http://www.suarapembaruan.co.id/News/2005/04/10/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Visi Bangsa Sehat melalui Sistem Kesehatan Nasional
Oleh Darwin Karyadi 

Tajuk Rencana Suara Pembaruan, "Sungguh Kita Tersentak", mengutip pernyataan 
pejabat Departemen Kesehatan, dr Rahmi, yang mengemukakan 100 juta atau 
setengah rakyat Indonesia mengalami kekurangan gizi, seperti vitamin A, zat 
besi, dan yodium, terutama anak dan ibu hamil, sehingga berdampak melahirkan 
generasi yang bodoh. 

Di samping itu, survei tahun 2003 mengungkapkan 21 persen pria dewasa dan 15 
persen anak tengah mengalami obesitas yang dalam jangka panjang bisa 
menimbulkan penyakit jantung, kencing manis, dan stroke sebagai akibat gizi 
berlebih. Masalah gizi menghantui bangsa kita sejak merdeka hingga kini. Dengan 
kemajuan pesat di bidang penelitian, pengembangan hasil penelitian gizi dalam 
kurun waktu tiga dekade, baru kita sadari bahwa faktor gizi akan dan bisa 
menentukan kualitas bangsa. 

Dari catatan kilas balik sejarah perkembangan ilmu gizi di Indonesia dan 
penemuan terobosan hasil penelitian gizi dari segi zat gizi mikro dan makro, 
terungkap bahwa ilmu gizi terkait erat dengan dimensi ilmu kedokteran, 
kesehatan masyarakat, sosial politik, bahkan ilmu biologi molekuler dan yang 
mutakhir ilmu nutrigenetika. 

Maka dalam perjalanan sejarah di dalam negeri dan luar negeri ilmu gizi 
berperan turut mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas bangsa, seperti 
dituangkan dalam desain masalah kesehatan yang diinteraksikan dalam perubahan 
paradigma sakit menjadi sehat. 

Visi sehat mencakup preventif, promotif, edukatif, dan kuratif. Pernyataan 
ketua IDI, Prof FA Moeloek SpOG, tepat sekali bahwa pendidikan kedokteran perlu 
diubah yang mencakup semua spektrum tersebut, dimulai dari hulu sampai hilir. 

Pemikiran pokok dari pengubahan paradigma tersebut adalah diberlakukannya 
sistem asuransi kesehatan sosial untuk seluruh penduduk setempat dengan rasio 
satu dokter keluarga mempunyai klien 2.500 sehingga untuk 200 juta keluarga 
diperlukan 80.000 dokter keluarga. 

Penulis mengamati bahwa disiplin ilmu gizi telah diterapkan sejak tahun 1970-an 
sampai 1980-an yang dikenal dengan istilah Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) 
yang dilakukan bersama Gerakan PKK di berbagai daerah, bahkan mendapat bantuan 
UNICEF, serta ditunjang dengan Applied Nutrition Program (ANP). Namun institusi 
tersebut hanya bertahan seusia pemimpinnya berperan, kemudian sirna dengan 
sendirinya. 

Mengingat masalah gizi menyangkut semua strata sosial ekonomi, dari miskin 
sampai kaya, akses keterkaitan keluarga menjadi mutlak agar semua insan warga 
negara Indonesia sadar gizi wajib menerapkan gizi seimbang. 

Kesadaran itu tercermin dari kemampuan mengenal masalah gizi dari usia muda 
hingga tua, berswadaya mengambil langkah-langkah mengatasi masalah gizi 
keluarga, serta mengupayakan paradigma sehat dengan mengutamakan preventif dan 
promotif. 

Strategi global WHO (Badan Kesehatan Sedunia) yang dicanangkan pada tahun 2004 
adalah pola makan gizi seimbang dan aktivitas fisik merupakan kebijaksanaan 
global yang telah dikaji secara ilmiah. Tercatat tiga negara sukses 
melaksanakannya, yakni Finlandia, Singapura, dan Swedia. 

Sebagai tantangan dan imbauan kepada wakil rakyat di DPR agar menghasilkan 
karya legislatif yang monumental dan bersejarah, seperti yang dinyatakan oleh 
Ketua IDI, berupa undang-undang sistem kesehatan nasional dalam periode ini, 
karena sampai saat ini masih berlaku kearifan pernyataan Hippocrates, Bapak 
Ilmu Kedokteran, yaitu "Food first, then drugs, finally scalpel". 

Pernyataan Hippocrates yang klasik yang lain sebagai berikut,"Positive health 
requires a knowledge of man's primary constitution (which today we call 
genetics) and the powers of various foods, both those natural to them and those 
resulting from human skill (today's processed food). But eating alone is not 
enough for health, there must also be exercise, of which the effect must be 
like wise be known. The combination of these two things makes regimen when 
proper attention is given to the season of the year, the changes of the winds, 
the age of the individual and the situation of his home, if there is any 
deficiency in food or exercise the body will fall sick." 

Kedua pernyataan Hippocrates yang diangkat berlaku analogi paradigma peranan 
faktor gizi sebagai prasyarat utama menjadi sehat, sedangkan urutan dari hulu 
ke hilir berlaku tahap-tahap prioritas dan perjalanan perkembangan teknik 
kedokteran yang menunjang pelayanan kesehatan bermutu. 

Merangkum uraian di atas seiring dengan sejarah UU Pokok Kesehatan tahun 1960, 
SKN 1980, UU Kesehatan No 32 Tahun 1992, ada kemajuan pemikiran dalam desain 
penatalaksanaan sistem kesehatan nasional era reformasi, yaitu pelayanan 
kesehatan yang berkeadilan, bermutu, merata bagi semua insan warga negara sejak 
usia dalam kandungan sampai memasuki usia lanjut, berlandaskan pada tanggung 
jawab setiap insan sebagai anggota keluarga/satuan utuh keluarga berslogan 
keluarga sehat, masyarakat, dan negara menjadi kuat. 

Cakupan dimulai dari kandungan kegiatan sadar gizi dan berswadaya pemecahan 
masalah gizi, disertai kegiatan fisik mencapai kebugaran, pengendalian usia 
lanjut (age control), balita, kehamilan, ibu menyusui, usia sekolah serta 
memiliki mindset yang positif untuk mengendalikan stres, kesadaran, kepedulian 
lingkungan yang ramah serta sehat. 

Merupakan sinyal lampu merah bila setengah dari rakyat Indonesia (100 juta) 
mengalami malnutrisi dengan dampak sosial ekonomi budaya yang negatif 
berdasarkan relevansi pembuktian ilmiah. 

Semoga DPR bersama jajaran organisasi profesi seperti IDI, Persagi, dan Pergizi 
Pangan menggariskan visi bangsa melalui Sistem Kesehatan Nasional sehingga kita 
bisa memasuki sejarah dan kehidupan sehat baru bagi 200 juta lebih rakyat di 
masa depan. 


Penulis adalah Pakar Gizi, Mantan Ahli Peneliti Utama Departemen Kesehatan, 
Guru Besar Tidak Tetap Pasca Sarjana, IPB Bogor. 


Last modified: 7/4/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke