REFLEKSI: Menentang dikutuk Alloh, demikian wahyu petinggi penguasa negara 
dengan memakai menteri agama untuk mengumumkan kenaikan harga BBM.


http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/01/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
"Menteri Agama yang Akan Umumkan Kenaikan BBM"
BOLEH jadi sidang kabinet yang digelar di kantor presiden, akhir Februari, 
Senin (28/2) sore kemarin, merupakan satu-satunya sidang kabinet tanpa 
keterangan pers, setidaknya sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dilantik, 
20 Oktober 2004 silam. Entah apa yang ada di benak para menteri Kabinet 
Indonesia Bersatu hari itu. Yang jelas, sejak beberapa minggu terakhir, mereka 
cenderung bungkam jika agenda Sidang Kabinet membicarakan soal bahan bakar 
minyak (NBBM). 

Kalau biasanya sesuai sidang kabinet, para menteri yang ditunjuk memberikan 
keterangan pers segera duduk di kursi depan, ruang jumpa pers, petang kemarin, 
hal itu tidak terjadi. Tidak mengherankan sebagian besar wartawan mulai 
bertanya-tanya siapa yang akan memberikan keterangan pers nantinya. 

Para menteri, tidak lama setelah maghrib, satu per satu meninggalkan kantor 
presiden, kebanyakan melalui halaman depan. Padahal biasanya melewati ruang 
jumpa pers. Dalam sidang kabinet kemarin, memang mulai terlihat beberapa 
"keanehan" dalam arti tidak lazim terjadi. Misalnya seusai sidang yang 
berlangsung di lantai 2, beberapa menteri turun, namun bukannya keluar, 
melainkan masuk lagi di ruangan lantai 1 yang terletak di bagian belakang ruang 
jumpa pers. 

Beberapa waktu kemudian beberapa menteri terlihat keluar sebagian melalui 
halaman depan. Wartawan masih berharap ada keterangan resmi dari pemerintah 
khususnya seusai sidang kabinet meskipun soal kenaikan BBM sudah dipastikan 
diumumkan malam itu. 

Namun para menteri/pejabat setingkat menteri tidak satupun yang memberikan 
penjelasan. Dalam situasi seperti itu hanya Kapolri yang bersedia menghentikan 
langkah dan memberikan keterangan pers ketika dicegat wartawan. Kapolri 
menjelaskan soal antisipasi aparatnya dan kesiapan yang telah dilakukan 
kepolisian jauh-jauh hari sebelumnya. Menteri lain yang bersedia memberikan 
penjelasan namun hanya samar- samar adalah Menteri Perdagangan Marie Elka 
Pangestu. Dia menjelaskan soal stok sembako yang dikatakannya cukup dan tidak 
perlu ada kekhawatiran berlebihan. Soal kenaikan harga BBM sendiri Marie tidak 
bersedia menjelaskan. Begitu juga Menteri Keuangan Yusuf Anwar. 

Namun Menko Perekomian Aburizal Bakrie begitu keluar dari teras kantor presiden 
bukannya berjalan kaki menuju mobil seperti biasanya. Aburizal malah "nebeng" 
mobil wapres dan meninggalkan istana tanpa keterangan satu pun. 

"Nanti menteri agama yang akan mengumumkan kenaikan harga BBM," celetuk satu 
teman wartawan. 

Maka episode di istana semalam berakhir ketika Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono meninggalkan kantor presiden menuju Istana Merdeka di bawah siraman 
hujan gerimis. Satu-satunya menteri yang benar-benar terakhir meninggalkan 
istana adalah Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. Dan 
Purnomo jugalah yang memberi kepastian tentang kenaikan harga BBM. 

Satu hal yang menjadi catatan dari sidang kabinet semalam dengan agenda kena- 
ikan harga BBM adalah kurang transparannya pemerintah terhadap masyarakat yang 
tercermin dari sikap mereka terhadap wartawan. 


PEMBARUAN/YUNIAWAN W NUGROHO 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 1/3/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke