihat di layar TV adalah "(Do)*
no-Kasino-In*(dro)".

Apakah itu hakikat film "warkop"? Tentu tidak. "Penampakan" film Warkop yang
demikian itu *kan *sama saja untuk film-film Indonesia lain di era Trio
Video Tara, bukan? (Bagi yang, ehm, terlalu muda untuk ingat: pada 1980-an,
marak *rental* video berformat Betamax. Nah, perusahaan pengganda film yang
memonopoli peredaran film nasional dalam bentuk video Beta adalah Trio Video
Tara. Logonya selalu tampak di pojok kanan atas layar.)

Sebagai pelahap rakus film yang dibesarkan antara lain oleh film-film
Warkop, saya punya "standar" sendiri jika ada pembuat film yang
"berani-beraninya" mengaku akan bikin *tribute *buat film-film Warkop. Saya
sempat skeptis sewaktu mendengar bahwa cerita *Quickie Express*. Kisah Jojo
(Tora Sudiro), Marley (Amink), dan Piktor ( Lukman Sardi) yang menjadi
gigolo. Ini sebuah *high concept* untuk film Indonesia.

Apakah film-film Warkop pernah punya *high concept*? Hm. Mereka pernah jadi
detektif partikelir dalam *Pintar-pintar Bodoh *(Arizal, 1980), dan jadi
"polisi swasta" dalam *CHIPS-Cara Hebat Ikut Penanggulanan Masalah
Sosial*(Iksan Lahardi, 1982). Atau jadi organisasi rahasia yang
menjadikan Dono
sebagai manusia bionik setelah ditabrak bemo, dalam *Manusia 6.000.000Dollar
*(Ali Shahab, 1981)*.* Di awal karir dan di akhir karir, mereka memang lebih
sering melontarkan premis cerita sederhana: kehidupan sehari-hari
mahasiswa/anak kos, biasanya ditambah persoalan mencari perhatian cewek
cakep. Seperti dalam film-film awal mereka, *Mana Tahan *(Nawi Ismail,
1979), atau *Gengsi Dong!* (Nawi Ismail, 1980). Tapi, oke lah, premis cerita
tentang gigolo lulus masuk daftar "layak Warkop".

Apa lagi? "Menarik perhatian cewek" –oke. Tepatnya, "melakukan hal-hal
konyol untuk menarik perhatian cewek". Sebagai gigolo, banyak polah konyol
dilakukan (atau menimpa) Jojo, Marley, Piktor ketika menghadapi para klien
yang (rata-rata) perempuan. Khususnya, adegan ketiganya menghadapi para
klien pertama mereka. Film-film Warkop, khususnya pada periode akhir
kejayaan mereka, ketika dalam setahun mereka rutin mengeluarkan dua film
(yakni, waktu lebaran, dan waktu tahun baru), selalu agak *horny*. Dengan
premis dunia gigolo, tentu saja *Quickie Express *punya dosis *horny *lebih
besar lagi.

Lalu, nah, ini penting, lawakan *slapstick *(komedi fisik)? Ada. Tepatnya,
dalam film-film Warkop, lawakan *slapstik *lekat pula dengan komedi situasi.
Dalam *Quickie Express*, lawakan *slapstick *dan komedi situasi cukup
terjaga.Lihat adegan pelatihan jadi gigolo di Quickie Express Training
Centre. Khususnya, adegan latihan "*body language*". Si instruktur sangat
berhasil jadi *scene stealer*, karena dengan cemerlang menampilkan parodi
gerakan mesum yang luar biasa tak tahu malu –dengan serius!

Tapi, saya tetap merasa bahwa *Quickie Express*, jika benar diniatkan
jadi *tribute
*untuk Warkop, sama sekali tak terasa "ke-Warkop-warkop-an". *Quickie
Express*, dalam banyak hal, mengkhianati Warkop. Tak cukup Dimas berkelit
bahwa karena zaman sekarang sudah beda, lantas humornya pun beda dari zaman
Warkop. Film ini terlalu banyak mengada-adakan yang tak ada di film-film
Warkop, sehingga sang "Warkop" tak tertangkap nyaris sepenuhnya. Cobalah
kita buat daftar.

