Apakah tidak ada Bible di kapal itu? 

    Apa nggak ada pastor, atau pendeta dikapal itu? 

    Apa ada tempat sembahyang disediakan? 

    Dan jurusan kiblatnya apa bener? 

    Dan majallah atau buku porno, apa tidak ada dikapal itu? 

    Apakah ini semua bukan usaha kristenisasi yang tersembunyi? 

    Nggak, saya nggak becanda, cuman saya masih sebel dengan segala
    usaha orang Islam tipikal yang tidak henti-hentinya berusaha
    melecehkan perbuatan baik orang kafir....   

    Allahu Akbar! 


On 14 Mar 2005, at 17:13, JASP wrote:

> 
> 
> Kapal USNS Mercy milik Angkatan Laut Amerika yang beroperasi di Aceh pasca 
> Tsunami menerbitkan banyak kegamuman masyarakat yang sempat dirawat atau 
> sempat berkunjung disana. Kapal Rumah Sakit yang supermodern dan berjasa 
> bagi masyarakat Indonesia . Ceritera yang layak dibaca agar kita memiliki 
> wawasan yang lebih luas. Banayk hal bisa direnungkan : kerja sama 
> internasional. bantuan kesehatan tanpa batas lintas bangsa, perikemanusiaan 
> yang sungguh-sungguh terjadi dan pertemuan Barat dan Timur yang saling 
> merangkul.
> 
> 
> 
> 
> 
> SUARA PEMBARUAN DAILY , 14 Maret 2005
> 
> ----------
> 
> 
> Belum Dipegang Sudah Sembuh
> 
> SAIFUL Bahri (35) tak kunjung henti bersyukur. Ia baru saja menjalani 
> operasi, untuk mengembalikan fungsi kakinya. Kakinya patah ketika gelombang 
> pasang tsunami melanda bumi Nanggroe Aceh Darussalam, 26 Desember lalu.
> 
> Ia masih menjalani tahap perawatan untuk pemulihan kini. Ia salah satu 
> pasien di USNS Mercy, rumah sakit terapung milik Angkatan Laut Amerika 
> Serikat.
> 
> "Bukan hanya pengobatannya gratis, tetapi semua pasien mendapat perlakuan 
> yang bagus. Dokter menangani pasien dengan sabar. Semua perawat selalu siap 
> sedia menjaga pasien," kata Saiful.
> 
> Ia sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. 
> Karena lukanya tergolong parah, petugas medis asing memutuskan merawatnya 
> di rumah sakit kapal.
> 
> Walau lebih sering terbaring, ia tidak pernah merasa suntuk, meminjam 
> istilahnya. "Agar tidak bosan, pasien-pasien dihibur. Pasien yang patah 
> kaki dibawa berkeliling dengan kursi roda," ia menambahkan.
> 
> "Dokter-dokter datang, menanyakan keadaan pasien. Jika ada keluhan sedikit 
> saja langsung ditangani. Paling istimewa, selama di sini, saya akhirnya 
> bisa sedikit-sedikit bahasa Inggris," kata Saiful. Tak ada lagi kendala 
> bahasa jika nurani yang bicara. "Seperti mimpi rasanya, tidak pernah 
> mendapatkan pelayanan yang bagus seperti ini," ia menambahkan.
> 
> Pasien lain, Mutia (20), warga Jeunib, Kabupaten Bireun, juga baru saja 
> menjalani operasi. Tim dokter rumah sakit terapung itu berhasil mengangkat 
> tumor yang diidapnya.
> 
> Sejak dua tahun lalu ia mengeluhkan penyakit yang dideritanya itu, dan 
> sudah berobat ke berbagai tempat serta sudah menghabiskan banyak biaya. 
> "Baru kali ini terasa enak, saya tidak merasa sakit lagi," katanya. "Dokter 
> di sini mengangkat tumor itu," kata Zuliani (45), ibu Mutia, yang setia 
> mendampinginya.
> 
> Perlakuan petugas medis, penanganan yang sabar, serta kecanggihan peralatan 
> operasi, menerbitkan keyakinan Mutia untuk sembuh. "Rasanya belum dipegang 
> sudah sembuh, begitu mendengar saya dirujuk ke rumah sakit kapal," kata Mutia.
> 
> Selain Saiful dan Mutia, tampak puluhan pasien yang masih dirawat di rumah 
> sakit terapung itu.
> 
> Canggih
> 
> Kenyamanan, kesejukan, serta keramahan awak kapal dan tim medis USNS Mercy 
> memang langsung bisa dirasakan siapa pun yang berkunjung ataupun pasien 
> yang dirawat di tempat itu.
> 
> Siapa pun tamu yang datang, disambut hangat, seperti ketika Pembaruan 
> bertandang ke kapal berukuran panjang 272,2 meter itu, bersama wartawan TV 
> ABC dari Australia dan wartawan TV Global Jakarta, Jumat (11/3) lalu. 
> Bahkan awak kapal dan petugas medis yang tampak sibuk, menyempatkan diri 
> menyapa, menyalam, sebelum kemudian melanjutkan aktivitasnya.
> 
> Rumah sakit terapung bercat putih itu "diparkir" sekitar 60 mil dari batas 
> pantai Aceh. Tamu maupun pasien diangkut dengan helikopter ke tempat itu. 
> Jumat lalu, misalnya, terlihat sebuah helikopter sedang menurunkan pasien 
> yang tampak meringis dan mengeluh kesakitan. Sesaat kemudian, ketika 
> memasuki ruang perawatan, pasien itu terdiam.
> 
> Matanya tak henti melihat sekeliling. Ia tampak terpesona melihat ruangan 
> kapal besar yang dilengkapi peralatan canggih, terpesona melihat keramahan 
> petugas medis, walaupun tak terjalin komunikasi. Si pasien tak bisa 
> berbahasa Inggris, dan tak seorang pun dari tim medis paham bahasa 
> Indonesia. Wajah pasien itu berubah lega, ketika tim medis langsung 
> memeriksanya.
> 
> USNS Mercy bersama USNS Comfort, merupakan kapal rumah sakit milik Angkatan 
> Laut AS. USNS Mercy, seperti dijelaskan Kapten David Mark Llewellyn, 
> komandan kapal itu, tiba di perairan Aceh pada 4 Februari lalu dan akan 
> mengakhiri misinya 16 Maret mendatang.
> 
> "Tugas kami di sini dalam rangka membantu korban tsunami di Provinsi 
> Nanggroe Aceh Darussalam Indonesia, dan sejumlah negara lain di dunia," 
> katanya.
> 
> Rumah sakit terapung itu dilengkapi 1.000 fasilitas tempat tidur, sebagai 
> pendukung untuk 250 pasien rawat inap. Jika diperlukan, jumlah tempat tidur 
> bisa ditambah, lebih dari 1.000, kata Llewellyn.
> 
> Berbagai peralatan canggih mudah ditemukan di bekas kapal tanker raksasa 
> itu. Rumah sakit terapung itu dilengkapi 12 ruang bedah, empat buah 
> laboratorium, termasuk ruang sinar-X, dan mampu melayani 300 pasien setiap 
> hari. Di tempat itu juga tersedia bank darah, pelayanan gigi, CT Scanning, 
> fisioterapi, gudang obat, serta berbagai fasilitas penunjang lain.
> 
> 93 Dokter
> 
> Llewellyn mengatakan, saat itu tercatat 93 dokter dari berbagai keahlian 
> bertugas di kapal itu, terdiri atas dokter ahli bedah umum, ortopedi, gigi, 
> kerongkongan, operasi plastik, saraf, kandungan, penyakit dalam, THT, 
> psikiatri, dermatologi, dan dialisis. Selain itu, masih ada perawat, 
> teknisi, dan petugas non-medis. Tenaga medis dengan berbagai keahlian dan 
> teknisi itu, tergabung dalam HOPE (Health Opportunities For People 
> Everywhere).
> 
> Sementara, untuk anak buah kapal, dibagi dalam dua kelompok, yaitu marinir 
> dan sipil. Marinir bertugas menjalankan kapal. Selain itu, di kapal itu 
> masih ada lagi pegawai dari angkatan laut yang bertugas mempersiapkan 
> fasilitas pengobatan supaya bisa beroperasi penuh selama 24 jam.
> 
> Kapal yang dilengkapi dengan landasan helikopter itu, mampu menampung 
> 35.000 ton air laut untuk disuling menjadi air tawar. Sejak dioperasikan 
> pertama kali pada November 1989, kapal itu telah merawat sedikitnya 300.000 
> pasien penderita berbagai penyakit. Selama di Aceh, sebanyak 300 pasien 
> penderita berbagai penyakit telah ditangani rumah sakit itu.
> 
> Pasien bukan hanya korban tsunami. Dokter Heauen, dokter ahli bedah, 
> misalnya, mengatakan selama berada di NAD beberapa kali mengoperasi pasien 
> pengidap tumor.
> 
> "Para korban tsunami yang dirujuk ke tempat ini rata-rata menderita 
> penyakit paru-paru, patah kaki, patah tangan dan patah tulang rusuk. Saya 
> senang bekerja di sini, terutama membantu warga korban tsunami," kata 
> dokter yang sebelumnya melakukan kegiatan yang sama, di Irak dan beberapa 
> negara Timur Tengah yang lain.
> 
> PEMBARUAN/MUHAMMAD HAMZAH
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke