http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/4/12/n6.htm Selasa Wage, 12 April 2005 Nusantara
Prajurit TNI hanya Terima Rp 13.500/Hari-- RI-Malaysia Sepakat tak Serempetan Lagi Kasus serempetan KRI dengan kapal Malaysia ternyata berdampak positif pada Indonesia. Malaysia tak lagi tampak di perairan tersebut. Bahkan, ada kabar posisi Indonesia dalam perundingan soal Ambalat makin kuat. Benarkah? Mengapa Panglima TNI menyesalkan pernyataan salah seorang anggota DPR? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdulah Ahmad Badawi mencapai kesepakatan untuk tidak melakukan psywar atau perang urat saraf, dan kata-kata di tingkat diplomatik berkaitan insiden ''serempetan'' antara KRI Tedong Naga dan Kapal Diraja Rencong. ''Kesepakatan lainnya yang paling penting adalah agar insiden itu tidak terulang lagi di kemudian hari,'' ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono selaku Menlu Ad Interim usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin (11/4) kemarin. Memang terkait dengan insiden itu, lanjut Menhan, kedua negara harus menahan diri, termasuk menahan diri dalam kata-kata supaya tidak terjadi percekcokan diplomatik yang tidak perlu terjadi. Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap melanjutkan pembangunan mercu suar di Karang Unarang dan mengawal daerah Ambalat. ''Operasi tetap dilakukan, supaya tidak sejengkal pun hak kita lepas dari tangan kita,'' ujarnya. Disinggung apakah tindakan KRI Tedong Naga sendiri menyalahi aturan? ''Wah, enggak benar itu, justru tindakan KRI kita sudah tepat. Dan, itu merupakan sikap tegas namun terukur sehingga tidak lepas kendali. Jadi langkah itu sudah tepat,'' ucapnya serius. Ditambahkannya, akibat langsung dari tindakan itu, kini sudah terjadi penurunan kehadiran kapal-kapal patroli Malaysia di perairan Ambalat. Bahkan, di tingkat perundingan sudah dinyatakan sebenarnya posisi kita lebih kuat daripada posisi Malaysia. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengingatkan jangan sampai terjadi lagi hal yang membahayakan antara Indonesia dan Malaysia, menyusul insiden serempetan kedua kapal perang. Intinya Indonesia tak ingin melihat kejadian yang lebih besar dan membahayakan bagi situasi perdamaian kedua belah pihak. ''Bila insiden yang baru pertama kali terjadi itu berkembang menjadi hal yang membahayakan kedua negara, tidak hanya masing-masing prajurit dari kedua negara yang menanggung risiko, tetapi rakyat akan menanggungnya,'' jelasnya. Disinggung bagaimana bila Malaysia terus melakukan provokasi? ''Ya, kita lihat nanti,'' jawabnya singkat. Meski demikian, sambung Panglima, akan ada pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut dengan Kepala Staf Angkatan Laut Kerajaan Malaysia di Batam, untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan pengamanan di laut. Sesalkan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto juga menyesalkan pernyataan kalangan DPR soal biaya operasional yang diterima setiap prajurit TNI yang bertugas di Perairan Ambalat. ''Saya menyesalkan pernyataan anggota DPR bahwa prajurit TNI mendapatkan uang Rp 130 ribu per orang per hari. Kalau itu benar terima kasih, tetapi yang diterima hingga kini Rp 13.500 per orang per hari,'' katanya. Ia mengatakan, pernyataan anggota DPR tersebut bisa merupakan demoralisasi yang cukup berbahaya di kalangan prajurit. Ia mengatakan, pihaknya akan sangat berterima kasih bila DPR memang benar-benar menggolkan anggaran sebesar Rp 130 ribu per hari per orang bagi prajurit yang bertugas di Ambalat. ''Kalau sebesar itu, setiap orang akan senang menjadi prajurit TNI,'' katanya. (034) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