Yang tak ada di film-film Warkop (tapi ada dalam *Quickie Express*):

   1. Tak ada retorika kamera.
   2. Tak ada aktor watak berperan melawak dalam trio itu –semuanya
   pelawak.
   3. Bukan *plot driven.*
   4. Tak ada narasi *off screen.*
   5. Tak ada *music score *yang rapi atau canggih.
   6. Tak ada *sound track *lagu-lagu latar yang *keren* (warkop sering
   membuat lagu-lagu sendiri, biasanya parodi).
   7. Tak ada tema besar.

*Quickie Express *memang tampak tak hendak menyampaikan wacana. Ia hanya
menggambarkan individu yang ingin mencari tempat yang tepat, bukan dalam dan
untuk masyarakat, tapi untuk mendapat kesenangan dan kenyamanan hidup
pribadi. Dan terasa ada keinginan untuk menampik pesan ("tendens", jika kita
pinjam istilah dalam polemis sastra lama). Pada saat Jojo merenungi
pekerjaannya, dan berniat berhenti, ia lantas memikirkan –dalam sebuah
narasi *off screen* yang saya sukai– berbagai pikiran *ala* pelajaran PMP
melintas. "Aku harus punya pekerjaan bermartabat...aku harus bermanfaat bagi
masyarakat..." Sampai tiba-tiba pikiran itu di-*jedot*-kan pada sebuah
moralitas yang lebih jujur: "Ah, *tai *lah!"

Justru kecenderungan antiwacana dan antisosial itulah yang jadi wacana dan
moral film ini. Keinginan mencari tempat terbaik dan ternyaman untuk
bersenang-senang –individualisme/pragmatisme/hedonisme– sesungguhnya adalah
sebuah tema besar. Sesuatu yang tak ada dalam film-film Warkop. Film-film
Warkop juga tentang keinginan untuk bersenang-senang. Tapi film-film itu
lebih mampu tak hirau pada pesan, karena lebih asyik menciptakan
anekdot-anekdot belaka. Film-film Warkop lebih berani mengorbankan segala
hal –pesan, logika, koherensi cerita, karakterisasi– demi anekdot-anekdot
sesaat.

Dalam *Quickie Express*, aura pesan lebih terasa karena film dinarasikan
oleh sebuah suara luar kamera –suara Jojo, renungan-renungan dan segala
komentarnya terhadap segala yang terjadi dalam film. Ini jelas tak pernah
ada dalam film-film Warkop. Kalau dipikir-pikir, narasi *off screen *memang
hampir tak ada dalam film-film Indonesia pada umumnya di masa jaya film
nasional, 1970-an hingga 1980-an. Angkatan mutakhir film kita lah, yang
berkiprah sejak 1997-8, yang cukup gandrung pada narasi *off screen*. Sejak
*Kul De Sak*, saya kira. Dan untuk komedi, *Janji Joni *(Joko Anwar, 2005)
terhitung jadi pelopor dalam mengandalkan diri pada narasi *off screen *ini.

Malah, dalam banyak hal, *Quickie Express *lebih mengingatkan saya pada *Janji
Joni*. Tentu saja, faktor Joko Anwar yang menulis skenario kedua film itu
sangat berperan penting untuk persamaan itu. Selalu ada adegan kejar-kejaran
dengan berlari dalam film-film (yang ditulis) Joko. (Ingat juga *Jakarta
Undercover* dan *Kala*). Seperti *Janji Joni*, adegan kejar-kejaran *Quickie
Express *juga dalam gang-gang sempit dan jalan kumuh dengan deretan bangunan
tua di kanan kiri. Seperti *Janji Joni*, juga *Arisan* (Nia Dinata, 2003)* *dan
*Jakarta Undercover *(Lance, 2006), *Quickie Express *dimeriahkan
*cameo *orang-orang
film kita. Seperti *Janji Joni*, di bagian awal ada narasi kocak yang
mempersiapkan penonton bukan hanya pada sosok Jojo sang narator, tapi juga
pada apologia Jojo untuk profesi "unik" yang ia pilih.

