Saya maklum bahwa antara tahun 1995 dan 2005 banyak yang
berubah..
Dan saya juga tahu beberapa teman-teman saya aktivis HAM di
Indonesia yang dulu saya dukung dengan sepenuh tenaga dari luar
negeri, sekarang ikut-ikut bagi hasil korupsi..
Atau mereka diam dihadapan kebusukan yang ada disekitar mereka,
setelah mereka dapat posisi di berbagai lembaga negara..
Saya juga suka geleng-geleng kepala.
Sepanjang yang menyangkut Mulyana, saya tidak menolak
kemungkinan apapun..
Yang saya minta hanyalah agar sebelum mengambil kesimpulan kita
dengar dulu apa yang akan dikatkan Mulyana..
On 13 Apr 2005, at 11:49, Sita Supomo wrote:
>
>
> Bang Jusfiq
>
> Tanpa menuduh MWK. Dengan segala hormat, tahun 1995 itu waktu yang
> lama.
>
> Banyak yang berubah di negeri ini paska reformasi. Sayapun hingga
> sekarang kadang terpesona kadang geleng kepala, tergantung kasusnya.
>
> Yang idealis kadang tidak dapat tempat, atau terjerumus, yang tidak
> idealis tambah parah. Tapi yang nyata memang masalah suap dan
> korupsi bukan lagi cuma obrolan kafe atau sungut individu. Orang
> sudah mulai "agak" kritis sedikit untuk mewujudkan secara nyata.
>
> Mudah-mudahan gonjang-ganjing KPU segera selesai, yang salah dan
> yang benar bisa ditegakkan. Tanpa harus mempolitisasi sesuatu yang
> tidak perlu.
>
> Salam,
> Sita Supomo
>
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Jusfiq Hadjar"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Mari kita tunggu dulu penjelasannya sebelum kita menarik
> > kesimpulan.
> >
> > Dari apa yang saya kenal - saya terakhir ketemu Mulyana kalau
> > tidak salah tahun 1995 di Jakarta - dan sempat bicara melalui
> > tilpon ketika dia liwat ke negeri Belanda beberapa tahun yang
> > lalu, Mulyana adalah orang jujur.
> >
> > Apakah dia terjerumus atau dijerumuskan?
> >
> > Mari kita tunggu dulu penjelasannnya dan penjelasan pihak
> lain.
> >
> >
> > On 11 Apr 2005, at 12:46, Sita Supomo wrote:
> >
> > >
> > > 1. Apa yang signifikan dari hari Kamis? Kenapa Mulyana
> memberi deadline
> > > hari Kamis?
> > >
> > > 2. Kenapa pertemuan di kamar tidur hotel tidak didepan
> publik (restoran
> > > misalnya), apa sih yang rahasia sampai harus ketemu di kamar
> hotel? (mau
> > > pula Mulyana pergi kesana, kepepet?, terpaksa ?, habis akal?
> Kurang pikir?
> > > Atau karena nggak canggih aja caranya, hehe)
> > >
> > > 3. Tampaknya whistle sudah di blow oleh whistleblowernya
> BPK ke KPK. Ya
> > > bisa-bisa aja segala surat penangkapan sudah disiapkan. (ada
> yang punya
> > > undang2 perlindungan whistleblower Indonesia? ada nggak sih?
> Perlu tuh)
> > >
> > > 4. Mulyana kebanyakan pengacara (seru nih semakin banyak,
> semakin
> > > hebohboh semakin adu popularitas), tapi mungkin Eggi lebih tepat
> dibilang
> > > sebagai kurir penyampai berita :-) atau bintang opera sabun yang
> sedang
> > > berusaha membentuk opini publik dengan memplesetkan isu hukum
> jadi politis.
> > > Biasalah itu kerjaan pengacara selebritis kayak dia, nothing
> fancy really ..
