bagaimanapun juga, bisnis di aceh adalah milik
tentara. faqih kemarin ngomong terjadi manipulasi
data pengungsi di aceh. udah susah begini masih juga
dibisnisin sama tentara.
dasar tentara....
===================================================
Farid Faqih Jadi Tersangka
*Polisi Bantah Ada Isu Politik
Banda Aceh, Kompas - Kepolisian Resor Banda Aceh,
Nanggroe Aceh Darussalam menetapkan aktivis lembaga
swadaya masyarakat, Farid Faqih, sebagai tersangka
pelaku pencurian. Polisi membantah penangkapan
Koordinator Government Watch itu terkait dengan isu
politik, yang kerap disuarakan Farid.
Penetapan status tersangka itu disertai pemeriksaan
gudang di Kampung Krueng Kalee, Blang Bintang, yang
diduga tempat menyimpan barang-barang bantuan itu.
"Bukti permulaan cukup, tetapi kami masih kembangkan,"
kata Brigadir Jenderal Suharto, Direktur Tindak Pidana
Tertentu Mabes Polri, di Markas Polres Banda Aceh,
Kamis (27/1).
Di gudang pinggiran Lanud TNI AU Blang Bintang itu
ditemukan berton-ton barang logistik dan obat-obatan,
termasuk barang milik tentara, baju loreng, yang
ditandai dari nama pengirim dan tujuan barang. Farid
ditahan sejak Rabu malam karena dicurigai
menyelewengkan bantuan yang dikumpulkan di Posko
Satuan Pelaksana Bantuan Pengungsi di Lanud TNI AU.
Belum ada pernyataan dari Farid. Saat bertemu Kompas,
menuruni tangga dari ruang Kepala Polres Banda Aceh
wajahnya tampak bengap. Farid terlihat kuyu, sementara
pelipis, mata, dan pipi kirinya tampak lebam
menghitam. "Apa kabar?" katanya pelan sambil
menyalamkan tangan.
Di bagian paha belakang celana kargonya yang berwarna
khaki tampak berkas darah mengental. "Kami menyesalkan
kondisi (sudah) seperti ini," ujar Suharto soal Faqih
yang kelihatan sudah babak belur.
Farid tidak bisa diwawancara oleh wartawan karena
polisi ketat mengawalnya. Hanya sedikit yang dikatakan
Farid saat berada di gudang penyimpanan. Menurut dia,
barang-barang yang dikumpulkannya, rencananya
disalurkan kepada pengungsi melalui posko ALS (Aceh
Logistic Support) semacam Satkorlak 'swasta" yang
dibentuknya. "Kita akan kirim lewat
Satkorlak-Satkorlak itu," ujar Farid. Namun, lalu
polisi melarangnya berbicara kepada pers.
Kekerasan terhadap Farid juga menjadi perhatian
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Presiden tidak
ingin adanya pelanggaran hukum oleh aparat penegakan
hukum. Presiden tidak menginginkan siapa pun main
hakim sendiri. Kalau misalnya Farid Faqih diduga
melakukan tindak pidana, tentunya hukum yang bicara.
Jangan main hakim sendiri. Kalau ada pemukulan,
pelakunya harus ditangani secara hukum," ujar Sudi.
Hal itu disampaikan Sudi Silalahi usai mendampingi
Presiden membahas penegakan hukum bersama Jaksa Agung
dan Kepala Polri di Kantor Kepresidenan, Kamis (27/1)
Sementara, Kepala Polri Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar
menyatakan, Polri tengah menyelidiki dan mendalami
kasus pencurian yang dilakukan Farid. "Polri telah
menerima penyerahan dari TNI yang menduga adanya
pencurian. Kini kami masih menyelidiki kasus itu,"
ujar Da;i.
Membantu lembaga PBB
Menurut Suharto, Farid mengaku ditugaskan United
Nations World Food Programme (UNWFP) untuk mengangkut
bantuan logistik. Setelah dikonfirmasikan ke staf
UNWFP, lanjutnya, ternyata lembaga itu tidak pernah
memberi wewenang untuk itu. "Keterangan sementara
mereka itu, dia (Farid) itu driver mereka," katanya.
Pemeriksaan di gudang kemarin dihadiri empat wakil PBB
yang datang dengan kendaraan berpelat nomor UN. Namun,
mereka menolak memberi keterangan. Selama pemeriksaan
di gudang, Farid diminta menandatangani barang-barang
yang dijadikan barang bukti.