Seperti* Janji Joni*, film ini sangat didera maju oleh plot (*plot driven*).
Ini memang gaya Joko, sebagai salah satu penulis skenario terbaik kita saat
ini bersama Musfar Yasin (masing-masing dengan kelemahannya sendiri). Joko
gandrung dengan kelokan alur yang tiba-tiba dan tak terduga. Banyak
*twist *dalam
cerita *Quickie Express *(dan lebih baik Anda menikmatinya sendiri, daripada
minta saya menceritakannya!). Sifat penceritaan macam begini bergantung
setidaknya pada dua hal: (1) struktur keseluruhan yang tepat, yang mampu
memaksa penonton ke arah ekspektasi kejadian tertentu, dan dengan begitu
ekspektasi itu bisa dihancurkan dengan spektakuler; dan (2) penyampaian para
aktor yang harus piawai.

Soal struktur, Joko Anwar sungguh beres. Sayang, penyutradaraan dari Jay
kadang agak kendor, seperti adegan Om Mudakir (Tino Saroengallo) dan Jojo
berjalan pertama kali ke pusat pelatihan gigolo Quickie Express. Tapi,
secara umum, cukup lancarlah *Quickie Express* bertutur. Nah, tinggal soal
aktor. Dalam *Quickie Express*, Ira Maya Sopha, Rudy Wowor, dan Tio
Pakusadewo (sudah saya bilang dia salah satu aktor terkuat kita saat ini?
Nah, dia salah satu aktor terkuat kita saat ini!) berhasil lolos dari ujian
ini. Lihatlah perubahan yang terjadi pada Rudy Wowor saat ia, sebagai
seorang penjahat kakap, menyelinap ke rumah Jojo. Perhatikan juga perubahan
Tio Pakusadewo dari beringas menjadi patah hati, sambil tetap mempertahankan
karikatur begundal minim akal. Yang jelas, semua gaya penuturan yang
terhitung rumit ini, sangat "tidak Warkop".

Dan, lagi-lagi seperti *Janji Joni*, film ini mengerahkan siasat visual dan
retorika kamera yang cukup beragam, plus *music score *dan *soundtrack *yang
*keren*. Yang terbaik adalah dalam adegan di kincir pasar malam, saat Jojo
dikejar seorang begundal (yang bicara tak jelas –sesuatu yang ada dalam
beberapa film Warkop, khususnya Jack John dalam *Manusia Enam Juta Dollar*)
asal Ambon, yang psikopat* *dan sedang patah hati (dimainkan dengan komikal
dan cukup cerdas –Tio Pakusadewo memang salah satu aktor terbaik kita!).

Dalam adegan itu, kamera berganti-ganti posisi, dan editing dengan cekatan
mengikuti pengejaran memanjat tiang-tiang besi sang kincir yang semakin
tinggi dari tanah itu, dan dengan pas pula mengikuti ritme *music score *yang
semakin menanjak dalam komposisi orkestral yang mengingatkan pada *music
score *untuk film *Hawai Five-O*. Beberapa saat setelah itu, kerja sama yang
baik antara gerakan kamera-musik-editing juga terjadi dalam adegan Jojo
sendirian memandang tempat pelatihan Quickie Express yang telah
porak-poranda karena tawuran. (Walau, saya akui, kecekatan kerjasama
antarunsur film ini lebih sering tak optimal di sepanjang film.) Nah, mana
pernah segi-segi teknik ini begitu diperhatikan dalam film-film Warkop?

Demikian juga *sound track *dari sederet musisi pop/rock-progresif yang
sebagian besar bergaya retro macam grup Berandals, The Adams, Tika,
Goodnight Electric, Sore, atau White Shoes & The Couples Company yang
bersemangat alternatif dan, dari sudut pandang antargolongan (yang tak boleh
dimasalahkan di zaman Orba), "borjuis"? Jelas tak pernah ada yang macam
begini dalam film-film Warkop.

Lagu-lagu dalam film-film Warkop lazimnya parodi. Kadang, Warkop memarodikan
lagu Barat, seperti yang dibawakan kelompok "Wah Gede Banget" (sebetulnya,
Dono-Kasino-Indro juga) yang memarodikan *Black Dog *dari Led Zeppelin jadi
sebuah lagu Cina. Lebih sering, Warkop membawakan lagu bermusik "orkes",
dengan syair-syair parodi penuh ledekan sosial. Untuk urusan musik, tampak
Kasino jeniusnya. Yang lebih penting, semangat lagu-lagu Warkop adalah
"merakyat", "kampungan", tapi berhibridasi dengan kecerdasan kritis
mahasiswa yang tampil santai. Lagu-lagu dalam *Quickie Express *terlalu
menonjol "kecerdasan musikal" mereka.

Tapi, pengkhianatan terbesar *Quickie Express *terhadap film-film Warkop
adalah hilangnya *ensamble *peran trio pemeran utama. Di awal, di tengah, di
akhir, hanya ada cerita Jojo. Di sebagian bagian awal dan sebagian bagian
tengah, Marley dan Piktor kebagian cerita juga. Memang, terutama di masa
akhir kejayaan mereka, Warkop sendiri lebih banyak menjadikan Dono sebagai "
*primadono*". Tapi, Indro dan Kasino tak pernah sampai kehilangan cerita.

Lebih-lebih, trio yang ada dalam *Quickie Express*, memang agak timpang.
Lukman Sardi, yang sebetulnya aktor watak cukup berbakat, agak salah peran (
*miscast*)* *di sini. Tora (lepas dari Citra yang ia dapat sebagai "aktor
terbaik") dan Amink memang bukan aktor watak. Keduanya bahkan adalah sesama
pelawak dalam acara Extravaganza di Trans-TV. Mereka memiliki *screen
persona* yang kuat, tapi tak pernah bisa keluar-masuk watak selain menjadi
diri sendiri di dalam layar. Persis seperti Dono-Kasino-Indro. Kenapa tak
sekalian memasang Indra Birawa saja dalam trio *Quickie Express *ini?

Saya hanya menemukan satu-dua *tribute *yang nyata: adegan Jojo dikerubuti
adik Lila* *(Sandra Dewi, yang manis sekali seperti donat Dunkin isi
srikaya), dua anak lelaki yang badung bukan main, dan Jojo lantas *nyeletuk*,
kurang lebih, *badung banget sih ini anak*. Satu lagi, tentu, adegan menari
dalam pentas disko seperti Dono dalam *Pintar-pintar Bodoh* yang sebetulnya
merupakan parodi dari disko ala John Travolta dalam *Stayin' Alive*. Yang
jelas, jika *Quickie Express *seluruhnya dianggap sebuah *tribute *bagi
film-film Warkop, tentu ini berlebihan.

Lagipula, tak perlu. Mestinya, saya memang tak terpengaruh ucapan Dimas itu,
sehingga ekspektasi saya terbentuk: mencari-cari yang "Warkop" dalam *Quickie
Express*. Ini bukan film Warkop. Ini adalah komedi di "zaman baru" film
nasional –zaman yang dikuasai kaum muda yang lebih rileks untuk menjadi
amoral, lebih pragmatis dan hedon; zaman yang gandrung pada aspek-aspek
teknis, siasat visual, dan aneka retorika kamera dalam pembuatan film; zaman
DVD yang dibebani limpahan informasi dan referensi film dunia. Dalam zaman
inilah, komedi seks ala *Quickie Express* mungkin muncul dalam film kita.

Wartawan senior Yan Wijaya, dalam wawancara yang ditayangkan pada acara *Behind
The Scene: Quickie Express* di salah satu TV swasta kita, menyebut ini
adalah "komedi seks pertama di Indonesia". Dulu, kata Yan, memang banyak
film-film seks, tapi tidak komedi seks. Tapi, dulu kita pernah punya *Permainan
Cinta *(Pitrajaya Burnama, 1983, dibintangi oleh Richie Ricardo) atau
*Montir-Montir
Cantik *(BZ Kadaryono, 1984) yang dimaksud sebagai komedi seks juga –komedi
yang menjadikan seks sebagai subjek. Bedanya, komedi seks kita zaman dulu
malu-malu, *Quickie Express* lebih serba tahu dan jelas tak malu-malu. *
Tagline*-nya saja, "*Di mana ada kemaluan, di situ ada jalan!*" (dan
selamanya merusak pepatah klasik itu dalam kenangan saya!) Yang dikomedikan
oleh *Quickie Express *bukan hanya perilaku seks, tapi juga preferensi seks.


Mungkin saya akan menonton lagi film ini, kali ini dengan ekspekstasi yang
benar: menonton komedi seks kiwari. Jadi, saya bisa menikmati lagi rangkaian
adegan Marley dan piranha; adegan seks piano antara Jojo dan Tante Mona yang
diperani oleh "tante" Ira Maya Sopha nan anggun (dan mengingatkan saya pada
adegan seks oral di mimbar dalam *Police Academy*); atau adegan yang bakal
klasik di *layartancap.com*, yakni tarian mesum sang pelatih *body
language*di pusat pelatihan gigolo Quickie Express. Saya hanya
terganggu melihat
boneka seks berulangkali dibawa keliling ruangan dalam sebuah adegan di
bagian awal –mestinya Dimas, atau Joko, bisa mengeksplorasi mainan seks lain
yang "eksotis" dan menggelikan.

Oh, dan saya akan menikmati lagi adegan yang buat saya bakal klasik, narasi
"Ah, *tai *lah!" Hei, itu kalimat yang sangat *catchy*. Dan konsisten dengan
awal dan akhir film. Juga, menikmati lagi *footage *adegan-adegan gagal di
bagian *credit title*,* *seperti film-film Jacky Chan, yang lucu juga.
Dengan segala kekurangannya, inilah bagian suara zaman baru itu. Bagian dari
bibit industri film kita di masa depan. Bagian dari *creative industry *yang
harus kita majukan di negeri ini. Bagian dari gerakan....

Ah, *tai *lah!***

QUICKIE EXPRESS

Sutradara: Dimas Djayadiningrat. Skenario: Joko Anwar.
Musik: Aghi Nakkotama, Bemby Gusti, Ramondo Gascaro.
Produksi: Kalyana Shira Film, 2007.
Pemeran: Tora Sudiro, Amink, Lukman Sardi, Sandra Dewi, Tino Saroengallo,
Ira Maya Sopha, Rudy Wowor, Tio Pakusadewo.

Thanks & Regards,

[Andri]


------------------------------
*From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
Behalf Of *Yunus Arsyi
*Sent:* Thursday, November 29, 2007 10:08 AM
*To:* [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; ahmad fauzi; aman
budi; anton Brain; ardhie; astrit febrilianty; atie anas; barry ardoko; Bayu
Janitra; bernez ardhi; brur ejah; dayat; dewa ayu; feb thing; Febrian Luhur
Aryono; Hengky gundul; intan ucritz; LoveLy NIA !!!; onied Prayugi;
paramitha srihayuningsih; Qiting Qibo; ratih; shinta; suci nurleni; sukma
pawidya; tiwi; veronika ekasari; vony; winDiaA; [EMAIL PROTECTED]
*Subject:* [warkopdki] Jadilah Pemegang Rekor MURI ...Undangan untuk para
Diver....

Numpang numpang... numpang promosi... :D


Salam Diving….

Berani menerima Tantangan?
Jadilah pemegang rekor baru MURI

PT Exhibition Network Indonesia bekerja sama dengan Supermal Karawaci dan
Museum Rekor Indonesia mengundang anda, penyelam berani untuk menorehkan
Rekor baru MURI di akhir tahun 2007.

"Penyelam dengan Menggunakan Alat Bantu di dalam Aquarium Terlama"

Dalam acara SCUBEX – Supermal Karawaci 1 – 9 Desember 2007
(acara Rekor Muri 1-4 Desember 2007)


*Persyaratan:*
1.      Pria / Wanita berusia minimal 15 tahun,
2.      Berbadan sehat,
3.      Mengisi  formulir kepesertaan,
4.      Kepesertaan terbatas dan tidak dipungut biaya.

*Peraturan Pelaksanaan* :

1. Pelaksanaan pencapaian rekor baru MURI diadakan pada tanggal 1-4 Desember
2007 dimulai pukul 11.00 WIB.

2. Peserta wajib mengikuti technical briefing pada tanggal 1 Desember 2007
pukul 10.00 WIB.

3. Urutan lomba peserta ditentukan secara diundi.

4. Peserta wajib berada ditempat perlombaan setengah jam sebelum jadwalnya.

5. Peserta akan diberikan 1 (satu) buah tabung udara bertekanan 3000 psi.

6. Penghitungan waktu akan dimulai pada waktu  kepala peserta masuk kedalam
air dan dihentikan pada saat  kepala peserta keluar dari dalam air.

7. Pemenang adalah peserta yang paling lama bertahan di dalam air dengan
menggunakan tabung udara yang diberikan.

8. Peserta yang akan naik kepermukaan air harus memberi tanda kepada panitia
agar dapat bersiap melakukan perhitungan waktu.

9. Apabila peserta  naik ke permukaan air tanpa memberi tanda terlebih
dahulu akan didiskwalifikasi.



*Hadiah Bagi Penyandang Rekor Baru MURI :*



Pemenang hanya *satu orang* ( Penyandang Rekor Baru MURI ) dan akan
mendapatkan Piagam MURI serta Hadiah Uang sebesar Rp. 5.000.000,- ( Lima
juta rupiah ).

Nama peserta akan dicantumkan dalam MURI.



Segera Daftar …Tempat Sangat terbatas

Pendaftaran dan Informasi, hubungi :

PT Exhibition Network Indonesia
Tel: 021 532 8878, 021 5369 0165
Contact Person : Hilda, Agus

Atau email ke [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Pendaftaran ditutup tanggal :
29 November 2007


------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See
how.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51732/*http://overview.mail.yahoo.com/>
__._,_.___ Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/message/1735;_ylc=X3oDMTM1NDBtcW5qBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRtc2dJZAMxNzM2BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQR0cGNJZAMxNzM1>(
0) Reply (via web post)
<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/post;_ylc=X3oDMTJxbWVwMm52BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRtc2dJZAMxNzM2BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQ--?act=reply&messageNum=1736>|
Start
a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/post;_ylc=X3oDMTJmNW01aHIwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU->
Messages<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/messages;_ylc=X3oDMTJmdWFwcXJwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU->|
Members<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/members;_ylc=X3oDMTJmaTBpcDkyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNtYnJzBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU->
[image: Yahoo! 
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlbnA5ZmdwBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQ-->
Change settings via the
Web<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/join;_ylc=X3oDMTJnY3E2MTlqBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRzdGltZQMxMTk2MzEyNDc1>(Yahoo!
ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily
Digest<[EMAIL PROTECTED]:+Digest>|
Switch
format to Traditional<[EMAIL PROTECTED]:+Traditional>
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki;_ylc=X3oDMTJlOW9pNmQ0BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQ-->|
Yahoo!
Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe
<[EMAIL PROTECTED]>
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki;_ylc=X3oDMTJmaXBzOWY4BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU->
Only on Yahoo!

Star Wars 
galaxy<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12j2hh9tr/M=493064.11711023.12182481.9963301/D=groups/S=1705020655:NC/Y=YAHOO/EXP=1196319675/A=5008816/R=0/SIG=10sulld0b/*http://starwars.yahoo.com/>

Create a profile

and meet fans.
Food Lovers

Real Food 
Group<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12j044nk1/M=493064.11036139.11614791.8674578/D=groups/S=1705020655:NC/Y=YAHOO/EXP=1196319675/A=4763757/R=0/SIG=1192rfjiu/*http://groups.yahoo.com/group/realfood/>

on Yahoo! Groups

find out more.
Yahoo! Groups

Wellness 
Spot<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ks2dq7r/M=493064.11674772.12153082.11322765/D=groups/S=1705020655:NC/Y=YAHOO/EXP=1196319675/A=4990214/R=0/SIG=11d53kq3t/*http://advision.webevents.yahoo.com/curves/>

A resource for living

the Curves lifestyle.
.

__,_._,___


-- 
<B 6123 KMJ Blaze Red Vario>
KHCC 011 <> F.S.R.J
http://lampuhijau.wordpress.com/
http://revo-me.blogspot.com/
----------------------------------------------

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke