http://padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=7637&PHPSESSID=6ae196135c41047b0dbf787261b12549
Manifestasi Tanggung Jawab Sosial Oleh Rosidi Oleh Redaksi Kamis, 31-Maret-2005, 14:26:0338 klik Suatu hari Soe Hok Gie marah kepada seorang perempuan yang mengendaradak mau berpartisipasi ketika dia bersama kawan-kawannya melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Awas kamu kalau ikut menikmati jika BBM turun, umpatnya. (Soe Hok Gie, Catatan Harian Seorang Demonstran). Itu terjadi pada 1966, ketika adik Soe Hok Djin (Arif Budiman) masih menjadi mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Indonesia (UI). Pada saat itu, dia menjadi salah satu ikon aktivis mahasiswa Indonesia yang tidak saja dihormati kawan-kawannya karena berani mengkritik pemerintah lewat tulisan-tulisannya di media massa. Lebih dari itu, Soe Hok Gie dihormati karena dia tidak sekadar pandai beretorika dan berteoritisi, tapi juga aktif sebagai singa lapangan yang selalu hadir di garda depan dalam setiap aksi demonstrasi mengkritik kebijakan pemerintahan waktu itu, seperti aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM menjelang kelengseran Soekarno dari kursi kepemimpinan. Itu terjadi 39 tahun silam. Namun, aksi-aksi demonstrasi mahasiswa serupa akan terus berlangsung dan tidak akan berhenti, bahkan hingga langit runtuh. Yaitu, manakala ada sebuah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak dan memberatkan rakyat. Saat-saat seperti itulah mahasiswa selalu hadir. Ibarat seorang kakak yang akan datang menolong adiknya yang dijahili orang lain dan tidak mampu membalasnya. Begitu pun mahasiswa. Dia akan selalu hadir manakala pemerintah membuat kebijakan yang hanya akan menambah kesengsaraan rakyat. Seperti yang terjadi saat ini, ekonomi kerakyatan lemah dan tidak stabil, mencari pekerjaan susah, sekolah (pendidikan) mahal, namun pemerintah seakan menutup mata dengan kenyataan tersebut. Harga BBM naik. Tentu saja kebijakan itu semakin mencekik leher rakyat miskin. Bagaimanapun, kenaikan harga BBM yang diberlakukan per 1 Maret 2005 harus ditanggapi serius. Karena imbasnya, semua kebutuhan pokok masyarakat akan naik akibat mahalnya biaya operasional dan transportasi. Maraknya demonstrasi mahasiswa berkaitan dengan kenaikan harga BBM sejak awal Maret ini sebenarnya adalah hal yang sangat biasa bagi mahasiswa yang benar-benar mahasiswa. Mahasiswa yang tahu akan tugas dan tanggung jawabnya. Sebab, tanggung jawab seorang mahasiswa itu tidak sekadar datang ke kampus untuk kuliah, KKN, KKL, PPL, buat skripsi, lalu lulus. Lebih dari itu, mereka memiliki tanggung jawab sosial yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Tanggung jawab itu sesuai dengan gelarnya sebagai agent of social change, agen perubahan sosial, yang akan terwujud dengan berperan serta dalam pemberdayaan masyarakat, memberi masukan dan kritikan terhadap kebijakan pemerintah, bahkan melakukan aksi-aksi demonstrasi agar suaranya didengar para elite politik yang tidak mau tahu kondisi masyarakat saat membuat kebijakan. Kepekaan sosial itulah yang membedakan antara mahasiswa yang benar-benar tahu akan tugas dan perannya sebagai akademisi sekaligus bagian dari masyarakat dan mahasiswa yang hanya kuliah, pacaran, kongko di mall sehingga terjerumus dalam pola hidup hedonis yang hanya mementingkan kesenangannya sendiri. Banyak cara memperjuangkan hak rakyat. Namun, hingga saat ini, perjuangan mahasiswa lewat demonstrasi masih menjadi senjata ampuh untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak populis karena tiadanya kepentingan politis yang mendasari. Perjuangan mahasiswa itu murni reaksi keprihatinan terhadap rakyat yang sengsara akibat kebijakan yang tanpa pertimbangan matang dan melibatkan masyarakat, elemen terbesar di negeri ini. Suara mahasiswa sebagai manifestasi suara rakyat berpeluang besar menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan. Karena selain kemurnian niat dalam berjuang, suara mahasiswa didukung analisis-analisis sebagai seorang akademisi dengan teori-teori ilmiah sehingga tidak ngawur dalam bersikap. Sampai kapankah mahasiswa harus berdemonstrasi? Laiknya hantu komunisme yang akan selalu membayangi, aksi demonstrasi mahasiswa pun tidak akan pernah padam selama ketidakadilan, penindasan, dan kebijakan yang tidak populis masih ada. Selamat berjuang! * Rosidi, mahasiswa IAIN Walisongo, Semarang [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
