pokoknya WARKOP is the best lah...tora, aming, atawa extravaganza lawakannya kgk lucu
Pada tanggal 29/11/07, Andry B <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Andriansyah B <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > > Gw sih belom lihat quickie express ini.. bosen juga di film indonesia > adanya tampang si tora melulu... tapi banyak yg bilang model2 warkop gitu.. > jadi penasaran jg.. > > > Quickie Express: > Mengkhianati "WARKOP" > oleh Hikmat Darmawan <http://www.rumahfilm.org/hubungi_hikmat.htm> > Redaktur Rumahfilm.org <http://www.rumahfilm.org/> > > *Jojo: "Anjing!"* > > *Om Mudakir: "Masya Allah!" * > > Dan apakah "Warkop"? > > Dimas Djayadiningrat, sutradara* QuickieExpress*, mengaku dalam konferensi > pers bahwa film ini adalah sebuah *tribute *(pengenangan-penghormatan) > terhadap film-film komedi Warkop (Warung Kopi) Dono Kasino Indro. Dimas > segera menyebutkan contoh, betapa ia mempermainkan sinematografi agar tampak > seperti film-film Warkop zaman dulu. > > Memang, terutama di bagian awal, fotografi tampak agak buram kecoklatan, > selayak film tua. Tata cahaya sengaja dibuat terlalu terang, seperti biasa > film-film kita saat itu. Malah, judul dan *title *nama-nama tokoh pun > dibuat merapat ke kanan-kiri layar, seolah hampir terpotong. Memang, jika > kita melihat film-film Warkop di video atau televisi, rasio gambar tak > disesuaikan, sehingga (1) gambar jadi lonjong, atau (2) bagian kanan dan > kiri gambar terpotong, dan yang terlihat di layar TV adalah "(Do) * > no-Kasino-In*(dro)". > > Apakah itu hakikat film "warkop"? Tentu tidak. "Penampakan" film Warkop > yang demikian itu *kan *sama saja untuk film-film Indonesia lain di era > Trio Video Tara, bukan? (Bagi yang, ehm, terlalu muda untuk ingat: pada > 1980-an, marak *rental* video berformat Betamax. Nah, perusahaan pengganda > film yang memonopoli peredaran film nasional dalam bentuk video Beta adalah > Trio Video Tara. Logonya selalu tampak di pojok kanan atas layar.) > > Sebagai pelahap rakus film yang dibesarkan antara lain oleh film-film > Warkop, saya punya "standar" sendiri jika ada pembuat film yang > "berani-beraninya" mengaku akan bikin *tribute *buat film-film Warkop. > Saya sempat skeptis sewaktu mendengar bahwa cerita *Quickie Express*. > Kisah Jojo (Tora Sudiro), Marley (Amink), dan Piktor ( Lukman Sardi) yang > menjadi gigolo. Ini sebuah *high concept *untuk film Indonesia. > > Apakah film-film Warkop pernah punya *high concept*? Hm. Mereka pernah > jadi detektif partikelir dalam *Pintar-pintar Bodoh *(Arizal, 1980), dan > jadi "polisi swasta" dalam *CHIPS-Cara Hebat Ikut Penanggulanan Masalah > Sosial *(Iksan Lahardi, 1982). Atau jadi organisasi rahasia yang > menjadikan Dono sebagai manusia bionik setelah ditabrak bemo, dalam *Manusia > 6.000.000 Dollar *(Ali Shahab, 1981)*.* Di awal karir dan di akhir karir, > mereka memang lebih sering melontarkan premis cerita sederhana: kehidupan > sehari-hari mahasiswa/anak kos, biasanya ditambah persoalan mencari > perhatian cewek cakep. Seperti dalam film-film awal mereka, *Mana Tahan *(Nawi > Ismail, 1979), atau *Gengsi Dong!* (Nawi Ismail, 1980). Tapi, oke lah, > premis cerita tentang gigolo lulus masuk daftar "layak Warkop". > > Apa lagi? "Menarik perhatian cewek" –oke. Tepatnya, "melakukan hal-hal > konyol untuk menarik perhatian cewek". Sebagai gigolo, banyak polah konyol > dilakukan (atau menimpa) Jojo, Marley, Piktor ketika menghadapi para klien > yang (rata-rata) perempuan. Khususnya, adegan ketiganya menghadapi para > klien pertama mereka. Film-film Warkop, khususnya pada periode akhir > kejayaan mereka, ketika dalam setahun mereka rutin mengeluarkan dua film > (yakni, waktu lebaran, dan waktu tahun baru), selalu agak *horny*. Dengan > premis dunia gigolo, tentu saja *Quickie Express *punya dosis *horny *lebih > besar lagi. > > Lalu, nah, ini penting, lawakan *slapstick *(komedi fisik)? Ada. Tepatnya, > dalam film-film Warkop, lawakan *slapstik *lekat pula dengan komedi > situasi. Dalam *Quickie Express*, lawakan *slapstick *dan komedi situasi > cukup terjaga.Lihat adegan pelatihan jadi gigolo di Quickie Express > Training Centre. Khususnya, adegan latihan " *body language*". Si > instruktur sangat berhasil jadi *scene stealer*, karena dengan cemerlang > menampilkan parodi gerakan mesum yang luar biasa tak tahu malu –dengan > serius! > > Tapi, saya tetap merasa bahwa *Quickie Express*, jika benar diniatkan jadi > *tribute *untuk Warkop, sama sekali tak terasa "ke-Warkop-warkop-an". *Quickie > Express*, dalam banyak hal, mengkhianati Warkop. Tak cukup Dimas berkelit > bahwa karena zaman sekarang sudah beda, lantas humornya pun beda dari zaman > Warkop. Film ini terlalu banyak mengada-adakan yang tak ada di film-film > Warkop, sehingga sang "Warkop" tak tertangkap nyaris sepenuhnya. Cobalah > kita buat daftar. > > Yang tak ada di film-film Warkop (tapi ada dalam *Quickie Express*): > > 1. Tak ada retorika kamera. > 2. Tak ada aktor watak berperan melawak dalam trio itu –semuanya > pelawak. > 3. Bukan *plot driven. * > 4. Tak ada narasi *off screen.* > 5. Tak ada *music score *yang rapi atau canggih. > 6. Tak ada *sound track *lagu-lagu latar yang *keren* (warkop sering > membuat lagu-lagu sendiri, biasanya parodi). > 7. Tak ada tema besar. > > *Quickie Express *memang tampak tak hendak menyampaikan wacana. Ia hanya > menggambarkan individu yang ingin mencari tempat yang tepat, bukan dalam dan > untuk masyarakat, tapi untuk mendapat kesenangan dan kenyamanan hidup > pribadi. Dan terasa ada keinginan untuk menampik pesan ("tendens", jika kita > pinjam istilah dalam polemis sastra lama). Pada saat Jojo merenungi > pekerjaannya, dan berniat berhenti, ia lantas memikirkan –dalam sebuah > narasi *off screen* yang saya sukai– berbagai pikiran *ala* pelajaran PMP > melintas. "Aku harus punya pekerjaan bermartabat...aku harus bermanfaat bagi > masyarakat..." Sampai tiba-tiba pikiran itu di-*jedot*-kan pada sebuah > moralitas yang lebih jujur: "Ah, *tai *lah!" > > Justru kecenderungan antiwacana dan antisosial itulah yang jadi wacana dan > moral film ini. Keinginan mencari tempat terbaik dan ternyaman untuk > bersenang-senang –individualisme/pragmatisme/hedonisme– sesungguhnya adalah > sebuah tema besar. Sesuatu yang tak ada dalam film-film Warkop. Film-film > Warkop juga tentang keinginan untuk bersenang-senang. Tapi film-film itu > lebih mampu tak hirau pada pesan, karena lebih asyik menciptakan > anekdot-anekdot belaka. Film-film Warkop lebih berani mengorbankan segala > hal –pesan, logika, koherensi cerita, karakterisasi– demi anekdot-anekdot > sesaat. > > Dalam *Quickie Express*, aura pesan lebih terasa karena film dinarasikan > oleh sebuah suara luar kamera –suara Jojo, renungan-renungan dan segala > komentarnya terhadap segala yang terjadi dalam film. Ini jelas tak pernah > ada dalam film-film Warkop. Kalau dipikir-pikir, narasi *off screen *memang > hampir tak ada dalam film-film Indonesia pada umumnya di masa jaya film > nasional, 1970-an hingga 1980-an. Angkatan mutakhir film kita lah, yang > berkiprah sejak 1997-8, yang cukup gandrung pada narasi *off screen*. > Sejak *Kul De Sak*, saya kira. Dan untuk komedi, *Janji Joni *(Joko Anwar, > 2005) terhitung jadi pelopor dalam mengandalkan diri pada narasi *off > screen *ini. > > Malah, dalam banyak hal, *Quickie Express *lebih mengingatkan saya pada *Janji > Joni*. Tentu saja, faktor Joko Anwar yang menulis skenario kedua film itu > sangat berperan penting untuk persamaan itu. Selalu ada adegan kejar-kejaran > dengan berlari dalam film-film (yang ditulis) Joko. (Ingat juga *Jakarta > Undercover* dan *Kala*). Seperti *Janji Joni*, adegan kejar-kejaran *Quickie > Express *juga dalam gang-gang sempit dan jalan kumuh dengan deretan > bangunan tua di kanan kiri. Seperti *Janji Joni *, juga *Arisan* (Nia > Dinata, 2003)* *dan *Jakarta Undercover *(Lance, 2006), *Quickie Express > *dimeriahkan > *cameo *orang-orang film kita. Seperti *Janji Joni*, di bagian awal ada > narasi kocak yang mempersiapkan penonton bukan hanya pada sosok Jojo sang > narator, tapi juga pada apologia Jojo untuk profesi "unik" yang ia pilih. > > Seperti* Janji Joni*, film ini sangat didera maju oleh plot (*plot driven*). > Ini memang gaya Joko, sebagai salah satu penulis skenario terbaik kita saat > ini bersama Musfar Yasin (masing-masing dengan kelemahannya sendiri). Joko > gandrung dengan kelokan alur yang tiba-tiba dan tak terduga. Banyak *twist > *dalam cerita *Quickie Express *(dan lebih baik Anda menikmatinya sendiri, > daripada minta saya menceritakannya!). Sifat penceritaan macam begini > bergantung setidaknya pada dua hal: (1) struktur keseluruhan yang tepat, > yang mampu memaksa penonton ke arah ekspektasi kejadian tertentu, dan dengan > begitu ekspektasi itu bisa dihancurkan dengan spektakuler; dan (2) > penyampaian para aktor yang harus piawai. > > Soal struktur, Joko Anwar sungguh beres. Sayang, penyutradaraan dari Jay > kadang agak kendor, seperti adegan Om Mudakir (Tino Saroengallo) dan Jojo > berjalan pertama kali ke pusat pelatihan gigolo Quickie Express. Tapi, > secara umum, cukup lancarlah *Quickie Express* bertutur. Nah, tinggal soal > aktor. Dalam *Quickie Express*, Ira Maya Sopha, Rudy Wowor, dan Tio > Pakusadewo (sudah saya bilang dia salah satu aktor terkuat kita saat ini? > Nah, dia salah satu aktor terkuat kita saat ini!) berhasil lolos dari ujian > ini. Lihatlah perubahan yang terjadi pada Rudy Wowor saat ia, sebagai > seorang penjahat kakap, menyelinap ke rumah Jojo. Perhatikan juga perubahan > Tio Pakusadewo dari beringas menjadi patah hati, sambil tetap mempertahankan > karikatur begundal minim akal. Yang jelas, semua gaya penuturan yang > terhitung rumit ini, sangat "tidak Warkop". > > Dan, lagi-lagi seperti *Janji Joni*, film ini mengerahkan siasat visual > dan retorika kamera yang cukup beragam, plus *music score *dan *soundtrack > *yang *keren*. Yang terbaik adalah dalam adegan di kincir pasar malam, > saat Jojo dikejar seorang begundal (yang bicara tak jelas –sesuatu