Ummu Ja'far <[EMAIL PROTECTED]> wrote:To: sabili 
From: Ummu Ja'far 
Date: Wed, 26 Jan 2005 12:53:00 +0100
Subject: [Sabili] Para Penginjil Tsunami berusaha Kacaukan Muslim AS

http://www.hidayatullah.com

Hidayatullah.com, Selasa, 25 Januari 2005 


Para Penginjil Tsunami berusaha Kacaukan Muslim AS


Komunitas Muslim AS menuduh pendeta Jerry Falwell �yang kerap menghina
Islam�menyalahgunakan bantuan tsunami untuk keperluan Kristenisasi di
Asia

Hidayatullah.com--Kamis lalu, komunitas Muslim Amerika Serikat (AS)
menuduh penginjil Jerry Falwell menyalagunakan dana bantuan bencana
tsunami untuk proyek kristenisasi di kawasan Asia selatan dan. Mereka
juga menyerukan agar pemerintahan Bush mengecam tindakan itu. 

Dalam sebuah Newsletter mingguan bertajuk �Falwell Confidential," yang
didapatkan oleh Lembaga Hubungan Islam-Amerika (CAIR), penginjil itu
mengatakan, �Ratusan ribu orang sangat membutuhkan penanganan medis dan
bimbingan personal dan di wilayah yang mayoritas Muslim ini, jutaan
orang justru tidak pernah mendengar tentang Jesus�, 

Newsletter yang didistribusikan oleh para staf Jerry Falwell, menyatakan
bahwa dana bantuan itu akan digunakan untuk membagi-bagikan makanan dan
Injil kecil di wilayah yang terkena musibah. 

Seorang Muslim yang menerima e-mail dari Newsletter itu, kemudian segera
menembuskannya ke CAIR. Juru bicara CAIR, Ibrahim Hooper mengatakan,
�Menurut statemen di www.falwell.com dan Web site Universitas Liberty,
sekolah itu sedang menyiapkan sebuah tim yang akan melakukan expedisi ke
India, Sri Lanka dan negara-negara lainnya di Asia Selatan. 

�Pembagian makanan dan kebutuhan medis, bersamaan dengan penyebaran
ribuan injil dalam bahasa daerah akan menjadi tugas utama tim tersebut�
tulis web site itu. 
,
�Perjalanan misi ke wilayah Asia akan dilakukan oleh para mahasiswa
Universitas Liberty dalam bulan-bulan berikutnya, bahkan mungkin
tahun-tahun mendatang�. 

Sebagaimana diketahui, Jerry Falwell adalah pendiri Universitas Liberty. 

Jerry Falwell pernah membuat pernyataan yang menghina Islam yang dimuat
dalam Newsweek, 14 Oktober 2002 yang menyebut bahwa Nabi Muhammad adalah
teroris. 

Namun Dr. Eddie Pate, seorang profesor dan ketua Liberty's tsunami aid
effort (bantuan dana untuk tsunami) menyatakan, bahwa ia tidak berencana
untuk mengambil keuntungan apapun, tapi tim yang menurut rencana akan
diberangkatkan ke Asia selatan itu akan bekerja sama dengan kelompok
Kristen lokal yang membagi-bagikan makanan dan obat-obatan serta
membantu memulai usaha-usaha kecil. 

�Ini bukan kali pertama kami dengar isu negatif macam ini, kata Hooper,
�Ini akan berakibat buruk, pertama, dalam hubungan antar agama, kedua,
dalam kepercayaan dan kerjasama antar lembaga-lembaga resmi yang bekerja
disini�. 

Hooper juga menyatakan bahwa para misionaris yang berlagak seperti
kelompok bantuan bisa berpretensi menyakiti daripada membantu masyarakat
yang rentan dan lemah ini. 

�Hal itu akan membuat lembaga-lembaga resmi itu semakin kesulitan dalam
bergerak juga akan merusak kesan tentang Amerika yang sudah cukup baik
di sebagian belahan dunia lainnya. 

Minggu lalu, Indonesia sempat digegerkan dengan ulah kelompok LSM
misionaris asal AS, WorldHelp yang berencana membawa 300 anak yatim
piatu asal Aceh untuk disekolahkan di yayasan-yayasan Kristen. Kasus ini
kedian membuahkan kecaman berbagai pihak terutama umat Islam Indonesia
karena menganggap bantuan-bantuan asing itu memiliki pamrih dan mencari
keuntungan. (rtr/hid/Rizal/cha) 

------------------------------------

Hidayatullah.com, Selasa, 25 Januari 2005 


Zionis Israel Siksa Aktifis LSM Perdamaian


Kalau Zionis Israel menyiksa LSM luar asing itu akan menjadi berita baru
dan membuahkan kecaman banyak orang. Tapi jika ribuan warga Palestina
korbannya, biasanya pura-pura tidak mendengar

Hidayatullah.com--Jika mendengar tindakan penyiksaan yang dilakukan
tentara Zionis terhadap warga Palestina mungkin sudah menjadi berita
sehari-hari dan terlalu sering kita dengar. Akan tetapi, jika penyiksaan
itu dilakukan terhadap seorang warga Eropa, tentulah hal itu menjadi
berita menarik. Baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri Denmark
mengeluarkan sebuah statemen kecaman terhadap Israel atas tindakan
tentara rezim itu dalam menahan sekaligus menyiksa seorang aktivis
perdamaian asal Denmark selama 18 hari. 

Sumber-sumber yang dipercaya oleh pemerintah Denmark menyebutkan bahwa
nyawa sang aktivis itu kini berada dalam bahaya. Seandainyapun nyawanya
selamat, warga Denmark itu kemungkinan besar akan menderita cacat fisik
dan mental akibat buasnya penyiksaan yang ia terima. 

Kasus ini telah membangkitkan protes keras pemerintah Denmark dan
sejumlah pemerintahan Eropa lainnya. Berbagai kelompok LSM di Denmark
malah mendesak pemerintah Kopenhagen untu mengevaluasi hubungan
diplomatik negaranya dengan Israel. 

Sebagai langkah awal, Departemen Luar Negeri diminta untuk memulangkan
Duta Besar Israel untuk Denmark Karmy Gillon. Lembaga-lembaga tersebut
merasa memiliki alasan kuat untuk mempermasalahkan Gillon karena selama
ini, ia diketahui memiliki latar belakang militer dan terbukti pernah
menjadi algojo di penjara-penjara Zionis yang diisi oleh tahanan-tahanan
Palestina. 

Dari sangat kerasnya reaksi pemerintah Denmark itu, kasus ini
digambarkan seakan-akan sebuah skandal istimewa yang mustahil dilakukan
oleh rezim Zionis. Padahal, kalau mau diungkap lebih teliti, penangkapan
seorang aktivis asing bukanlah kasus yang pertama kali terjadi. Sejak
intifadha Masjidil Aqsha berkobar, hingga kini tercatat sudah 80 aktivis
asing yang ditangkap rezim Zionis. Puluhan dari mereka dibebaskan dalam
kondisi cedera, dan tiga orang lainnya, termasuk seorang aktivis wanita
asal AS bernama Rachel Kori, tewas dalam penahanan. 

Saat itupun negara-negara yang warganya ditahan secara ilegal dan buas
oleh Israel melontarkan krtitikan kerasnya kepada Tel Aviv, dan selama
ini, Israel tidak pernah menanggapi secara serius kecaman-kecaman yang
datang itu. Sikap sombong Israel itu tentulah ada penyebabnya. Sebab
pertama terkait dengan sangat kuatnya lobi-lobi Yahudi di berbagai
pemerintahan dunia, khususnya negara-negara Barat. Sebab yang kedua
adalah sikap negara-negara itu sendiri yang tidak pernah mempedulikan
berbagai tindakan pelanggaran HAM paling transparan dan paling buas di
dunia yang digelar oleh rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina. 

Israel sendiri sangat berkepentingan dengan penahanan dan penyiksaan
terhadap para aktivis asing itu, meskipun mereka berasal negara-negara
sekutu Israel. Pasalnya, keberadaan para aktivis itu di bumi Palestina
pastilah sangat berpotensi akan mengungkap berbagai fakta kebiadaban
yang dilakukan oleh tentara Zionis terhadap bangsa Palestina. 

Sayangnya, para pemimpin dunia cepat tanggap jika yang menjadi korban
adalah rakyatnya. Namun jika yang menjadi korban rakyat Palestina,
biasanya mereka pura-pura tak mendengar (irib/cha)


Kunjungilah www.swaramuslim.net untuk mengetahui berita-berita serta 
artikel-artikel terbaru tentang Islam

Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]





---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sabili/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke