Tu die! 

    Yang jadi masaalah adalah bahwa saya suka ngaceng ngak karuan
    ketika belanja ngelihat pegawai supermarket keturunan Maroko
    atau Turki yang berjilbab menunjukkan alisnya yang hitam,
    bibirnya yang....pipinya yang... 

    Dan kadang-kadang bau tubuh perempuan itu juga suka bikin saya
    ngaceng...

    Juga kalau saya dengar suara perempuan saya suka ngaceng....

    Nggak jauh-jauh dah, ngelihat nama perempuan di maling list ini
    saja saya suka ngaceng... 

    Lagian nggak ngelihat, nggak ngedenger suara perempuan juga,
    ngebayangin perempuan aja saya juga suka ngaceng... 

    Agar jelas: pornografi itu benernya nggak ada. 


On 16 Jan 2005, at 1:12, Martha wrote:

> 
> 
> Kalo menurut saya, porno itu anything yang bisa bikin cowok ngaceng.
> 
> Martha Rumimper
> 
> --- In [email protected], radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > PORNOGRAFI
> > Oleh: Sato Sakaki
> > email: [EMAIL PROTECTED]
> >  
> > Tanya:
> > Bung Sato, menurut pengamatan anda bagaimana kriteria
> > pornografi oleh masyarakat USA, mengingat banyaknya
> > media cetak, elektronika dan film yang menggelar
> > gambar-gambar yang seronok dan bebas diperjualbelikan
> > untuk umum di Amerika Serikat?
> >  
> > Jawab:
> > Baiklah saya jawab, anda keliru kalau mengira bahan
> > bacaan, video atau film porno beredar dan
> > diperjualbelikan dengan bebas di Amerika Serikat.
> > 
> > Majalah seperti Playboy dan Penthouse misalnya, tidak
> > akan anda peroleh di sembarang tempat di Amerika. Ada
> > saja ketetapan atau peraturan lokal yang melarang atau
> > membatasi peredarannya. Di wilayah Northern Virginia,
> > di pinggiran kota Washington misalnya, majalah seperti
> > itu tidak boleh dipajang di
> > etalase. Di toko-toko buku atau kios, kedua majalah
> > itu dan majalah sejenisnya dibungkus rapi dengan
> > plastik dan dijepit sehingga tidak bisa dibalik-balik
> > halamannya sebelum dibeli. Majalah yang dikirim ke
> > langganan juga dibungkus rapat sehingga gambar
> > sampulnya tidak terlihat. Peraturan yang berlaku umum
> > adalah larangan menjual produk pornografi kepada anak
> > di bawah umur. Batas umur ini di hampir semua
> > negara bagian adalah 18 tahun. Begitupun dalam hal
> > rekaman video. Rata-rata pengecer yang menjual atau
> > menyewakan kaset video atau VCD menghindari video
> > porno. Sejumlah kecil yang menyediakan menempatkannya
> > di ruang khusus dengan peringatan keras yang berbunyi:
> > Dilarang bagi yang berumur di bawah 18 tahun. Di
> > kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, San
> > Francisco, Seattle dan juga ibukota Washington
> > terdapat sejumlah bioskop yang khusus memutar film
> > biru. Tetapi di loket penjualan karcis senantiasa
> > tercantum peringatan: Undang-undang kota melarang
> > masuk yang berusia di bawah 18 tahun. Dan kasir yang
> > menjual karcis akan menanyakan kartu identitas orang
> > yang diragukan umurnya.
> >  
> > Masalah sampai sejauh mana produk pornography dapat
> > diterima memang menjadi isu yang dipertentangkan dalam
> > masyarakat Amerika. Ada saja perkara gugatan
> > menyangkut pornografi diajukan ke pengadilan dan
> > diteruskan sampai ke Mahkamah Agung (US Supreme
> > Court).
> >  
> > Usaha melarang penjualan majalah yang dianggap porno
> > misalnya ditentang para penerbitnya dan dicela banyak
> > kalangan di Amerika. Kata mereka, usaha kaum fanatik
> > untuk melarang atau membatasi peredaran sesuatu
> > penerbitan sama dengan usaha penyensoran yang
> > dipraktekkan di negara-negara komunis dan totaliter
> > atas apa yang boleh ditulis dan dibaca orang. Golongan
> > penentang ini bahkan menuntut agar segala peraturan
> > atau ketetapan yang membatasi peredaran majalah porno
> > dsb-nya dicabut, karena bertentangan dengan amandemen
> > pertama undang-undang dasar yang menjamin kebebasan
> > mengemukakan pendapat dan kebebasan ber-ekspresi.
> > Patut juga dikemukakan bahwa pada tahun 1970 sebuah
> > komisi penasehat yang dibentuk US Congress, setelah
> > melakukan penelitian, mengeluarkan laporan yang
> > menyimpulkan bahwa tidak ada bukti pornografi
> > mengakibatkan peningkatan sikap atau perilaku
> > anti-sosial. Sebab itu komisi tersebut menganjurkan
> > pencabutan semua undang-undang menyangkut bacaan porno
> > dsb-nya, kecuali dalam beberapa hal, misalnya yang
> > berkenaan dengan larangan menjual kepada anak-anak.
> > Karena tidak ada alasan pemerintah mencampuri
> > kebebasan penuh orang dewasa untuk membaca, memiliki,
> > atau melihat apapun yang ingin mereka baca atau lihat.
> > Rekomendasi komisi itu ditolak oleh presiden Nixon dan
> > Senat.
> >  
> > Tetapi seperti anda tanyakan, yang juga sangat penting
> > tentu saja adalah kriteria atau definisi pornografi
> > itu sendiri. Apa patokan dalam menetapkan bahwa sebuah
> > majalah, buku, gambar atau film, porno atau tidak.
> > Pada tahun 1966, dalam tinjauan atas perkara
> > menyangkut sebuah novel berjudul "Fanny Hill",
> > Mahkamah Agung menyatakan bahwa "sebuah karya baru
> > dapat dikatakan porno jika karya tersebut sama sekali
> > tidak mengandung nilai sosial." Ini merupakan
> > kemenangan bagi penerbit novel tersebut. Namun tahun
> > 1973, dalam meninjau perkara "Miller lawan
> > negarabagian Kalifornia", the US Supreme Court
> > membuat definisi baru dengan menyatakan bahwa "sebuah
> > karya dapat dikatakan porno jika menggambarkan
> > perilaku seksual dalam cara yang nyata-nyata tidak
> > sopan, dan yang secara keseluruhan, tidak memiliki
> > nilai artistik, kesusastraan, politik dan keilmuan
> > yang serius."
> >  
> > Jadi kriteria mengenai porno dan tidak porno itu bisa
> > berubah sesuai dengan perubahan pandangan masyarakat.
> > Dan saya menilai masyarakat Amerika sekarang ini
> > cenderung lebih konservatif dibanding sepuluh tahun
> > yang lalu. Jadi tidak mengherankan jika para penerbit
> > majalah Playboy atau Penthouse atau produser vcd porno
> > sering menyelipkan pesan kepada langganan mereka agar
> > terus memberikan dukungan bagi kelangsungan kebebasan
> > berekspressi dengan hati-hati memilih wakil rakyat
> > yang akan menduduki badan-badan legislatif lokal,
> > tingkat negara bagian dan nasional.
> >  
> > Sato Sakaki, 
> > Los Angeles, California
> > (artikel ini saya tulis beberapa tahun yang lalu untuk satu media)
> > 
> > 
> > 
> > Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> > http://mail.yahoo.com 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
> List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke