http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/07/daerah/1603815.htm

Senin, 07 Maret 2005

Akibat Kenaikan BBM, Nelayan Cipatujah dan Pangandaran Merana

Tasikmalaya, Kompas - Ribuan nelayan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, dan 
Pangandaran, Kabupaten Ciamis, merana akibat imbas dari kenaikan harga bahan 
bakar minyak. Alasannya, biaya pembelian bensin untuk mesin perahu, para 
nelayan naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 untuk setiap liternya. 
Sedangkan, pendapatan mereka tidak mengalami perubahan.
"Harga bensin di pasaran (SPBU) Rp 2.400, harga di nelayan mencapai Rp 
3.000. Bahkan harganya dapat mencapai Rp 3.200," ungkap Deni, nelayan 
Cipatujah, Minggu (6/3).
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia 
(HNSI) Cabang Pangandaran Eno Sugiarto. Menurut Eno, pendapatan nelayan 
tidak bertambah, sedangkan mereka sekarang harus menanggung kenaikan biaya 
operasional.
Sekali melaut, nelayan yang menggunakan mesin tempel berkapasitas 15 PK, 
memerlukan sekitar 25 liter hingga 30 liter bensin. Sebelum kenaikan harga 
BBM, nelayan hanya mengeluarkan sekitar Rp 40.000 untuk sekali melaut.
"Setelah BBM naik, kami mesti mengeluarkan biaya bensin untuk melaut sekitar 
Rp 80.000. Sementara pendapatan kami tetap, hanya sekitar Rp 100.000," 
ungkap Deni.
Menurut Eno dan Deni, meski nelayan kecewa atas kenaikan harga BBM sebesar 
29 persen, mereka tidak bisa menghindar. "Mau tidak mau, kami tetap harus 
melaut. Hidup dan pendapatan kami dari melaut, mencari ikan," tambah Deni.
Lobster turun
Saat ini di sepanjang Pantai Cipatujah jenis ikan hasil tangkapan andalan 
nelayan adalah lobster dan kakap merah.
Harga lobster turun dari Rp 190.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 120.000 per 
kg. Adapun harga kakap merah stabil, sekitar Rp 20.000 hingga Rp 24.000 per 
kg. Tangkapan ikan lainnya adalah bawal putih, layur, dan kerapu.
Sementara itu, sejak awal Maret lalu hingga Minggu kemarin nelayan Pantai 
Pangandaran tengah paceklik. Akibatnya, nelayan Pangandaran melaut ke 
sepanjang Pantai Cipatujah.
"Nelayan terpaksa berpindah mencari ikan tangkapan ke Cipatujah. Seharusnya, 
saat ini nelayan mendapat tangkapan ikan bawal dan udang. Kemungkinan karena 
pergeseran cuaca sehingga tangkapan nelayan tidak seperti tahun-tahun 
sebelumnya dan kami tidak tahu sampai kapan akan paceklik," tutur Eno.
Kemarin nelayan Cipatujah menggelar syukuran atas tangkapan ikan selama ini. 
Acara tersebut bertujuan agar nelayan mendapat hasil tangkapan yang 
berlimpah.
Ratusan nelayan melabuh buong jampanan atau tempat kepala kerbau sebagai 
simbolis upacara adat labuhan. Adapun upacara adat labuhan yang sesungguhnya 
sudah dilaksanakan pada 1 Muharam atau 10 Februari lalu. (AYS)
Search :




 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke