Cara mengangkut tahanan dengan di "jejalkan" di dalam kendaraan
dan diangkut selama berjam-jam ini mengingatkan sebagian
perlakuan Nazi kepada para tawanan yang akan diangkut ke
kamp konsentrasi. Banyak para tahanan yang sudah tewas
dalam perjalanan. Juga apa yang disebut sebagai kisah
"Kereta Api Maut" di jaman perang kemerdekaan RI, di mana
Belanda mengangkut tawanan Indonesia di dalam gerbong tertutup
dan menjalani perjalanan berjam-jam dari Jawa Tengah ke Jawa
Timur, di siang hari bolong. Panas di dalam gerbong barang
tidak tertahankan oleh para tawanan tsb., ada yang meminum
urine dsb. banyak yang meninggal di dalam perjalanan.

Note: Untuk mengangkut binatang ternak melintasi Eropa,
      "Syariat" Uni Eropa telah menetapkan peraturan : 
      maksimum 7 jam, dan harus ada waktu istirahatnya
      (pause). Dan pada waktu istirahat, ternak-2 yang
      di angkut harus diberi kesempatan "jalan-jalan"
      melemaskan otot-ototnya dulu ...

      Jadi untuk manusia mestinya berlaku "Syariat" yang
      lebih manusiawi.
     

Kalau yang menjadi korban orang Islam dan pelakunya beragama
lain, koq tiba-2 "pengamat" seperti Jusfiq menjadi "pendiam"?

==========================================( Wulung )=========


               < http://www.republika.co.id >


             Dunia Kecam Kekerasan di Thailand
             ---------------------------------
             Laporan : ap/afp/bbc/cnn/erd/lan


PATTANI --Temuan forensik Pemerintah Thailand menyebutkan para 
korban tewas akibat kesulitan bernapas, di antaranya ada yang 
patah tulang leher. Kekerasan di Tak Bai, Provinsi Narathiwat, 
Thailand, menuai protes dan kecaman internasional. Di tengah 
kecaman itu, PM Thailand Thaksin Shinawatra memperbaiki 
pernyataannya dengan mengatakan pasukan keamanan telah 
membuat kesalahan dalam mengatasi demonstrasi ribuan umat 
Muslim di selatan Thailand itu. 

Tapi, Thaksin tetap meyakini pernyataannya semula bahwa kematian 
84 warga Muslim itu karena puasa. Senin (26/10), sekitar 2.000-3.000 
Muslim di Tak Bai melakukan aksi demonstrasi di depan kantor polisi 
setempat. Mereka memprotes atas penahanan enam rekan mereka yang 
dituduh menjual senjata kepada pejuang Muslim di Thailand Selatan. 
Mereka menuntut keenamnya dibebaskan.

Petugas keamanan yang terdiri atas polisi dan tentara mencoba 
membubarkan para demonstran yang terus berteriak-teriak. Namun, 
mereka bukannya membubarkan diri. Malah, jumlah para demonstran 
bertambah banyak. Aparat pun kehilangan kesabaran dan mulai 
menembaki para demonstran dengan gas air mata, senjata api, dan 
senjata air. Militer Thailand juga menangkapi para demonstran dan 
memasukkannya ke dalam enam truk yang sudah disiapkan untuk dibawa 
ke kamp militer Inkayuth Bariharn, Pattani.

-------------------------------------------------------------------
Saat diangkut, sebanyak 1.300 tawanan itu ditumpuk-tumpukkan dengan 
tangan terikat ke atas. Perjalanan itu sendiri memakan waktu empat 
sampai lima jam. Dalam perjalanan, sebanyak 78 Muslim tewas akibat 
tubuh mereka ditumpuk-tumpuk. Enam lainnya meninggal pada saat 
bentrokan dengan aparat.
------------------------------------------------------------------

Temuan forensik Pemerintah Thailand menyebutkan para korban tewas 
akibat kesulitan bernapas, di antaranya ada yang patah tulang 
leher. ''Saya sangat menyesal atas hilangnya jiwa-jiwa yang 
seharusnya tidak terjadi. Pasukan keamanan memang telah membuat 
kesalahan,'' kata Thaksin, Rabu (27/10).

Thaksin berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dengan membentuk 
tim investigasi yang langsung bekerja. ''Ini biasa seperti ini (this 
is typical),'' kata Thaksin. ''Ini mengenai tubuh-tubuh (orang) yang 
dibuat lemah karena puasa. Tak ada yang melukai mereka,'' sambungnya.

Kekerasan terhadap Muslim Thailand oleh penguasa Thailand ini bukan 
yang pertama terjadi. April lalu, militer Thailand menyerbu sebuah 
masjid di selatan dan menewaskan 108 orang. Sejak Januari 2004, 
sedikitnya 400 Muslim meninggal atas kekerasan yang dilakukan 
penguasa Thailand.

Di Jakarta, Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinannya atas 
meningkatnya ketegangan di Thailand Selatan. Juru bicara Kementerian 
Luar Negeri, Marty Natalegawa, mengatakan Pemerintah Indonesia 
berharap dan percaya Pemerintah Thailand akan melakukan investigasi 
atas peristiwa ini.

''Proses seperti itu sangat penting, karena Indonesia tak ingin 
melihat adanya lingkaran kekerasan, atau munculnya masalah baru 
sebagai akibat tindakan represif Pemerintah Thailand,'' tegas Marty.

Menurutnya, peristiwa ini mendapat perhatian besar di dalam negeri. 
Rabu (27/10) pagi, jelas Marty, Deplu menerima kunjungan anggota 
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR. Dalam kesempatan itu, 
tegas Marty, baik Deplu maupun FPKS berpendapat bahwa perkembangan 
di Thailand Selatan tidak bisa dibiarkan dan harus ada sikap tegas 
pemerintah.

PP Muhammadiyah mengutuk keras perlakuan aparat Thailand itu. 
Ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, menyatakan tragedi pada 
Ramadhan itu harus disebutkan sebagai kejahatan kemanusiaan. 
Muhammadiyah mendesak Thailand agar menindak keras dan konkret 
aparat keamanannya yang telah melakukan pembantaian.

Rasa prihatin juga diungkapkan Pemerintah Amerika Serikat (AS). 
Juru bicara Deplu AS, Edgar Vasquez, mengatakan Washington mendesak 
Bangkok agar melakukan penyelidikan sepenuhnya atas peristiwa yang 
menyebabkan tewasnya umat Muslim itu.

PM Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, menyatakan pihaknya menawarkan 
bantuan untuk meredakan konflik di Thailand Selatan. ''Apabila ada 
yang kami dapat bantu, kami akan segera memberikannya. Bila tidak, 
kami mengharapkan Pemerintah Thailand dapat segera mengatasi krisis 
tersebut,'' kata Abdullah.

Kronologi 'Tragedi Ramadhan'
----------------------------

Senin (26/10) pukul 09.00 waktu Thailand

- Sekitar 2.000 Muslim berkumpul di kantor polisi Takbai, 
  Thailand Selatan.
- Mereka memprotes penahanan enam rekan seiman mereka atas 
  tuduhan penjualan senjata.
- Tentara Thailand mendesak para demonstran untuk membubarkan 
  diri.
- Namun, ratusan demonstran lainnya malah bergabung. 
  Total jadi sekitar 2.500 demonstran.
- Polisi melepaskan gas air mata dan tembakan kepada demonstran.
- Ratusan ditahan dan enam dilaporkan tewas seketika.

Pukul 18.00
-----------

- Pejabat pemerintah mengaku 78 warga Muslim tewas di truk 
  tentara setelah penahanan.
- PM Thaksin menegaskan mereka tewas karena sedang 
  berpuasa.

Sumber: ap/afp/bbc, pengolah: erd
 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke