http://www.indomedia.com/bpost/042005/9/nusantara/nusa1.htm Sabtu, 09 April 2005 01:51:20
Pimpinan Garuda Pojokkan Pollycarpus Jakarta, BPost Lima pejabat Garuda Indonesia Airways, Jumat (8/4), diperiksa penyidik Mabes Polri terkait dengan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir di pesawat Garuda penerbangan Jakarta-Amsterdam, 6 September 2004 lalu. Mereka mengeluarkan nada seirama, yaitu memojokan pilot senior Garuda, Pollycarpus. Kelima pejabat Garuda tersebut adalah mantan Direktur Utama Indra Setiawan, Vice President Corporate Security Ramelgia Anwar, Cheif Secretary Pilot Rohainil Aini, Kepala Pilot Airbus A-330 Kapten Carmel Sembiring, dan Pengawas jadwal penerbangan Hermawan. Dari keterangan-keterangan yang sempat diberikan kuasa hukum M Assegaf maupun Ramelgia Anwar, disaat rehat pemeriksaan maupun seusai pemeriksaan, ada nada yang sama, yakni bahwa keberangkatan Pollycarpus ke Singgapura 6 September 2004 lalu atas inisiatifnya sendiri. Sebelumnya Pollycarpus mengaku keberangkatan tersebut atas perintah Ramelgia Anwar. Ia tidak berhak menentukan jadwalnya sendiri. Bahkan hari keberangkatan pada tanggal 6 September itu Pollycarpus mengaku minta pagi hari dan ternyata dijemput sudah malam. Namun berbeda dengan keterangan yang disampaikan Ramelgia Jumat kemarin. Menurut pengakuan Ramelgia, ia tidak pernah memberi perintah untuk terbang ke Singgapura pada 6 September itu. Saat itupun ia mengaku tidak berada di Jakarta, tapi ia sedang di Ujung Pandang. Menurut Versi Ramelgia, Pollycarpus telepon Rohainil Aini dan mengatakan minta dibuatkan surat untuk terbang ke Singapura. Kepada Rohainil ini Pollycarpus mengaku telah mendapat perintah dari Ramelgia untuk terbang dengan pesawat Garuda pada 6 September 2004 itu. Atas pengakuan Pollycarpus tersebut, Rohainil Aini kemudian membuat surat kepada pilot senior tersebut. Sementara Ramelgia sendiri mengaku tidak pernah memberi perintah kepada Pollycarpus untuk terbang pada hari itu. Ramel Menuduh Pollycarpus telah berbohong. Ramel mengaku hanya membuat surat interoffice kepada Kapten Carmel untuk memback up surat tugas perintah jalan (SPJ) Polly. "Yang ada hanyalah interoffice saja atau surat hasil komunikasi saya dengan kapten Carmel untuk memback up SPJ Pollycarpus. Jadi yang berada pada Polycarpus ketika melakukan penerbangan itu bukan surat tugas," tandas Ramelgia. Pemeriksaan pada hari Jumat kemarin untuk cek silang keterangan-keterangan yang berbeda antara keterangan saksi yang satu dengan yang lain. Dirut Garuda Indra Setiawan, menurut keterangan Assegaf, masih diperiksa seputar surat penugasan tertanggal 11 Agustus 2004 yang isinya tentang perbantuan Pollycarpus ke departemennya Ramelgia Anwar. Keterangan itu juga di cek silang dengan pengakuan Pollycarpus. Sedang pemeriksaan terhadap saksi Pengawas Jadwal Penerbangan Hermawan, lanjutnya, penyidik menanyakan mengenai perubahan jadwal keberangkatan seorang pilot pengganti.JBP/ugi [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
