ngawur kamu! Islam takut umatnya terima Yesus? melarang orang pindah agama itu sama saja melanggar hak azasi manusia, tahu nggak?
Martha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mawar Sharon sudah mengaku sebagai Umat Kristen Kharismatik yang beraliran Militant dan Radikal. Mereka sudah dicekokin untuk pantang mundur dan untuk tidak takut sama sapa aja kecuali Tuhan. Mereka sudah dicekokin agar tidak radikal hanya untuk menyenangkan manusia. Sebab bukan manusia yang perlu disenangkan melainkan Allah. Anehnya, sikap begini DILARANG di USA, negara yang dimana kekristenan itu bukan hal yang asing. Observe punya observe, Tabloid Lintas Agama beraliran yang sama dilihat dari behavior yang tercerminkan dari postingnya. Nah yang beginian itu biasanya akan menghalalkan taktik apa saja untuk menyebarkan Injil. Mereka mengaku tak akan goncang menghadapi apapun. Dengan demikian pengerusakan pengerusakan in the future sudah bisa ditebak nggak akan brenti. Kalo dipikir pikir, sikap tidak akan goncang setelah memulai perkara (karena kurang memiliki people skill) adalah sikap yang mementingkan diri sendiri. Julukan Militant Radikal memang pantas untuk mereka. Sebagai orang yang bangga untuk tidak mematuhi peraturan negara dalam penyebaran kepercayaan. I wonder how many souls (yang ridho doang) have they won? Martha Rumimper --- In [email protected], Franciscus Xaverius <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Berita ini ga dibuat2 dan benar adanya, bisa di crosscheck. > > Metode Mutakhir : Pemurtadan Berkedok Pesta Es Krim > Oleh : Fakta 31 Jan, 05 > > Aksi kristenisasi semakin brutal, licik dan membabi buta. Berbagai kalangan diincar akidahnya, termasuk anak-anak SD yang masih labil jiwanya. Seratusan anak yang masih lugu itu diiming-imingi "Pesta Es Krim" di sebuah mall, tapi ternyata dibawa ke Gereja Bethel untuk dimurtadkan dengan kemeriahan lagu-lagu gereja, doa pemberkatan dan pembaptisan. > > Bermula dari pembagian brosur "Pesta Es krim" pada jam istirahat pagi hari, sekitar seratusan anak-anak siswa SDN 03 Pontianak tertarik dan mendaftar melalui seseorang dan penjual makanan di sekolah. Namanya juga anak-anak, sangat mudah tergiur dengan hal-hal yang berbau pesta makanan. Apalagi, acara yang tertera dalam brosur tersebut diadakan di salah satu mall Pontianak kota dengan fasilitas antar-jemput bagi peserta. > > Maka, anak-anak yang menerima brosur tersebut dijemput pada jam 3 sore di SD yang beralamat di Jl. KH Wahid Hasyim Gang Cimahi Pontianak Kota, tanpa sepengetahuan guru. Sebagian anak-anak SD yang ikut itu adalah santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Raudatul Abrar Pontianak. Para guru tidak curiga apapun terhadap penjemputan itu, karena beberapa orang tua siswa ikut mendampingi anak-anaknya. Sebaliknya, orang tua siswa pun tak curiga sedikitpun terhadap penjemputan itu, karena menganggapnya sebagai kediatan ekstra­kurikuler yang diadakan di luar sekolah. > > Dalam perjalanan, ternyata para siswa tidak menuju ke satu mall untuk berpesta es krim, karena sang sopir merubah haluan menuju ke Jalan Ketapang. Hal ini sempat diprotes oleh beberapa orang tua murid yang ikut menemani anak-anak mereka, namun tidak digubris. Ternyata, mobil jemputan itu berakhir di sebuah ruko di Jalan Ketapang No. 94 Pontianak kota. Para orang tua terkejut bukan kepalang, karena ternyata ruko tersebut adalah Gereja Mawar Sharon (GMS). Belakangan terungkap bahwa gereja tersebut dikomandani oleh Pendeta Steven Rommel Hutahurua yang bernaung di bawah Persatuan Injil Indonesia Surabaya. Begitu sampai, pintu gedung segera ditutup, dan yang diperbolehkan masuk hanya anak-anak. Para orang tua menunggu di luar. > > Di dalam gereja, semua makanan boleh diambil, termasuk es krim yang jumlahnya sangat banyak. Setelah itu, dibagikan hadiah-hadiah berupa kado dalam ukuran yang beraneka ragam. Diajarkan pula lagu- lagu dan doa-doa Kristiani. > > Para siswa Muslim yang ikut dalam acara di gereja itu menuturkan bahwa di sana mereka diajak untuk menyanyikan lagu-lagu rohani Kristen, kemudian diberi ceramah tentang Yesus. Di tengah-tengah penyanyian lagu-lagu rohani ini diselingi dengan pertanyaan "Siapa yang ingin menyembah Yesus?" > > Beberapa anak mengacungkan tangan meski tidak tahu apa maksudnya. Setelah itu anak-anak disuruh menyanyikan lagu-lagu rohani Kristen kembali. Hingga acara usai anak-anak baru diperbolehkan kembali ke sekolah masing-masing dengan diantar oleh pihak penyelenggara. > > Menurut pengakuan Hengki, salah satu murid yang ikut ditipu di gereja, di sana mereka dibagi-bagikan es krim. "Kami ditanya siapa yang mau masuk surga. Terus saya tunjuk tangan duluan, kemudian saya disuruh maju ke depan. Kepala saya dipegang seraya didoakan," urai bocah kelas enam SD itu dengan polosnya. Hadir pula bintang tamu dari Surabaya, Cece Anita, yang meramaikan acara tersebut. > > Buntut dari kegiatan di gereja itu, para orang tua murid merasa resah dan memprotes kepada pihak sekolah. Pihak sekolah yang tidak merasa membuat acara tersebut segera merespon dengan mencari informasi selengkapnya, kemudian mengadakan > pertemuan dengan orang tua murid untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Hingga akhirnya Senin (28/6) pihak sekolah melapor ke Mapoltabes Pontianak untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak Gereja Mawar Sharon yang telah melakukan penyebaran agama dan pen­doktrinan keyakinan Kristen kepada anak-anak Muslim. > > Hasyani, guru agama SDN 03 yang bertindak sebagai pelapor, didampingi oleh kepala sekolah. Guru agama ini pun memberi keterangan kepada petugas sambil menunjukkan barang bukti berupa sebuah publikasi bahwa terselenggaranya acara tersebut. Bukti lain yang dibawa oleh pelapor adalah sejumlah kertas berisi data absensi murid yang hadir pada acara tersebut. Di antaranya murid kelas Islam B, sebanyak 20 orang, murid kelas IV A, sebanyak 23 orang, kelas IV B, 25 orang, II B sebanyak 6 orang, III A sebanyak 20 orang dan V B sebanyak 18 orang. > > Pelapor menegaskan, acara tersebut dihadiri oleh murid-murid tanpa sepengetahuan sekolah. Sebab acara tersebut tidak termasuk program kegiatan ekstra kurikuler sekolah, terlebih diselenggarakan di luar jam sekolah. > > Sifon, pengurus GMS mengakui, acara tersebut memang diselenggarakan oleh pihaknya. Namun ia membantah acara tersebut berisi doktrin agama tertentu, walau memang ada acara doa bersama. "Kami hanya bagi-bagi hadiah untuk menyenangkan hati anak- anak, juga ada doa bersama di sana dan itu tidak salah," ujarnya. Mengenai tempat, hingga saat ini dia masih enggan memberitahu, "Tempatnya, saya rasa ada di publikasi, maaf ya.. ada beberapa hal yang tidak dapat saya beritahu," ujarnya mengakhiri pembicaraan. > > Pihak Gereja Jadi Tersangka > > > Satu hari kemudian (29/7), Poltabes Pontianak memanggil Srs, Mer, Dd, Jn, Es, Any dan Dr dari pihak Gereja Mawar Sharon sebagai tersangka. Ketujuh orang itu dijerat dengan pasal 335 subsider pasal 156 A KUHP dengan ancaman hukuman sekurang-kurangnya lima tahun, karena dinilai melakukan penyebaran agama Kristen berkedok pesta es krim kepada umat Islam. > > Pemeriksaan para tersangka dilaksanakan terpisah antara satu sama lainnya. Kendati pemeriksaan tersangka masih berjalan, namun dari hasil sementara, perbuatan tersangka mengandung unsur penipuan dengan kedok pesta es krim, ternyata malah penyebaran agama tertentu yang cukup populer diistilahkan kristenisasi. Apalagi, saat pesta berlangsung, orangtua tidak diperkenankan masuk, dan pintu ruangan dikunci. > > Kapoltabes Pontianak, Kombes Pol Drs Affan Richwanto melalui Kasat Reskrim Kompol Drs Irawan David Syah saat ditemui wartawan membenarkan tentang pemeriksaan tujuh tersangka tersebut. "Ketujuh tersangka sudah dibawa untuk dimintai keterangan, termasuk motivasi mereka melakukan acara itu dengan mengundang anak-anak," kata Irawan di ruang kerjanya. > > > Lanjut Irawan, yang jelas kasus ini tengah ditangani secara intensif, termasuk sejauh mana motif dari pesta es krim tersebut di SDN 03 Gang Cimahi, Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak Kota. Selain penipuan dari format acara, di dalam ruko tersebut juga terdapat tempat ibadah, Untuk itu pihaknya juga akan menyelidik apakah bangunan tempat ibadah tersebut ada izinnya. "GMS adalah organisasi yang masih dalam penyelidikan petugas, termasuk status ruko yang ternyata dijadikan tempat ibadah," tukas Irawan. > > Atas perbuatan yang dilakukan, kata Irawan, tersangka dikenakan pasal 335 subsider pasal 156 A KUHP dengan ancaman hukuman sekurang- kurangnya lima tahun. > > Irawan menambahkan, selain memeriksa tersangka, kasus ini juga mendapat respon dari Forum Umat Islam. Sekitar pukul 11.00 WIB, pengurus FUI Kalbar menemui langsung Kapoltabes, Kombes Pol Drs Affan Richwanto. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapoltabes itu, Tim 7 FUI yang menangani kasus ini meminta kepada polisi untuk mengambil tindakan nyata terhadap kasus ter­sebut. Ini dimaksudkan agar tindakan berbau SARA tidak menimbulkan ekses terhadap apa yang telah dilakukan GMS. > > Dalam keterangannya, Mer, divisi pelayanan Gereja Mawar Sharon, acara tersebut dibuat dengan menghadirkan seratus lebih anak-anak. Tapi, ada juga sejumlah anak yang urung mengikuti acara, karena dibawa pulang orang tuanya. "Acara seperti ini pernah dilakukan, namun baru kali ini membawa murid-murid SD. Acara berisi khotbah, doa dan lagu-lagu rohani," tutur Mer kepada petugas. > > Sementara orang tua korban yang juga dimintai keterangan sebelumnya mengaku terkejut. Seperti yang diutarakan orangtua Hengki, Zulkarnain. "Saya terkejut mendengar cerita anak saya yang katanya mau ke Gajah Mada Mall. Dia dan kawan-kawannya diantar- jemput di sekolah," ujar Zulkarnain yang tidak ikut mengantarkan anaknya ke pesta es krim. > > Di tempat terpisah, Ketua Forum Pembela Islam (FPI) Syarif Yusuf Alkadrie meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyebaran agama dengan kedok pesta es krim ini. Yusuf mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi sekitar 5 bulan lalu di Kecamatan Pontianak Timur. "Modusnya anak-anak diberikan les gratis oleh seorang guru wanita asal Ambon yang masuk ke Pontianak melalui Jakarta. Pada awal les diajak bernyanyi lagu-lagu rohani kemudian baru diberi les. Ketika hendak pulang, anak-anak juga diajak menyanyikan lagu-lagu rohani kembali," papar Yusuf. > > Pada bulan kedua, ternyata les sama sekali tidak diberikan tetapi acara diganti dengan lagu-lagu rohani dan doktrin-doktrin keagamaan. "Dalam dua bulan berjalan kedok tersebut diketahui warga dan orangtua sehingga dapat dihentikan serta sang gurupun hilang tanpa penanganan yang jelas," urai Yusuf. > > Tokoh yang terkenal keras ini juga mengingatkan agar oknum-oknum tertentu menghargai, menghormati serta memelihara kehidupan beragama. "Saya imbau agar tidak menyebarkan agama kepada orang- orang yang sudah menganut salah satu agama," tukas Yusuf. > > Namun masyarakat sudah telanjur geram dan tidak bisa menahan amarahnya. Bagi mereka, akidah adalah segala-galanya. Besok siangnya (30/7), situasi kota Pontianak memanas dengan adanya tindakan penyerangan terhadap Gereja Mawar Sharon. Penyerangan ini berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa. Hanya sejumlah fasilitas Gereja hancur di amuk massa. > > Kalbar adalah daerah rawan konflik, maka aparat harus tegas supaya kasus pemurtadan tidak meluas dan meruncing. Pemurtadan mengincar anak-anak SD, maka orang tua harus waspada dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Jangan sampai termakan bujuk rayu gereja dengan iming-iming apapun, apalagi dengan secangkir es krim. Umat Kristen harus menyadari, bahwa penyiaran agama itu boleh-boleh saja, tapi jangan dengan tipuan kepada orang yang sudah beragama. Dulu pengkristenan pakai Supermie (makanya ada istilah Kristen Supermie/Indomie---KG), sekarang es krim, nanti apalagi. Waspadalah! Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT document.write(''); --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
