http://www.indomedia.com/bpost/032005/1/opini/opini2.htm Selasa, 01 Maret 2005 02:07
Gejolak Atas Keragu-raguan Sikapi BBM PERNAH seorang pebisnis dengan nada guyon dalam perbincangan santai melemparkan ide; bagaimana seandainya pemerintah langsung saja mencabut semua subsidi BBM, sehingga pagu harga tertingginya jelas diketahui masyarakat. Dengan demikian, gejolak kenaikan harga barang yang terjadi di pasar terjadinya juga sekali itu saja, termasuk imbas ikutan lainnya sebagai dampak kenaikan harga BBM. Setelah itu, masyarakat tak lagi dihantu-hantui ketakutan akan ada kenaikan harga BBM periode berikutnya, lantaran hampir tiap tahun dan pergantian kepemimpinan selalu ada kebijakan seperti ini (mengurangi subsidi BBM). Sikap ragu dan terus mengulur kenaikan waktu, terus menghembuskan kabar rencana pemerintah segera mencabut subsidi BBM, justru menjadi biang gejolak harga yang terjadi di masyarakat. Berbagai sektor keburu menaikkan harga, setelah pejabat negara kita ini berkoar-koar bahwa pemerintah akan mencabut subsidi BBM. Padahal harga BBM-nya sendiri belum naik. Buruknya lagi, pencabutan subsisi BBM benar-benar diputuskan, harga barang pun kembali ikut-ikut naik. Kemarin, berbagai elemen masyarakat di 27 propinsi serempak melakukan demonstrasi di daerah masing-masing. Tuntutan mereka sama, mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM --kalangan eksekutif maupun legislatif lebih suka menyebutnya pencabutan/penarikan subsidi BBM-- seakan sebuah polemik berkepanjangan tiada henti yang terjadi pada bangsa ini. Seperti biasanya pemerintah beralasan, kenaikan ini terpaksa dilakukan untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang setiap tahun selalu dialokasikan triliunan rupiah untuk mensubsidi BBM. Dengan alasan itu, pemerintah terpaksa mencabut sedikit demi sedikit subsidi yang terlanjur diberikan untuk BBM. Dalam kurun beberapa waktu tahun terakhir, subsidi itu memang bisa dikurangi. Anggaran yang semula disalurkan untuk mensubsidi BBM, kini dialihkan kepada kegiatan lain seperti sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, transportasi dan lain-lain yang berkaitan dengan kepentingan umum. Kini di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, persis di penghujung 2004, berembus kuat rencana penaikan harga BBM. Rencananya sendiri belum direalisasi, tapi imbasnya sudah tampak saat isu itu sudah diembukan, harga barang mulai kebutuhan pokok sampai bahan bangunan, naik . Seperti juga kenaikan harga BBM pada masa-masa pemerintahan terdahulu, kebijakan seperti ini selalu diwarnai dengan demonstrasi masyarakat. Seperti juga pemerintah terdahulu, aksi-aksi tersebut cuma dianggap riak kecil. Alhasil, aksi ini pun diabaikan dan dibiarkan sampai masyarakat melupakan dengan sendirinya yang pada akhirnya mau atau bahkan harus menerima keadaan dengan segala konsekuensinya. Jika mengkaji argumen pemerintah, masyarakat seakan ingin digiring ke sebuah realita, betapa beratnya beban yang dipikul pemerintah lantaran memberikan subsidi BBM. Padahal, subsidi itu belum tentu benar-benar dirasakan masyarakat, bahkan tak jarang justru dinikmati kalangan berduit dan industri. Masyarakat juga diajak membuka mata betapa rentannya BBM kita diselundupkan ke luar negeri. Ini sebagai imbas murahnya harga BBM dalam negeri dibanding dengan harga minyak dunia. Tak heran jika industri asing melirik BBM Indonesia. Itulah di antaranya argumen pemerintah, yang tak jarang diamini oleh wakil rakyat kita. Sampai sekarang argumen itu terus disebarluaskan dengan alasan sosialisasi. Padahal, kondisi itu terus memicu gejolak di masyarakat. Sikap pemerintah yang tak kunjung memberikan keputusan yang tegas dan cenderung ragu-ragu terhadap soal BBM ini, sangat disayangkan berbagai kalangan. Jika memang suatu kebijakan sudah dipertimbangkan dan dari pertimbangan itu lebih banyak manfaatnya, kenapa harus ragu. Ataukah karena memang kebijakan itu lebih banyak mudharatnya? ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