> > > :D
> > >
> > > 5. Membaca tulisan Pak Hadi Ramelan mengenai pengalamannya
> di tahan di
> > > Cipinang dulu, saya tidak yakin Mulyana tenang-tenang dan adem
> ayem saja
> > > dipenjara hanya karena dulu biasa penelitian disana (lha tuh
> sudah resmi
> > > minta penangguhan). Siapapun yang masuk ke dalam tahanan, walau
> hanya satu
> > > malam akan sangat merasakan terampasnya kebebasan dirinya. Jika
> waktu
> > > penelitian, status dia orang bebas, sekarang dia adalah
> penghuni, 2 hal
> > > berefek psikologis beda. Coba tengok Stamford Prison Laboratory
> yang
> > > terkenal itu http://www.prisonexp.org/ . Eksperimen membuktikan
> bahwa orang
> > > yang tidak berpower diberi power akan cenderung abusive, dan
> mereka yang di
> > > "strip" from power (baca: kebebasan) lantas menjadi ciut nyali
> dan hilang
> > > rasa percaya diri.
> > >
> > > Salam, sita supomo
> > >
> > > Kutipan artikel:
> > >
> > > 1. Mulayana akan membeberkan mengenai proses penjebakan
> dirinya pada
> > > Kamis (14/4). "Kalau permintaan penangguhan penahanan tidak
> > > diperhatikan,"ujar Eggi,
> > >
> > > 2. Eggi belum tahu secara pasti yang akan dibeberkan
> Mulyana.
> > >
> > > 3. "Saya no comment dulu sampai hari Kamis, saya akan
> membeberkan
> > > semua,"ujar Mulyana seperti dikutip Eggi
> > >
> > > 4. Menurut Eggi Mulyana telah dijebak karena pertemuan
> dengan pejabat
> > > BPK tersebut bersifat rahasia namun ternyata ada yang
> tahu. "Sampai
> > > digerebek segala, ada surat penangkapan resmi dan terperinci
> pasal-pasal
> > > yang dituduhkan. Apa itu bukan jebakan?
> > >
> > > 5. Tentang uang sebesar Rp. 150 juta yang ditemukan di
> tempat idur di
> > > ruangan dimana Mulyana bertemu dengan Ketua Subtim Pemeriksa
> Kotak Suara
> > > Oriansyah, Eggi menyatakan belum jelas asal uang itu. "Apakah
> memang dibawa
> > > oleh Mulyana atau sudah ada di tempat tidur? Kalau menurut
> keterangan, dia
> > > masuk ruangan itu, uang sudah ada ditempat tidur, ini yang mau
> saya
> > > perjelas," ujar Eggi.
> > >
> > > 6. Kuasa Hukum Mulyana yang lain, Sirra Prayuna, belum
> melihat kasus
> > > Mulyana sebagai upaya penjebakan dan konspirasi. "Siapa yang
> menjebak? Saya
> > > ingin melihat kasus ini secara proporsional dari aspek normatif.
> Bahwa itu
> > > muncul dugaan konspirasi itu yang akan kami pelajari,"ujar
> Sirra. Menurut
> > > Sirra pertemuan Mulyana dan BPK, dalam rangka untuk memberikan
> klarifikasi
> > > laporan audit investigasi dana pemilu.
> > >
> > > Nasional
> > >
> > > Mulyana Ajukan Penangguhan Penahanan
> > > Senin, 11 April 2005 | 16:40 WIB
> > >
> > > TEMPO Interaktif, Jakarta:Mulyana W. Kusuma mengajukan
> penangguhan penahanan
> > > secara resmi kepada Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) pagi
> ini, Senin
> > > (11/4). Kuasa Hukum Mulyana, Eggi Sudjana, menyatakan bahwa
> Mulayana akan
> > > membeberkan mengenai proses penjebakan dirinya pada Kamis
> (14/4). "Kalau
> > > permintaan penangguhan penahanan tidak diperhatikan,"ujar Eggi,
> seusai
> > > mengunjungi Mulyana di rumah tahanan Salemba Jakarta Pusat.
> > >
> > > Eggi belum tahu secara pasti yang akan dibeberkan Mulyana. Namun
> paling
> > > tidak, penjelasan tentang ada pertemuan dengan pejabat BPK,
> Oriansyah, pada
> > > 8 April lalu, untuk apa pertemuan itu dan siapa yang
> terlibat. "Saya no
> > > comment dulu sampai hari Kamis, saya akan membeberkan
> semua,"ujar Mulyana
> > > seperti dikutip Eggi.
> > >
> > > Menurut Eggi Mulyana telah dijebak karena pertemuan dengan
> pejabat BPK
> > > tersebut bersifat rahasia namun ternyata ada yang tahu. "Sampai
> digerebek
> > > segala, ada surat penangkapan resmi dan terperinci pasal-pasal
> yang
> > > dituduhkan. Apa itu bukan jebakan? Padahal penjebakan hanya
> untuk kasus
> > > narkoba. KPK harus menjawab ini namun belum ditanggapi, hal itu
> yang kami
> > > sesalkan," ujarnya.
> > >
> > > KPK, menurut Eggi, harus bertanggung jawab atas penangkapan yang
> tidak
> > > sesuai hukum. Lagipula ujarnya, KPK telah melakukan tugas diluar
> > > kewenangannya (extra ordinary), karena jika kasus ini
> dikategorikan
> > > penyuapan, harusnya merupakan wewenang kepolisian. "Jika
> kategori penyuapan
> > > harusnya yang disuap (BPK) harus ditangkap juga,"ujar Eggi.
> > >
> > > Tentang uang sebesar Rp. 150 juta yang ditemukan di tempat idur
> di ruangan
> > > dimana Mulyana bertemu dengan Ketua Subtim Pemeriksa Kotak Suara
> Oriansyah,
> > > Eggi menyatakan belum jelas asal uang itu. "Apakah memang dibawa
> oleh
> > > Mulyana atau sudah ada di tempat tidur? Kalau menurut
> keterangan, dia masuk
> > > ruangan itu, uang sudah ada ditempat tidur, ini yang mau saya
> perjelas,"
> > > ujar Eggi.
> > >
> > > Menurut Eggi, kedatangan Mulyana untuk memenuhi undangan BPK
> adalah karena
> > > tugas kelembagaan. "Seharusnya Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin
> dan Ketua BPK
> > > Anwar Nasution diperiksa juga,"ujar Eggi.
> > >
> > > Kuasa Hukum Mulyana yang lain, Sirra Prayuna, belum melihat
> kasus Mulyana
> > > sebagai upaya penjebakan dan konspirasi. "Siapa yang menjebak?
> Saya ingin
> > > melihat kasus ini secara proporsional dari aspek normatif. Bahwa
> itu muncul
> > > dugaan konspirasi itu yang akan kami pelajari,"ujar Sirra.
> Menurut Sirra
> > > pertemuan Mulyana dan BPK, dalam rangka untuk memberikan
> klarifikasi laporan
> > > audit investigasi dana pemilu.
> > >
> > > Ke Rumah Tahanan Salemba, Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin,
> datang menjenguk
> > > Mulyana, dengan Toyota Alphard silver. Disusul anggota KPU Daan
> Dimara,
> > > Chusnul Mariyah, dan Anas Urbaningrum yang tiba dengan Toyota
> Camry. sore
> > > ini gabungan pengacara Mulyana, Adnan Buyung Nasution, Deni
> Kailimang akan
> > > membahas persoalan kliennya serta menyatukan suara antae kuasa
> hukum yang
> > > terkesan saling bertentangan.
> > >
> > > Badriah
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------
> > > Arsip Milis FID
> http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages
> > > Bergabung ke Milis FID: indonesia_damai-
> [EMAIL PROTECTED]
> > > Keluar dari Milis FID: indonesia_damai-
> [EMAIL PROTECTED]
> > > ---------------- [EMAIL PROTECTED] ----------------
>
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
>
>
>
>
>
>
> ------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------
> Arsip Milis FID http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages
> Bergabung ke Milis FID: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar dari Milis FID: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------- [EMAIL PROTECTED] ----------------
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/