yang ada > dalam beberapa film Warkop, khususnya Jack John dalam *Manusia Enam Juta > Dollar*) asal Ambon, yang psikopat* *dan sedang patah hati (dimainkan > dengan komikal dan cukup cerdas –Tio Pakusadewo memang salah satu aktor > terbaik kita!). > > Dalam adegan itu, kamera berganti-ganti posisi, dan editing dengan cekatan > mengikuti pengejaran memanjat tiang-tiang besi sang kincir yang semakin > tinggi dari tanah itu, dan dengan pas pula mengikuti ritme *music score *yang > semakin menanjak dalam komposisi orkestral yang mengingatkan pada *music > score *untuk film *Hawai Five-O*. Beberapa saat setelah itu, kerja sama > yang baik antara gerakan kamera-musik-editing juga terjadi dalam adegan Jojo > sendirian memandang tempat pelatihan Quickie Express yang telah > porak-poranda karena tawuran. (Walau, saya akui, kecekatan kerjasama > antarunsur film ini lebih sering tak optimal di sepanjang film.) Nah, mana > pernah segi-segi teknik ini begitu diperhatikan dalam film-film Warkop? > > Demikian juga *sound track *dari sederet musisi pop/rock-progresif yang > sebagian besar bergaya retro macam grup Berandals, The Adams, Tika, > Goodnight Electric, Sore, atau White Shoes & The Couples Company yang > bersemangat alternatif dan, dari sudut pandang antargolongan (yang tak boleh > dimasalahkan di zaman Orba), "borjuis"? Jelas tak pernah ada yang macam > begini dalam film-film Warkop. > > Lagu-lagu dalam film-film Warkop lazimnya parodi. Kadang, Warkop > memarodikan lagu Barat, seperti yang dibawakan kelompok "Wah Gede Banget" > (sebetulnya, Dono-Kasino-Indro juga) yang memarodikan *Black Dog *dari Led > Zeppelin jadi sebuah lagu Cina. Lebih sering, Warkop membawakan lagu > bermusik "orkes", dengan syair-syair parodi penuh ledekan sosial. Untuk > urusan musik, tampak Kasino jeniusnya. Yang lebih penting, semangat > lagu-lagu Warkop adalah "merakyat", "kampungan", tapi berhibridasi dengan > kecerdasan kritis mahasiswa yang tampil santai. Lagu-lagu dalam *Quickie > Express *terlalu menonjol "kecerdasan musikal" mereka. > > Tapi, pengkhianatan terbesar *Quickie Express *terhadap film-film Warkop > adalah hilangnya *ensamble *peran trio pemeran utama. Di awal, di tengah, > di akhir, hanya ada cerita Jojo. Di sebagian bagian awal dan sebagian bagian > tengah, Marley dan Piktor kebagian cerita juga. Memang, terutama di masa > akhir kejayaan mereka, Warkop sendiri lebih banyak menjadikan Dono sebagai " > *primadono*". Tapi, Indro dan Kasino tak pernah sampai kehilangan cerita. > > Lebih-lebih, trio yang ada dalam *Quickie Express*, memang agak timpang. > Lukman Sardi, yang sebetulnya aktor watak cukup berbakat, agak salah peran ( > *miscast*)* *di sini. Tora (lepas dari Citra yang ia dapat sebagai "aktor > terbaik") dan Amink memang bukan aktor watak. Keduanya bahkan adalah sesama > pelawak dalam acara Extravaganza di Trans-TV. Mereka memiliki *screen > persona* yang kuat, tapi tak pernah bisa keluar-masuk watak selain menjadi > diri sendiri di dalam layar. Persis seperti Dono-Kasino-Indro. Kenapa tak > sekalian memasang Indra Birawa saja dalam trio *Quickie Express *ini? > > Saya hanya menemukan satu-dua *tribute *yang nyata: adegan Jojo dikerubuti > adik Lila* *(Sandra Dewi, yang manis sekali seperti donat Dunkin isi > srikaya), dua anak lelaki yang badung bukan main, dan Jojo lantas * > nyeletuk*, kurang lebih, *badung banget sih ini anak*. Satu lagi, tentu, > adegan menari dalam pentas disko seperti Dono dalam *Pintar-pintar Bodoh*yang > sebetulnya merupakan parodi dari disko ala John Travolta dalam > *Stayin' Alive*. Yang jelas, jika *Quickie Express *seluruhnya dianggap > sebuah *tribute *bagi film-film Warkop, tentu ini berlebihan. > > Lagipula, tak perlu. Mestinya, saya memang tak terpengaruh ucapan Dimas > itu, sehingga ekspektasi saya terbentuk: mencari-cari yang "Warkop" dalam > *Quickie Express*. Ini bukan film Warkop. Ini adalah komedi di "zaman > baru" film nasional –zaman yang dikuasai kaum muda yang lebih rileks untuk > menjadi amoral, lebih pragmatis dan hedon; zaman yang gandrung pada > aspek-aspek teknis, siasat visual, dan aneka retorika kamera dalam pembuatan > film; zaman DVD yang dibebani limpahan informasi dan referensi film dunia. > Dalam zaman inilah, komedi seks ala *Quickie Express* mungkin muncul dalam > film kita. > > Wartawan senior Yan Wijaya, dalam wawancara yang ditayangkan pada acara > *Behind > The Scene: Quickie Express* di salah satu TV swasta kita, menyebut ini > adalah "komedi seks pertama di Indonesia". Dulu, kata Yan, memang banyak > film-film seks, tapi tidak komedi seks. Tapi, dulu kita pernah punya > *Permainan > Cinta *(Pitrajaya Burnama, 1983, dibintangi oleh Richie Ricardo) atau > *Montir-Montir > Cantik *(BZ Kadaryono, 1984) yang dimaksud sebagai komedi seks juga > –komedi yang menjadikan seks sebagai subjek. Bedanya, komedi seks kita zaman > dulu malu-malu, *Quickie Express* lebih serba tahu dan jelas tak > malu-malu. *Tagline*-nya saja, "*Di mana ada kemaluan, di situ ada jalan!*" > (dan selamanya merusak pepatah klasik itu dalam kenangan saya!) Yang > dikomedikan oleh *Quickie Express *bukan hanya perilaku seks, tapi juga > preferensi seks. > > Mungkin saya akan menonton lagi film ini, kali ini dengan ekspekstasi yang > benar: menonton komedi seks kiwari. Jadi, saya bisa menikmati lagi rangkaian > adegan Marley dan piranha; adegan seks piano antara Jojo dan Tante Mona yang > diperani oleh "tante" Ira Maya Sopha nan anggun (dan mengingatkan saya pada > adegan seks oral di mimbar dalam *Police Academy*); atau adegan yang bakal > klasik di *layartancap.com*, yakni tarian mesum sang pelatih *body > language* di pusat pelatihan gigolo Quickie Express. Saya hanya terganggu > melihat boneka seks berulangkali dibawa keliling ruangan dalam sebuah adegan > di bagian awal –mestinya Dimas, atau Joko, bisa mengeksplorasi mainan seks > lain yang "eksotis" dan menggelikan. > > Oh, dan saya akan menikmati lagi adegan yang buat saya bakal klasik, > narasi "Ah, *tai *lah!" Hei, itu kalimat yang sangat *catchy*. Dan > konsisten dengan awal dan akhir film. Juga, menikmati lagi *footage > *adegan-adegan > gagal di bagian *credit title*,* *seperti film-film Jacky Chan, yang lucu > juga. Dengan segala kekurangannya, inilah bagian suara zaman baru itu. > Bagian dari bibit industri film kita di masa depan. Bagian dari *creative > industry *yang harus kita majukan di negeri ini. Bagian dari gerakan.... > > Ah, *tai *lah!*** > > QUICKIE EXPRESS > > Sutradara: Dimas Djayadiningrat. Skenario: Joko Anwar. > Musik: Aghi Nakkotama, Bemby Gusti, Ramondo Gascaro. > Produksi: Kalyana Shira Film, 2007. > Pemeran: Tora Sudiro, Amink, Lukman Sardi, Sandra Dewi, Tino Saroengallo, > Ira Maya Sopha, Rudy Wowor, Tio Pakusadewo. > > Thanks & Regards, > > [Andri] > > > ------------------------------ > *From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *Yunus Arsyi > *Sent:* Thursday, November 29, 2007 10:08 AM > *To:* [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; ahmad fauzi; aman > budi; anton Brain; ardhie; astrit febrilianty; atie anas; barry ardoko; Bayu > Janitra; bernez ardhi; brur ejah; dayat; dewa ayu; feb thing; Febrian Luhur > Aryono; Hengky gundul; intan ucritz; LoveLy NIA !!!; onied Prayugi; > paramitha srihayuningsih; Qiting Qibo; ratih; shinta; suci nurleni; sukma > pawidya; tiwi; veronika ekasari; vony; winDiaA; [EMAIL PROTECTED] > *Subject:* [warkopdki] Jadilah Pemegang Rekor MURI ...Undangan untuk para > Diver.... > > > Numpang numpang... numpang promosi... :D > > > Salam Diving…. > > Berani menerima Tantangan? > Jadilah pemegang rekor baru MURI > > PT Exhibition Network Indonesia bekerja sama dengan Supermal Karawaci dan > Museum Rekor Indonesia mengundang anda, penyelam berani untuk menorehkan > Rekor baru MURI di akhir tahun 2007. > > "Penyelam dengan Menggunakan Alat Bantu di dalam Aquarium Terlama" > > Dalam acara SCUBEX – Supermal Karawaci 1 – 9 Desember 2007 > (acara Rekor Muri 1-4 Desember 2007) > > > *Persyaratan:* > 1. Pria / Wanita berusia minimal 15 tahun, > 2. Berbadan sehat, > 3. Mengisi formulir kepesertaan, > 4. Kepesertaan terbatas dan tidak dipungut biaya. > > *Peraturan Pelaksanaan* : > > 1. Pelaksanaan pencapaian rekor baru MURI diadakan pada tanggal 1-4 > Desember 2007 dimulai pukul 11.00 WIB. > > 2. Peserta wajib mengikuti technical briefing pada tanggal 1 Desember 2007 > pukul 10.00 WIB. > > 3. Urutan lomba peserta ditentukan secara diundi. > > 4. Peserta wajib berada ditempat perlombaan setengah jam sebelum > jadwalnya. > > 5. Peserta akan diberikan 1 (satu) buah tabung udara bertekanan 3000 psi. > > 6. Penghitungan waktu akan dimulai pada waktu kepala peserta masuk > kedalam air dan dihentikan pada saat kepala peserta keluar dari dalam > air. > > 7. Pemenang adalah peserta yang paling lama bertahan di dalam air dengan > menggunakan tabung udara yang diberikan. > > 8. Peserta yang akan naik kepermukaan air harus memberi tanda kepada > panitia agar dapat bersiap melakukan perhitungan waktu. > > 9. Apabila peserta naik ke permukaan air tanpa memberi tanda terlebih > dahulu akan didiskwalifikasi. > > > > *Hadiah Bagi Penyandang Rekor Baru MURI :* > > > > Pemenang hanya *satu orang* ( Penyandang Rekor Baru MURI ) dan akan > mendapatkan Piagam MURI serta Hadiah Uang sebesar Rp. 5.000.000,- ( Lima > juta rupiah ). > > Nama peserta akan dicantumkan dalam MURI. > > > > Segera Daftar …Tempat Sangat terbatas > > Pendaftaran dan Informasi, hubungi : > > PT Exhibition Network Indonesia > Tel: 021 532 8878, 021 5369 0165 > Contact Person : Hilda, Agus > > Atau email ke [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > > Pendaftaran ditutup tanggal : > 29 November 2007 > > > > ------------------------------ > Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See > how. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51732/*http://overview.mail.yahoo.com/> > __._,_.___ Messages in this topic > <http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/message/1735;_ylc=X3oDMTM1NDBtcW5qBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRtc2dJZAMxNzM2BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQR0cGNJZAMxNzM1> > (0) Reply (via web post) > <http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/post;_ylc=X3oDMTJxbWVwMm52BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRtc2dJZAMxNzM2BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQ--?act=reply&messageNum=1736>| > Start a new topic > <http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/post;_ylc=X3oDMTJmNW01aHIwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU-> > Messages<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/messages;_ylc=X3oDMTJmdWFwcXJwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU->| > Members<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/members;_ylc=X3oDMTJmaTBpcDkyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNtYnJzBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU-> > [image: Yahoo! > Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlbnA5ZmdwBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQ--> > Change settings via the > Web<http://groups.yahoo.com/group/warkopdki/join;_ylc=X3oDMTJnY3E2MTlqBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRzdGltZQMxMTk2MzEyNDc1>(Yahoo! > ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest<[EMAIL > PROTECTED]:+Digest>| Switch > format to Traditional > <[EMAIL PROTECTED]:+Traditional> > Visit Your Group > <http://groups.yahoo.com/group/warkopdki;_ylc=X3oDMTJlOW9pNmQ0BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDMTE5NjMxMjQ3NQ-->| > Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>| Unsubscribe > <[EMAIL PROTECTED]> > Visit Your Group > <http://groups.yahoo.com/group/warkopdki;_ylc=X3oDMTJmaXBzOWY4BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMzI0ODAyBGdycHNwSWQDMTcwNTAyMDY1NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzExOTYzMTI0NzU-> > Only on Yahoo! > > Star Wars > galaxy<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12j2hh9tr/M=493064.11711023.12182481.9963301/D=groups/S=1705020655:NC/Y=YAHOO/EXP=1196319675/A=5008816/R=0/SIG=10sulld0b/*http://starwars.yahoo.com/> > > Create a profile > > and meet fans. > Food Lovers > > Real Food > Group<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12j044nk1/M=493064.11036139.11614791.8674578/D=groups/S=1705020655:NC/Y=YAHOO/EXP=1196319675/A=4763757/R=0/SIG=1192rfjiu/*http://groups.yahoo.com/group/realfood/> > > on Yahoo! Groups > > find out more. > Yahoo! Groups > > Wellness > Spot<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ks2dq7r/M=493064.11674772.12153082.11322765/D=groups/S=1705020655:NC/Y=YAHOO/EXP=1196319675/A=4990214/R=0/SIG=11d53kq3t/*http://advision.webevents.yahoo.com/curves/> > > A resource for living > > the Curves lifestyle. > . > > __,_._,___ > > > -- > <B 6123 KMJ Blaze Red Vario> > KHCC 011 <> F.S.R.J > http://lampuhijau.wordpress.com/ > http://revo-me.blogspot.com/ > ---------------------------------------------- > > > -- - R 15 FA - mail : [EMAIL PROTECTED] ym : [EMAIL PROTECTED] hp : 62.855.789.050.0 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ ------------------------------------------------- Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ??? Mo posting, send email to [email protected] Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------------- -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
