Hormatilah kepercayaan atau agama orang lain, dengan demikian orang
lain juga akan menghormati kepercayaan anda.

Negara Demokrasi tidak pernah menyeragamkan kepercayaan
warganegaranya, melainkan melindungi semua kepercayaan2 yang berbeda
tanpa mem-beda2kannya.  Kepercayaan itu sifatnya sangat pribadi, tidak
perlu sama dari satu pribadi kepribadi yang lainnya.

Yang saya maksud kepercayaan orang lain disini bukan hanya terbatas
antara umat Kristen dan Umat Islam atau dengan umat Buddha, melainkan
lebih luas daripada itu, karena sesama umat Kristen sendiri tidak
perlu sama kepercayaannya, dan sesama umat Islam juga tidak boleh
dipaksa sama atau diseragamkan kepercayaannya, demikian juga untuk
sesama Buddha yang tidak perlu harus sama kepercayaannya dan jangan
disamakan kepercayaannya.  Biarkanlah setiap manusia membentuk
kepercayaan yang berbeda beda dalam angan2nya sebagai bagian dari hak
asasinya untuk mempercayai apa yang dia percaya selama tidak
mengganggu yang lainnya.

Oleh karena itu, dalam masalah abortus ini janganlah dipaksakan
pandangan agama yang anda percaya kepada orang lainnya.  Kalo anda
sebagai umat Buddha percaya bahwa abortus tidak boleh, maka tak perlu
anda mengerjakannya.  Namun kalo ada sesama umat Buddha yang berbeda
yang menganggap bahwa abortus tidak menyalahi ajaran Buddha, maka anda
tidak boleh menyalahkan apalagi melarang sesama umat Buddha itu untuk
melakukan apa yang dipercayanya sebagai boleh !!!!

Apakah hak anda untuk memaksakan pandangan Buddha melarang abortus?? 
Apakah anda berhak mewakili sang Buddha untuk menentukan boleh tidak
nya seorang umat Buddha melakukan abortus ????

Demikianlah, hormati kepercayaan orang lain dulu sebelum orang lain
bisa menghormati kepercayaan anda.  Ajaran sang Buddha sangatlah
sederhana tidak ber-belit2, antara lain, apapun yang anda lakukan
tentu ada resikonya, oleh karena itu tidak ada larangan dalam Buddha,
karena yang ada hanyalah bagaimana caranya anda menyadarkan diri anda
dari dikuasai hawa nafsu yang bisa mencelakakan diri anda sendiri.

Cukup itu aja ajaran sang Buddha, karena tidak pernah ada ajaran sang
Buddha yang melarang abortion sehingga tak perlu meng-ada2 mencari
hubungan2 yang bisa anda tafsirkan ajaran sang Buddha melarang abortion.

Demikian juga dengan satu orang Kristen dengan orang Kristen lainnya
tidak perlu sama, kalo ada satu orang Kristen bilang Yesus melarang
abortus, tentunya tidak boleh melarang orang Kristen lainnya yang
percaya bahwa Yesus mengizinkan abortion.  Karena agama itu bersifat
pilihan pribadi, maka akibatnya tindakan kita dalam menghadarpi
larangan agama juga bersifat sangat pribadi yang boleh ber-beda2.

Kalo Osama bin Laden bilang Islam melarang abortion, namun saya yang
juga umat Islam menyatakan tidak ada larangan dalam Islam untuk
aborsi, maka tidaklah pada tempatnya kalo ada umat Islam yang
mengkafirkan atau memurtadkan saya yang percaya bahwa ajaran Islam
dengan AlQurannya tidak melarang abortion !!!!

Ny. Muslim binti Muskitawati.









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke