--- In [email protected], "Andi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Aduh ibu muskitawati, saya kecewa sama ibu nih. persoalan pungutan fiskal bukan soal pungutan biasa. Fiskal itu adalah pembayaran pajak pribadi yang dibayar sebagai cicilan pajak tahun berjalan orang baik orang Indonesia maupun Orang asing yang bekerja di Indonesia untuk jangka waktu tertentu. Jadi jika pada awal tahun pajak penghasilan / income tax yang harus dibayar dikurangi dengan pembayaran fiskal fee jika pembayaran fiskal fee lebih besar dari pajak terhutang dapat minta restitusi / pengembalian. >
Memang benar ini bukanlah pungutan biasa tapi pungutan luar biasa, kalo mau disamakan zaman penajajahan, maka pungutan ini lebih liar, lebih jahat, dan lebih se-wenang2 daripada semua penjajah yang pernah bercokok dimuka bumi. Tidaklah bisa anda menarik pajak cicilan dari uang berpergian keluar negeri dengan janji akan dapat restitusi yang kenyataannya lebih banyak yang tidak mendapatkan restitusi. Restitusi hanya didapatkan perusahaan2 besar bukan pribadi. Pungutan fiskan ini memang pungutan akal2an model penjajah Indonesia kepada rakyatnya. Portugist di-maki2, tapi perbuatannya sendiri yang jauh lebih jahat kepata bangsanya sendiri malah diprotestpun tidak pernah. Kenapa bukan beli mobil saja ditarik fiskal ? Beli karcis nonton bole juga ditarik fiskal agar nantinya bisa direstitusi. Tentu tidak mungkin selian melibat semua orang yang berpenghasilan kecil yang jumlahnya banyak yang bisa mengakibatkan gerakan politik, lebih baik ditarik dari beli tiket pesawat yang cuma melibas sebagian kecil kelas menengah bawah dan membebaskan yang kelas atasnya. Akibatnya uang masuk yang bisa dicopet cukup besar karena kelas ini tidak pernah bisa dapatkan restitusi, sedangkan uang yang ditarik kelas atasnya bisa dibungakan dulu sebelum dikembalikan melalui perusahaan2. Pendataan setiap pribadi pegawai dengan menggunakan nomor wajib pajak benar2 kacau, banyak pegawai yang enggan mengambil nomornya sendiri, mereka lebih suka gajinya didaftar dengan nomor wajib pajak perusahaannya agar nanti kalo sudah pensiun atau sudah keluar dari perusahaannya dia tidak dikejar terus olah pajak penghasilan karena dia bekerja dengan menggunakan nomor wajib pajak perusahaan.....aneh memang, susah untuk dipikir dan disamakan dengan di Amerika. Bagaimana mungkin bisa dapat restitusi kalo nomor pajaknya menggunakan nomor pajak perusahaan ???? Si pegawai berlibur menggunakan simpanan gajinya yang sudah kena pajak, kemudian dipajak lagi lewat pungutan liar fiskal di Airport, dan akhir tahun dia minta restitusi kembali uang fiskal yang dicopet negaranya lewat airport, maka restitusi itu diberikan kepada perusahaan bukan kepada sipemilik uang melainkan kepada sipemilik nomor wajib pajaknya. Sebaliknya, uang restitusi itu bisa diterima oleh perusahaannya tempatnya bekerja, namun sang perusahaan jarang sekali memberi balik kepada si pegawai karena secara administratif, uang tsb tidak bisa dianggap uang sang pegawai karena pengembalian dari pihak pajak sekalipun tidak bisa memberi detail bahwa uang itu milik pegawainya. KADAU...YA BENAR, BUKAN CUMA KACAU, NAMUN BERANTAKAN YANG DISENGAJA YANG MEMBERI KEUNTUNGAN SANG PEJAJAH. Itulah contoh negara sundelan, menjajah dan memeras bangsa nya sendiri secara memalukan. Adakah negara lainnya didunia yang seperti ini???? SEKALI LAGI TIDAK PERNAH ADA NEGARA YANG SE-JAHAT2NYA SEKALIPUN LEBIH JAHAT DARI NEGARA SUNDELAN DAN BANGSAT INI. HANYA RAKYAT YANG BODOH DAN BUTA YANG BISA MENGANGGAP NEGARANYA ADALAH KEBANGGAAN NASIONAL YANG HARUS DILINDUNGI SEBAGAI KEHORMATAN DIRINYA. > Kenapa orang mau ke LN wajib fiskal, jika mereka le LN dan kembali setelah tahun pajak berakhir maka mereka akan tidak bayar pajak apalagi buat orang Asing yang Penghasilannya besar pulang ke negaranya gak balik2 sedangkan laporan pajak dibuat awal tahun depan, khan negara rugi.. > Pajak pegawai penghasilan orang asing sangatlah berbeda, bahkan pajak mereka pun tidak pernah ditarik lewat fiskal karena sudah ada prosedurnya sendiri. Dan kita tak perlu memdiskusikannya disini, karena judulnya saja sudah engga sama, silahkan bikin judul baru mengenai pajak penghasilan orang asing. Pajak fiskal yang ditarik ini bukan untuk target orang asing melainkan cuma orang2 Indonesia saja. ANDA TIDAK BOLEH MENARIK PAJAK SESEORANG DARI TIKET PESAWAT, ATAU TIKET BIOSKOP, ATAU TIKET NONTON BOLA, DAN HANYA PEMERINTAH INDONESIA YANG MERASA SYAH UNTUK RAKYATNYA SENDIRI YANG TIDAK TERLINDUNG UU LUAR NEGERI KECUAL UU PEMERASAN ITU SENDIRI DIMANA DIA TINGGAL. > Lagian ibu di Indonesia Tarif pajaknya kecil antara 5 s/d 30% tapi kalau di Amrik sana sampai 50% > Di Amerika semua orang yang berpenghasilan setahun dibawah $12 ribu perorangan atau $20 ribu pasangan suami isteri, dibebaskan dari pajak penghasilan, bahkan diberi banyak tunjangan pengembalian uang pengeluarannya untuk sewa apartment, uang beli bensin, dan uang punya anak dll yang jumlahnya bisa antara $3000 hingga $6000. Artinya, bukan bayar pajak malah diberi uang. Sedang pajak penghasilan diatas ini, benar2 disaring berdasarkan penghasilannya. Mulai dari 1% hingga 60%, misalnya saja pajak Bill Gate, bisa mencapai 60% namun setelah dipotong berbagai hal seperti sumbangannya kepada berbagai foundation, maka pajaknya bisa 0%, dan hal inilah yang pernah menyebabkan si Bill Gate berurusan dengan pengadilan yang menuntutnya dalam hal penggelapan pajak biljunan dollar. Dia merasa daripada membayarkan pajaknya lebih baik melemparkan duitnya itu ke berbagai foundation sebagai sumbangan yang menurut aturan akan menurunkan pajaknya. Oleh karena kalo diberikan kepada negara, maka si Bill Gate tidak merasa menguntungkan dirinya, tetapi kalo disumbangkan kepada berbagai foundation, bisa mempromosikan dirinya pribadi. Masalah %ase jumlah pajak penghasilan di Amerika, bisa anda diskusikan dibawah judul tersendiri. Saya disini bukan membicarakan pajak, melainkan membicarakan pungutan2 tidak syah yang liar yang diberi label atas nama pajak sebagai fiskal oleh sebuah negara yang tidak pernah memberi kesejahteraan kepada rakyatnya sendiri melainkan cuma memerahnya melebihi jahatnya penjajahan, dan itulah inti pembicaraan judul daripada tulisan atau diskusi yang saya suguhkan ini. > Ibu sebaiknya mempelajari lebih dalam dulu persoalan sebelum memberikan komentar yang emosional..., kan bisa searching, tanya ke teman2... > Sebaiknya andalah yang belajar dulu, anda jelas tidak pernah bisa belajar kalo belum tahu cara2 pemerasan, anda belum tahu bagaimana saya dulunya bolak balik Amerika dengan pasport student, selain penghasilan saya yang sangat tinggi di Indonesia, juga penghasilan saya di Amerika cukup tinggi waktu itu. Jadi wajar saya mampu membandingkannya, dan merasakan bagaimana jahatnya yang disebut penjajah sebagai negara kebanggaan. Bagaimana anda mungkin bisa memberi komentar kalo anda cuma berpenghasilan kecil yang bisa keluar negeri atas nama sendiri atau perusahaan ???? Dulu, waktu suami saya di Indonesia, bekerja sebagai dokter perusahaan minyak asing digaji cuma Rp 1 juta, tapi setelah secara mendadak harus menolong pekerja Indonesia dilepas pantai perairan Internasional, mendadak gajinya jadi Rp15 juta. Suami saya bingung, padahal dia itu kerja diperusahaan yang sama dengan sistem penggajian yang sama, tapi koq bisa mendadak gajinya jadi 15x lipat lebih besar hanya untuk bulan dimana dia bekerja diperairan Internasional. Oleh bagian penggajian dikatakan bahwa gajinya tidak bisa dipotong pemerintah RI kalo dia bekerja diperairan Internasional. Dengan kata lain, semua orang Indonesia yang bekerja diperusahaan asing sebenarnya digaji oleh perusahaan asing itu sebesar Rp15 juta, namun karena dipotong/disunat penjajah RI, jumlahnya cuma Rp 1 juta bahkan masih dikenakan pajak penghasilan waktu itu. Soal permainan atau pemerasan oleh pemerintah RI terhadap rakyatnya, saya punya data, saya berani mempresentasikannya di Indonesia, tentu harus dengan izin khusus, dan dengan perlindungan Internasional karena saya jamin saya akan ditahan dan dilarang memberi presentasi yang punya bukti2 otentik mulai dari tanda tangan gaji yang saya terima maupun yang diterima suami saya yang lengkap dengan semua pembayaran2 pajaknya yang tidak masuk akal. Bahkan pernah ada orang2 pajak yang datang kerumah saya yang mengajak akal2an agar pajaknya bisa diturunkan.....hal kaya begini tak pernah ada di Amerika atau dinegara lainnya !!!!! > Jadi ini beda sekali dengan pungutan2 liar jaman belanda atau portugis.. > memang penjajah itu jauh lebih manusiawi para nasionalist sejati dengan nama kebanggaan RI. > Andi > > > ----- Original Message ----- > From: muskitawati > To: [email protected] > Sent: Thursday, April 07, 2005 4:31 PM > Subject: [proletar] Harga Diri Bangsa Ku (Indonesia) Jelas Lebih Tinggi !!!!! > > > > Semua bangsa Merdeka didunia punya harga diri yang harus > dipertahankannya terutama didalam negeri sendiri tentunya. > > Berbeda dengan bangsa yang dijajah atau terjajah, didalam negeri > sendiri pun tidak punya kebanggaan dimata sebangsanya apalagi dimata > bangsa lainnya. > > Demikianlah, kita bisa membedakan dari dua paragraph diatas antara > bangsa yang "Merdeka" dan bangsa yang "Dijajah". Bedanya hanyalah > dalam kebanggaan harga diri dalam berbangsa sewaktu dihadapkan > kepada bangsa lainnya. > > Kalau kita kembali kezaman dulu waktu Portugist masih jadi penguasa > di Timor Timur, orang2 aseli penduduk Timor-Timur yang mau > menambahkan satu jendela rumahnya saja agar udara segar bisa masuk, > dipaksa oleh pemerintah untuk membayar sejumlah uang yang cukup > besar yang oleh pemerintah Portugist dinamakan "dana Pemda", tapi > kita menamakannya sebagai "dana penjajah memeras rakyat jajahannya" > > Berbeda dengan Republik Indonesia yang merdeka, orang2 yang tinggal > di Indonesia tidaklah dibedakan seperti yang dilakukan Portugist > dulu di Timor Timur. Itulah senangnya bebas dari penjajahan seperti > di Republik Indonesia Merdeka ini yang ternyata tidak membedakan > kewajiban antara penduduk aseli, penduduk pendatang, ataupun orang2 > asing yang ingin memperbaiki rumahnya sedikit tentu tidak perlu > membayar, tapi cukup meminta surat izin perbaikan rumah ke tata > kota. Memang untuk mendapatkan surat izin di tata kota itu memang > diperlukan membayar hanya sejumlah besar uang yang besarnya beda2 > tergantung tawar menawar dengan pejabat yang berkuasa disana, dan > cara pembayarannya juga secara sukarela sehingga setiap izin yang > didapat itu harganya tidak selalu sama seperti kalo dijajah portugis > yang menyamakan harga perbaikan rumah untuk tambahan satu jendela. > Sampai disini saya mengharapkan anda sebagai orang Indonesia bisa > merasakan bedanya penjajah dan Pemerintah sendiri. Maksudnya, anda > bisa merasakan bedanya antara dijajah dan Merdeka. > > Bahkan anda akan bisa lebih bangga lagi kepada bangsa anda, dan > lebih hormat lagi kepada pemerintah anda yang demikian bijaksana > kalo saja anda tahu betapa besar rasa nasionalisme bangsa Indonesia > itu waktu mau berpergian ke luar negeri, tanpa dipaksa oleh > pemerintahnya, semuanya selalu bersedia membayar fiskal yang > harganya luar biasa besarnya yang tidak pernah anda temukan > dilakukan dinegara manapun lainnya diseluruh dunia baik mereka yang > dijajah apalagi mereka yang sudah Merdeka !!! Memang namanya biaya > fiskal di airport, dan seharusnya jadi kewajiban setiap warganegara, > namun karena dialam kemerdekaan itu tidak sama dengan alam > penjajahan, maka sampai biaya fiskal yang besar sekali inipun bisa > dilakukan secara tawar menawar bila anda ternyata dari ekonomi yang > tidak mampu. Yang penting sama2 bisa setuju, antara yang bayar dan > yang membayar !!! DAN YANG PATUT ANDA BANGGA DAN PUJA PUJI > PEMERINTAHAN BIJAKSANA KITA INI, ADALAH BAHWA PEMBAYARAN FISKAL > KELUAR NEGERI INI HANYA DIBERLAKUKAN UNTUNG BANGSA SENDIRI SAJA, > DILARANG UNTUK DIBERLAKUKAN KEPADA BANGSA LAINNYA. Hal ini tentunya > karena kita menyadari bahwa bangsa lainnya tidak punya rasa > Nasionalisme seperti yang dimiliki kita bangsa Indonesia, dan untuk > itu kita tak perlu mengarapkan sedekah bangsa lain yang tak tahu > malu itu. Biarlah mereka akan malu sendiri kalo menyadari bahwa > rakyat Indonesia rela membayar fiskal sedangkan mereka malah protes > kalo disuruh membayar. > > Demikianlah, kebanggaan anda dalam berbangsa akan lebih menonjol > lagi kalo anda semua melihat bedanya dengan Amerika, tidak pernah > siapapun (warganegara Amerika ataupun orang asing) yang mau keluar > dari negara Amerika ini ada yang dimintakan membayar fiskal, bahkan > tidak ada fiskal di Airportnya !!!! Orang2 Amerika ini memang > dungu2 bukan ??? Orang2 Amerika ini memang tidak mempunyai > kesadaran Nasionalisme padahal ngakunya negara Merdeka dan > demokratis, masa bayar fiskal airport saja tidak bisa diadakan ??? > > DEMIKIANLAH, CUMA RAKYAT INDONESIA YANG PINTAR2 SAJA YANG AKAN > MENYADARINYA SEHINGGA MEREKA BERANI BERTERIAK, AKU BANGGA AKAN > BANGSAKU, BANGSA INDONESIA. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > Meskipun aku sudah menjadi Warganegara asing, aku tidak boleh > menghina bekas bangsaku ini, justru aku harus bangga dan > membanggakan.... meskipun dan meskipun............... tentunya agar > mencegah "peringatan2" dari mereka yang sensitive kepada yang satu > ini yaitu KEBANGGAAN INDONESIA. Hanya orang2 tolol saja yang berani > mencoba menghina bangsa Indonesia. > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > Yahoo! Groups Links > > a.. To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/proletar/ > > b.. To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
