Ya memang 50-50.
Saya ulang: disatu pihak ada masaalah penderitaan pasien yang
hidupnya co�te que co�te di perpanjang dengan pengobatan dan
perawatan paliatif.
Di Perancis kami memakai istilah acharnements th�rapeutiques yang
di alam pikiran kami lebih mirip siksaan.
Dilain pihak, kalau kita terima prinsip diizinkannnya euthanasi
pasif, lalu apa batasnya?
Siapa saja yang berhak menentukan?
Patient itu sendiri tentu saja.
Dan kalau pasiennnya sudah tidak bisa berbicara lagi: siapa yang
berhak memutuskan?
Dalam hal Terri Schiavo ini akankah kita terima begitu saja
bahwa suaminyalah yang berhak memutuskan berdasarkan pesan tidak
tertulis Terri Schiavo?
Atau ibu yang telah melahirkan Terri Schiavo?
Pelik, sungguh pelik sekali.
On 1 Apr 2005, at 7:31, Pemerhati Bangsa wrote:
>
>
> Eda Martha,
>
> Mau ngomong apapun, It is STILL a 50-50 situation.
>
> Cobalah berpikir jadi sisi si Terry. Bukannya si
> Michael.
>
> Apa mau kita (assume boleh milih) seperti Terry yg
> jadi manusia tumbuhan selama 15 th? -- I strongly
> believe Terry PASTI milih check out cepat drpd harus
> menderita selama itu. Gila apa baring 15 th TANPA bis
> ngapa2in?
>
> Punya HAK apa kita ikutan 'cawe2' mikirin nasib
> seorang Terry? Bukankah lebih baik melihat CHOICE dari
> sisi Terry? Kenapa harus merasa punya HAK mewakili
> Terry selagi Terry-pun tidak berdaya menyampaikan
> CHOICE nya sendiri.
>
> Waktu mendiang papa saya dirawat di RS PIK (kurang
> lebih sebulan keluar masuk ICU -- Kamar rawat biasa),
> kami sepakat (atas saran dokter juga) men-stop obat2
> penguat (pemicu jantung, sustainer lainnya), dan
> memutuskan membiarkan papa berjuang sendiri melawan
> penyakitnya TANPA obat2an yg cuman memperpanjang masa
> penderitaanya. Please note, kami ndak mencabut selang
> atau mematikan mesin penyangga hidupnya.
>
> Keputusan rapat keluarga kami menyatakan dan
> mengandai2 papa tahu bhw kami telah 'habis2an' dalam
> biaya rawat RS yg sudah ratusan juta rupiah (obat2,
> biaya mesin di ICU itu per hari bisa mencapai 10 juta
> rupiah!), kami yakin mendiang papa tercinta juga akan
> keberatan jika dia tahu kamu menderita secara
> financially karena penyakitnya. Itu satu.
>
> Ke dua, kami nggak mau papa menderita lebih lama lagi.
> Melihat cara2 perawatan suster2 yg rata2 judes itu
> (saya bingung, kok etika suster/perawat di RS ngindo
> ini jauh sekali levelnya dibanding misale S'pore)
> 'merawat' mendiang papa (memandikan, membersihkan
> dahak di lubang tenggorokan beliau yg dimasuki sebuah
> selang) bener2 bikin kita urut2 dada.
>
> Sekali waktu selagi giliran saya jaga malam, tengah
> malam mendiang papa terbatuk hebat. Saya yg kuatir
> setengah mati spontan mencet button merah memanggil
> bantuan suster perawat yg piket. Saya bilang ke suster
> yg datang: "tolong suster, papa tiba2 tersedak.." Dgn
> wajah masam suster jaga nanya saya dgn ketus: " batuk
> atau tersedak?" Saya yg emang waktu itu ndak bisa
> pasti apakah batuk atau sedak, cuman showing my
> clueless face. "sekali lagi, batuk aja atau tersedak?
> Nanti ada apa2 kami lagi yg disalahin" lebih ketus
> lagi dari tadi.
>
> Mendengar perkataan demikian hampir saja saya tabok
> ntuh suster. Badan udah capek jaga malam kagak/kurang
> tidur, kok bisa sih ada suster judes kagak pengertian
> kayak gitu. I vowed to myself at that time to write
> something di koran kayak Kompas soal sucks nya
> pelayanan di RS kayak PIK (padahal kagak murah2 acan).
>
> Ke tiga, secara moral dan fisik, keluarga kami (kakak2
> dan saya) ini sudah terlalu lelah menunggui papa.
> Belum mama yg semakin kurus nungguin beliau dan tidak
> makan2. Long run nya nggak kondusif buat keluarga.
>
> Soal human value, saya bisa memahami dan saya setuju.
> Namun kembali ke realistic tadi. Jika kita berhadapan
> dgn orang yg sudah hampir help-less dan keberadaannya
> lebih menyusahkan banyak orang (apalagi yg
> bersangkutan juga bisa jadi ingin check-out), apakah
> relevant kita bicarakan HUMAN VALUE soal ini?
>
> PB
>
> --- Martha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Kalo menurut baca baca selama ini, treak moral cuman
> > jalan
> > terakhirnya pendukung Terri. Terri bukan satu
> > satunya yang bertahan
> > selama 15 tahun dengan alat bantu makan dan minum
> > (masih bisa
> > bernapas sendiri lagi). Yang makan minum napas pake
> > alat aja masih
> > banyak yang dipertahankan. It is all a matter of
> > choice orang yang
> > bayar biaya perawatan. Suami nya si Terri akan
> > benefit a million
> > bucks dari life insurance nya si Terri. Apa nggak
> > cukup bikin ngiler
> > tuh.
> >
> > Terri masih breathing by herself. Itu tanda ada
> > kehidupan. Selama
> > USA nggak memperbolehkan assisted suicide, kasus
> > Terri masih bisa
> > dikategorikan sebagai pembunuhan.
> >
> > Dalam berurusan dengan manusia (bukan benda), banyak
> > hal yang harus
> > dipertimbangkan. Menurut saya kalau kita mudah
> > berpatokan karena
> > Terri sudah "vegetable", sensitivity akan human
> > value akan semakin
> > menipis. Kita akan menjadi immune akan situasi yang
> > peka. Lama
> > kelamaan kalau kita sudah immune dengan human value,
> > saya yakin kita
> > tidak akan punya masalah dalam menyaksikan
> > pemenggalan kepala.
> >
> >
> > Martha Rumimper
> >
>
>
> ________________________________________________________________________
> Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping"
> your friends today! Download Messenger Now
> http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html
>
>
>
>
>
>
> ****** potonglah bagian bagian dari posting sebelumnya *******
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/