http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/01/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY SUARA PEMBACA BBM Naik, Ekonomi Petani/Nelayan Hancur PEMERINTAH Presiden Yudhoyono yang menaikkan harga BBM akan sangat memukul petani dan nelayan karena mereka adalah masyarakat yang langsung terkena dampak yang paling besar atas kebijakan ini. Hal ini terjadi karena komponen-komponen produksi mereka mengonsumsi BBM dalam jumlah yang besar dan merupakan kebutuhan yang tidak bisa tergantikan. Misalnya saja nelayan memerlukan BBM untuk dapat menjalankan perahu motor mereka demikian pula petani memerlukan BBM untuk dapat menjalankan mesin-mesin traktor maupun diesel air untuk pengolahan lahan pertanian. Hal-hal semacam ini yang sering kali tidak menjadi ba-han pertimbangan pemerintah, jika kebijakan ini tetap dilakukan maka perekonomian rakyat kecil akan hancur, dan yang harus diingat adalah dari masyarakatlah APBN itu sebagian besar berasal. Dengan melihat hal ini seharusnya pemerintah berpikir lagi untuk tidak melakukan kebijakan pengurangan subsidi BBM. Pemerintah harus mengambil alternatif lebih cerdas dan bijaksana. Seperti melakukan penghematan untuk anggaran yang tidak penting, penegakan hukum dengan menuntaskan berbagai kasus korupsi, menciptakan sumber-sumber devisa dari potensi yang dimiliki Indonesia seperti potensi pertanian dan kelautan. Sampai saat ini terutama untuk bidang kelautan pasca kabinet gotong royong belum ada kebijakan yang kreatif yang mampu mendongkrak devisa Indonesia. Karena potensi di laut Indonesia sampai dengan saat ini pada pemerintahan Yudhoyono masih belum optimal dimanfaatkan. Indonesia sekarang akan menunggu kehancuran ataupun kemakmuran, tergantung pada bagaimana presiden dan menterinya mengeluarkan kebijakan. Nurdin Ahmadi Jln Raya Sindang Barang 408 Bogor ++++ Menaikkan Harga BBM Pilihan Sulit PRO dan kontra tentang isu kenaikan harga BBM muncul. Banyak yang menentang rencana kebijakan baru tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang tidak keberatan. Kebanyakan yang keberatan menggunakan dasar pemikiran bahwa rakyat saat ini, khususnya rakyat kecil, masih dihadapkan pada kesulitan ekonomi akibat resesi sehingga jika harga BBM dinaikkan, jelas semakin memberatkan ekonomi mereka. Kelompok yang pro dengan rencana kebijakan menaikkan harga BBM, khususnya pemerintah, menggunakan rasionalisasi bahwa saat APBN mengalami defisit. Pemerintah menjelaskan, besaran kenaikan harga BBM sekitar 20% - 40 %. Pendapatan pemerintah yang bakal diperoleh dari kenaikan ini akan digunakan untuk membiayai program pendidikan, kesehatan dan berbagai program pemberdayaan ekonomi lainnya bagi rakyat miskin. Jika tidak menaikkan harga BBM, maka jelas akan sangat memberatkan kemampuan anggaran pemerintah dalam membiayai program-program pembangunan Dulu kenaikan harga minyak dunia menjadi berkah bagi APBN karena akan ada keuntungan akibat selisih harga. Tetapi kini, kenaikan harga minyak dunia justru menjadi pukulan berat, karena dalam beberapa waktu Indonesia justru lebih banyak mengimpor ketimbang mengekspor dan semakin terbatasnya suplai minyak dari ladang-ladang minyak yang ada. Pada saat yang sama kita sulit untuk menemukan ladang minyak yang baru. Oleh karena itu, saat ini kita perlu menggalakkan pemakaian bahan bakar nonminyak seperti batu bara dan gas dimana kita cukup kaya akan kedua sumber daya ini. Pemerintah dihadapkan pada pilihan yang sulit, yaitu menaikkan harga BBM rakyat bisa "mati" karena tidak mampu menahan beratnya beban harga. Tidak menaikkan harga BBM, pemerintah bisa "mati" (tidak mampu) membiayai pembangunan. Tapi kita harus memilih. Kita bisa memilih jalan yang moderat yaitu menaikkan harga BBM tetapi hanya menaikkan harga BBM non-minyak tanah dan solar. Kita mengharapkan bahwa yang dinaikkan adalah jenis BBM yang tidak banyak digunakan oleh rakyat kecil (minyak tanah dan solar), sehingga tidak memberatkan perekonomian mereka. Ini lebih transparan dan langsung dirasakan manfaatnya bagi rakyat daripada janji-janji program pemberdayaan yang keberhasilannya (minimal sejauh pengalaman) masih jauh dari kenyataan. Untuk itu pemerintah perlu bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, dalam mengontrol pendistribusian dan pembelian minyak, guna menjamin subsidi yang diberikan jatuh ke tangan rakyat kecil yang memerlukan. Farel Kuto Perumahan Puri Mas Sawangan - Depok [EMAIL PROTECTED] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
