Mari kita tunggu dulu penjelasannya sebelum kita menarik
kesimpulan.
Dari apa yang saya kenal - saya terakhir ketemu Mulyana kalau
tidak salah tahun 1995 di Jakarta - dan sempat bicara melalui
tilpon ketika dia liwat ke negeri Belanda beberapa tahun yang
lalu, Mulyana adalah orang jujur.
Apakah dia terjerumus atau dijerumuskan?
Mari kita tunggu dulu penjelasannnya dan penjelasan pihak lain.
On 11 Apr 2005, at 12:46, Sita Supomo wrote:
>
> 1. Apa yang signifikan dari hari Kamis? Kenapa Mulyana memberi deadline
> hari Kamis?
>
> 2. Kenapa pertemuan di kamar tidur hotel tidak didepan publik (restoran
> misalnya), apa sih yang rahasia sampai harus ketemu di kamar hotel? (mau
> pula Mulyana pergi kesana, kepepet?, terpaksa ?, habis akal? Kurang pikir?
> Atau karena nggak canggih aja caranya, hehe)
>
> 3. Tampaknya whistle sudah di blow oleh whistleblowernya BPK ke KPK. Ya
> bisa-bisa aja segala surat penangkapan sudah disiapkan. (ada yang punya
> undang2 perlindungan whistleblower Indonesia? ada nggak sih? Perlu tuh)
>
> 4. Mulyana kebanyakan pengacara (seru nih semakin banyak, semakin
> hebohboh semakin adu popularitas), tapi mungkin Eggi lebih tepat dibilang
> sebagai kurir penyampai berita :-) atau bintang opera sabun yang sedang
> berusaha membentuk opini publik dengan memplesetkan isu hukum jadi politis.
> Biasalah itu kerjaan pengacara selebritis kayak dia, nothing fancy really ..
> :D
>
> 5. Membaca tulisan Pak Hadi Ramelan mengenai pengalamannya di tahan di
> Cipinang dulu, saya tidak yakin Mulyana tenang-tenang dan adem ayem saja
> dipenjara hanya karena dulu biasa penelitian disana (lha tuh sudah resmi
> minta penangguhan). Siapapun yang masuk ke dalam tahanan, walau hanya satu
> malam akan sangat merasakan terampasnya kebebasan dirinya. Jika waktu
> penelitian, status dia orang bebas, sekarang dia adalah penghuni, 2 hal
> berefek psikologis beda. Coba tengok Stamford Prison Laboratory yang
> terkenal itu http://www.prisonexp.org/ . Eksperimen membuktikan bahwa orang
> yang tidak berpower diberi power akan cenderung abusive, dan mereka yang di
> "strip" from power (baca: kebebasan) lantas menjadi ciut nyali dan hilang
> rasa percaya diri.
>
> Salam, sita supomo
>
> Kutipan artikel:
>
> 1. Mulayana akan membeberkan mengenai proses penjebakan dirinya pada
> Kamis (14/4). "Kalau permintaan penangguhan penahanan tidak
> diperhatikan,"ujar Eggi,
>
> 2. Eggi belum tahu secara pasti yang akan dibeberkan Mulyana.
>
> 3. "Saya no comment dulu sampai hari Kamis, saya akan membeberkan
> semua,"ujar Mulyana seperti dikutip Eggi
>
> 4. Menurut Eggi Mulyana telah dijebak karena pertemuan dengan pejabat
> BPK tersebut bersifat rahasia namun ternyata ada yang tahu. "Sampai
> digerebek segala, ada surat penangkapan resmi dan terperinci pasal-pasal
> yang dituduhkan. Apa itu bukan jebakan?
>
> 5. Tentang uang sebesar Rp. 150 juta yang ditemukan di tempat idur di
> ruangan dimana Mulyana bertemu dengan Ketua Subtim Pemeriksa Kotak Suara
> Oriansyah, Eggi menyatakan belum jelas asal uang itu. "Apakah memang dibawa
> oleh Mulyana atau sudah ada di tempat tidur? Kalau menurut keterangan, dia
> masuk ruangan itu, uang sudah ada ditempat tidur, ini yang mau saya
> perjelas," ujar Eggi.
>
> 6. Kuasa Hukum Mulyana yang lain, Sirra Prayuna, belum melihat kasus
> Mulyana sebagai upaya penjebakan dan konspirasi. "Siapa yang menjebak? Saya
> ingin melihat kasus ini secara proporsional dari aspek normatif. Bahwa itu
> muncul dugaan konspirasi itu yang akan kami pelajari,"ujar Sirra. Menurut
> Sirra pertemuan Mulyana dan BPK, dalam rangka untuk memberikan klarifikasi
> laporan audit investigasi dana pemilu.
>
> Nasional
>
> Mulyana Ajukan Penangguhan Penahanan
> Senin, 11 April 2005 | 16:40 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta:Mulyana W. Kusuma mengajukan penangguhan penahanan
> secara resmi kepada Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) pagi ini, Senin
> (11/4). Kuasa Hukum Mulyana, Eggi Sudjana, menyatakan bahwa Mulayana akan
> membeberkan mengenai proses penjebakan dirinya pada Kamis (14/4). "Kalau
> permintaan penangguhan penahanan tidak diperhatikan,"ujar Eggi, seusai
> mengunjungi Mulyana di rumah tahanan Salemba Jakarta Pusat.
>
> Eggi belum tahu secara pasti yang akan dibeberkan Mulyana. Namun paling
> tidak, penjelasan tentang ada pertemuan dengan pejabat BPK, Oriansyah, pada
> 8 April lalu, untuk apa pertemuan itu dan siapa yang terlibat. "Saya no
> comment dulu sampai hari Kamis, saya akan membeberkan semua,"ujar Mulyana
> seperti dikutip Eggi.
>
> Menurut Eggi Mulyana telah dijebak karena pertemuan dengan pejabat BPK
> tersebut bersifat rahasia namun ternyata ada yang tahu. "Sampai digerebek
> segala, ada surat penangkapan resmi dan terperinci pasal-pasal yang
> dituduhkan. Apa itu bukan jebakan? Padahal penjebakan hanya untuk kasus
> narkoba. KPK harus menjawab ini namun belum ditanggapi, hal itu yang kami
> sesalkan," ujarnya.
>
> KPK, menurut Eggi, harus bertanggung jawab atas penangkapan yang tidak
> sesuai hukum. Lagipula ujarnya, KPK telah melakukan tugas diluar
> kewenangannya (extra ordinary), karena jika kasus ini dikategorikan
> penyuapan, harusnya merupakan wewenang kepolisian. "Jika kategori penyuapan
> harusnya yang disuap (BPK) harus ditangkap juga,"ujar Eggi.
>
> Tentang uang sebesar Rp. 150 juta yang ditemukan di tempat idur di ruangan
> dimana Mulyana bertemu dengan Ketua Subtim Pemeriksa Kotak Suara Oriansyah,
> Eggi menyatakan belum jelas asal uang itu. "Apakah memang dibawa oleh
> Mulyana atau sudah ada di tempat tidur? Kalau menurut keterangan, dia masuk
> ruangan itu, uang sudah ada ditempat tidur, ini yang mau saya perjelas,"
> ujar Eggi.
>
> Menurut Eggi, kedatangan Mulyana untuk memenuhi undangan BPK adalah karena
> tugas kelembagaan. "Seharusnya Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin dan Ketua BPK
> Anwar Nasution diperiksa juga,"ujar Eggi.
>
> Kuasa Hukum Mulyana yang lain, Sirra Prayuna, belum melihat kasus Mulyana
> sebagai upaya penjebakan dan konspirasi. "Siapa yang menjebak? Saya ingin
> melihat kasus ini secara proporsional dari aspek normatif. Bahwa itu muncul
> dugaan konspirasi itu yang akan kami pelajari,"ujar Sirra. Menurut Sirra
> pertemuan Mulyana dan BPK, dalam rangka untuk memberikan klarifikasi laporan
> audit investigasi dana pemilu.
>
> Ke Rumah Tahanan Salemba, Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin, datang menjenguk
> Mulyana, dengan Toyota Alphard silver. Disusul anggota KPU Daan Dimara,
> Chusnul Mariyah, dan Anas Urbaningrum yang tiba dengan Toyota Camry. sore
> ini gabungan pengacara Mulyana, Adnan Buyung Nasution, Deni Kailimang akan
> membahas persoalan kliennya serta menyatukan suara antae kuasa hukum yang
> terkesan saling bertentangan.
>
> Badriah
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------
> Arsip Milis FID http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages
> Bergabung ke Milis FID: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar dari Milis FID: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------- [EMAIL PROTECTED] ----------------
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/