http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=193005&kat_id=23
Minggu, 03 April 2005 15:52:00
Kongres XIII GP Ansor Ricuh
Laporan: pur
Jakarta-RoL-- Kongres XIII GP Ansor di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Ahad
dilaporkan Antara diwarnai kericuhan, saat memasuki agenda pemilihan ketua umum.
Kericuhan dipicu karena adanya perubahan aturan dalam menentukan ketua umum.
Dalam rapat paripurna sebelumnya telah diputuskan pemilihan ketua umum akan
dilakukan melalui pemungutan suara.
Namun, dalam rapat pemilihan tersebut, Ketua Sidang Endin AJ Soefihara
menawarkan aklamasi bagi kandidat ketua umum Saifullah Yusuf yang juga Menteri
Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Menanggapi perubahan aturan itu sejumlah pengurus cabang dan wilayah yang
berada di luar arena sidang mengajukan protes dan memaksa memasuki ruang sidang
yang di dalamnya hanya diikuti oleh ketua, pengurus wilayah dan cabang.
Seorang sekretaris pengurus cabang dari Sulsel, Taher dengan berteriak-teriak
berusaha menembus pintu ruang sidang yang dijaga ketat Banser, sehingga terjadi
aksi saling dorong.
Aksi Taher itu mendapat dukungan sejumlah pengurus wilayah dan cabang Ansor,
selain didukung oleh ketua yang tidak dapat mengikuti persidangan.
Menanggapi kericuhan itu, Wakil Sekjen PB NU Saiful Bahri Anshori mengatakan,
Kongres XIII Ansor merupakan kongres terburuk dalam sejarah kongres organisasi
kepemudaan NU tersebut.
"Baru kali ini, aturan yang disepakati dalam rapat paripurna dibatalkan oleh
sidang yang ruang lingkupnya lebih kecil. Ini terjadi, karena adanya ambisi
kekuasaan salah satu calon sehingga menghalalkan segala cara," katanya tanpa
menyebut calon itu.
Saiful berharap, kongres masih dapat berjalan secara konstitusional sehingga
terhindar dari perpecahan di tubuh organisasi itu.
Ditanya tentang ketidaksetujuan PB NU terhadap pencalonan kembali Saifullah
Yusuf, Saiful mengatakan, secara organisasi, PB NU tidaklah mau turut campur,
namun ia membenarkan adanya ketidaksetujuan sejumlah pengurus termasuk kiai
senior dalam pencalonan Saifullah tersebut.
"Ketidaksetujuan pencalonan Saifullah dimaksudkan agar ada regenerasi dalam
Ansor dan Saifullah lebih berkonsentrasi pada posisinya sebagai menteri dan
politisi di PKB," katanya.
Beberapa pengurus PB NU termasuk Rais Aam PB NU KH Sahal Mahfudh lebih setuju
Ansor dipimpin Arvin Hakim Thoha yang mantan Ketua Umum Garda Bangsa sebuah
oganisasi kepemudaan yang dibentuk PKB.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/