http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/24/utama/1579227.htm
Kamis, 24 Februari 2005 Rekonstruksi Munir Gagal Dilakukan Jakarta, Kompas - Pra rekonstruksi pembunuhan terhadap aktivis hak asasi manusia, Munir, Selasa malam, gagal dilakukan. Manajemen Maskapai Garuda disinyalir secara sepihak membatalkan prarekonstruksi dengan dalih eka awak kabin pesawat Garuda GA-974 yang ditumpangi Munir ketika itu masih melakukan penerbangan ke sejumlah kota dan negara tujuan. Padahal, rencana penyidik untuk melakukan rekonstruksi sudah disampaikan tiga minggu sebelumnya. "Kita akan mempertanyakan dan mengirimkan surat terkait ketidaksiapan manajemen Garuda tersebut. Kita akan menyelidiki siapa saja kabin crew yang terlibat dan rekonstruksi tetapi tidak bisa ikut dengan dalih melakukan penerbangan," kata Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) Brigadir Jenderal (Pol) Marsudi Hanafi, Rabu (23/2). Menurut Marsudi, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara penyidik Polri dengan pihak manajemen PT Garuda Indonesia mengenai rencana pra rekonstruksi tersebut. Tenggang waktu yang diberikan dari pemberitahuan hingga pelaksanaan rekonstruksi selama tiga minggu. Waktu tiga minggu, tambah dia, merupakan rentang yang ideal bagi pihak manajemen Garuda untuk mengatur jadwal penerbangan bagi para awak kabin. Sesungguhnya tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti pra rekonstruksi. Rekonstruksi merupakan bagian penting dari upaya penyelidikan dan penyidikan. Marsudi heran dengan sikap manajemen Garuda yang secara sepihak membatalkan pelaksanaan pra rekonstruksi tersebut. Ditanya apakah tidak siapnya manajemen Garuda bisa dikatakan bahwa mereka tidak kooperatif dalam mendukung polisi mengungkap kasus tersebut, Marsudi mengaku masih menyelidikinya. Kalau memang nanti ditemukan ada awak kabin yang tidak melakukan penerbangan seperti yang dijadikan alasan mereka, berarti mereka tidak kooperatif. Kepala Bidang Operasional Kontras Edwin Partogi mengatakan, pembatalan itu sebagai suatu kejanggalan mengingat rencana pelaksanaan prarekonstruksi sudah dipersiapkan sebelumnya sementara pembatalan dilakukan manajemen Garuda secara mendadak. "Kami curiga ada yang janggal di balik pembatalan itu. Kenapa pembatalan dilakukan di hari H padahal sebelumnya sudah ditunda sehari. Saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Garuda juga sudah beralasan tidak bisa karena pesawat GA-974 dipakai mengangkut jemaah haji," ujar Edwin. Sementara itu istri Munir, Suciwati, mengatakan proses prarekonstruksi sangat diperlukan terutama untuk mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan yang selama ini terjadi dalam proses penyidikan kasus pembunuhan Munir. "Baik TPF maupun kami sudah beberapa kali sebelumnya meminta proses prarekonstruksi digelar secepatnya. Proses ini sangat penting bagi kami untuk mensinkronkan apa benar hasil berita acara pengadilan (BAP) dari hasil penyidikan kepolisian," ujar Suciwati. Sementara itu, Kepala badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Suyitno Landung mengatakan, pra rekonstruksi sebenarnya sudah dilakukan. Tetapi karena TPF meminta untuk mengetahui betul lokasi pembunuhan, space, tempat duduk, serta gambaran umum pesawat Boing GA 947 maka dilakukan pra rekosntruksi lagi. "Dari situ nanti dapat dianalisa, kejadian pembunuhan tengah malam," katanya. Suyitno bahkan mengaku belum mengecek jadwal prarekonstruksi tersebut. Permintaan DPR prarekonstruksi menggunakan pesawat aslinya. yang memang ditumpangi almarhum dari Jakarta ke Singapura maupun dari Singapura ke Amsterdam. Ketika itu pihak Garuda menyatakan siap. "Kita sudah melakukan pra rekonstrksi sebelumnya, mulai menelusuri tempat tempat duduk, dari mana pintu masuk, pemeriksaan di gate, boarding pass, imigrasi ruang tunggu, masuk pesawat hingga duduk," katanya. Jadwal bulanan Menanggapi sinyalemen adanya pembatalan sepihak tersebut, Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Pujobroto, mengungkapkan, upaya untuk mengumpulkan sekitar 40 kru Garuda untuk mengikuti pra rekonstruksi secara teknis memerlukan waktu. Garuda memiliki tujuan penerbangan ke 30 kota di dalam negeri dan 24 luar negeri. Pengaturan rotasi pesawat dan rotasi kru pesawat (crew rotation) biasanya dilakukan dalam periode bulanan. Artinya, pengaturan rotasi bulan ini untuk bulan berikutnya, demikian seterusnya. Hingga saat ini, sebagian besar kru masih melaksanakan tugas penerbangan. Pesawat yang ditumpangi almarhum dan sekarang juga sedang melakukan penerbangan ke tempat lain, sehingga harus ditarik dulu dari jadwal penerbangan. Ditanya berapa waktu ideal yang diperlukan untuk mengumpulkan ke-40 awak kabin tersebut, Pujobroto belum bisa menghitungnya. "Sejauh ini Garuda mendukung proses pemeriksaan terhadap krew eks GA 974," katanya.(DWA/MAS) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