Sementara mengenai relawan FPI, Soeharto menegaskan,
mereka diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
"Mereka hanya dimintai tolong Farid," katanya
Secara terpisah Kepala Tim Posko Informasi TNI Kolonel
(Inf) DJ mengatakan, Farid tidak memenuhi prosedur
pengeluaran barang. Apalagi, ternyata barang-barang
yang diangkut memiliki tujuan yang jelas. "Apakah yang
dilakukan Farid mencuri atau tidak, polisi yang
menentukan. Tetapi yang dilakukannya salah karena
mengambil barang yang merupakan hak orang lain,"
katanya
FPI Bantah Kerja Sama
Secara Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziel
yang berada di Banda Aceh mengatakan kekecewaannya
jika bantuan relawan dan truk dari FPI yang diminta
Farid Faqih ternyata disalahgunakan.
Habib menyatakan, FPI tidak terlibat penyelewengan
bantuan kemanusiaan, meskipun ada relawan dan logistik
FPI yang ikut mengangkut bantuan itu ke gudang
penyimpanan. "Kami hanya mencoba membantu sesama
relawan. Karena siapa pun yang meminta bantuan kami
akan bantu," kata Rizieq.
Farid memang menemui pihak FPI untuk meminta tolong
mengangkut bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh.
Farid mengaku tidak punya relawan dan alat
transportasi. Dia bermaksud meminjam empat truk FPI
dan bantuan relawan.
Permintaan Farid tidak langsung dipenuhi FPI. Habib
mengaku mengecek dulu apakah Farid memiliki dokumen
dan gudang penyimpanan. Dari hasil pengecekan,
ternyata Farid memang memiliki keduanya sehingga FPI
memenuhi permintaan Farid. "Kami percaya karena selama
dua hari mengambil barang di Lanud Blang Bintang tidak
terjadi apa-apa. Padahal, kegiatan itu dilakukan di
depan tentara. Tetapi pada hari ketiga ada beberapa
anggota TNI yang datang dan mengatakan kehilangan
barang," katanya.
Menurut Muhammad Ma'sumi, penanggungjawab logistik
relawan FPI tujuan utama FPI sebenarnya hanya
mengevakuasi mayat korban bencana "Kami tidak menduga
begini jadinya. Kami hanya menolong orang yang
membutuhkan bantuan," tambahnya
Reaksi keras
Kasus pemukulan Farid dan tuduhan pencurian memancing
reaksi berbagai kalangan. Ketua Komisi Nasional Hak
Asasi Manusia (Komnas HAM) Abdul Hakim G Nusantara
mendesak pihak berwenang menjelaskan kasus itu. "Sore
ini (kemarin-Red) kami mengirim surat ke Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab, Kapolda
NAD dan Panglima Kodam Iskandar Muda untuk meminta
keterangan," ujarnya.
Sekjen Gowa Andi Syahputra juga menolak tuduhan Farid
Faqih menyelewengkan bantuan kemanusiaan. Ini
dikatakan dalam dalam jumpa pers bersama Ketua YLBHI
Munarman dan istri Farid Faqih, Ratih. "Keberadaan
Aceh Logistic Support (ALS) justru mempercepat
distribusi bantuan kemanusiaan, yang selama ini
menumpuk, rusak atau disalurkan tidak tepat sasaran,"
katanya.
"Saat Panglima TNI di sana kami sudah meminta izin
lisan lewat Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin (Kepala Pusat
Penerangan TNI) agar sebagian barang bantuan yang
menumpuk kami alihkan ke dalam gudang untuk
disalurkan," ujar Andi.
Selama ini, kata Andi, memang tidak ada tertib
administrasi dalam penyaluran bantuan. Para
sukarelawan biasanya berinisiatif sendiri menyalurkan
bantuan yang menumpuk dan bahkan sebagian rusak itu.
"Jadi kami melihat tindakan itu sebagai upaya
pembunuhan karakter," ujar Andi.
Aktivis Aceh Otto Syamsuddin Ishaq menaytaka,
penahanan Farid justru menegaskan kelemahan pemerintah
mengelola bantuan bencana. "Jika manjemen bantuan
dilakukan dengan baik, tentu sejak awal Farid tidak
bisa dengan mudah masuk dan mengangkut barang,"
ujarnya.
Anggota Komisi III DPR dari Partai Persatuan
Pembangunan (Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis
malam, menyebutkan, kekerasan dalam penangkapan Farid
Faqih harus diusut. Lepas dari benar-tidaknya Farid,
sangat disayangkan terjadinya kekerasan justru saat
ada keinginan TNI dan Polri mengangkat citra mereka,
di tengah perhatian dunia atas penanggulangan bencana.
"Jika menilik pengambilan barang yang berulang dan
disimpan di gudang, semestinya hal itu diketahui dari
awal. Ini yang membuat orang berpikir Farid sengaja
dijebak karena alasan tertentu," ujarnya.
(Har/dik/ADP/DWA/MAM/J07/ELY/ELN/LUK/COK/USH)
=================================================
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/