http://padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8153&PHPSESSID=5566107b49e2075860855f50e0f1b519


Teror Pendidikan Tinggi
oleh Denny Ardiansyah
Oleh Redaksi
Kamis, 14-April-2005, 07:16:3157 klik


Pada awal 2000, beberapa perguruan tinggi (PT) luar negeri mulai bergerak 
mencari mahasiswa di negara kita. Saat ini, PT luar negeri tersebut sudah 
memiliki cabang permanen di Indonesia tanpa harus membonceng PT dalam negeri. 
Pendidikan adalah kebutuhan dasar umat manusia.

Masuknya beberapa PT luar negeri ke Indonesia merupakan dampak nyata pengaruh 
globalisasi di dunia pendidikan. Alih-alih meningkatkan mutu pendidikan agar 
tidak kalah dengan PT luar negeri, status beberapa PT lokal mulai 
bermetamorfosis menjadi BHMN. 

Perubahan status itu secara otomatis juga mengubah gerak sebuah PT lokal. 
Kewajiban negara menysubsidi tiap PT lokal gugur dengan sendirinya karena 
perubahan status tersebut. PT lokal yang berstatus BHMN diberi kebebasan 
memenuhi kebutuhan finansialnya. Pemenuhan dana pendidikan akhirnya dibebankan 
kepada mahasiswa. Misalnya, dengan menaikkan SPP. Fenomena lain dalam memenuhi 
kebutuhan dana adalah diberlakukannya jalur penerimaan khusus di beberapa PT 
yang berstatus BHMN. Mahasiswa yang masuk melalui jalur khusus tersebut tentu 
memiliki tarif berbeda dengan yang lain. 

Jelas Auditingnya 

Kita harus menyadari bahwa penerimaan mahasiswa jalur khusus dengan biaya mahal 
tersebut merupakan implikasi langsung atas perubahan status sebuah PT. Maka, 
penulis menyepakati bila hal itu tetap diberlakukan oleh PT yang berstatus 
BHMN. Kita harus mengalihkan perhatian pada transparansi jalur khusus tersebut. 

Jalur dengan tarif khusus itu tentu menimbulkan masalah. Pihak birokrat dari PT 
tentu akan melihat kemampuan ekonomi calon mahasiswa yang akan masuk 
institusinya. Maka, penarikan dana dari calon mahasiswa harus ditentukan jumlah 
maksimalnya dan diketahui oleh publik. Dana yang masuk dari jalur khusus tentu 
akan dipergunakan untuk peningkatan kualitas PT tersebut. 

Di sinilah peran mahasiswa diperlukan, yaitu mengontrol proses distribusi dana 
yang dihasilkan lewat jalur khusus itu. Proses auditing yang ketat harus 
dilakukan oleh berbagai pihak, baik dari intern maupun ekstern PT. 

Dana yang masuk melalui jalur khusus tersebut harus dinikmati oleh mayoritas 
mahasiswa. Peningkatan mutu pendidikan tidak boleh hanya dinikmati mahasiswa 
yang masuk melalui jalur khusus. Artinya, peningkatan mutu bisa dilakukan 
dengan meningkatkan kualitas ruang publik di kampus. Misalnya, menambah koleksi 
buku di perpustakaan. Dengan begitu, kualitas pendidikan seluruh mahasiswa 
dapat terangkat, tanpa peduli dia masuk lewat dari jalur khusus atau tidak. 

Selain itu, penyelewengan dana yang kerap terjadi di negara ini juga disebabkan 
proses auditing yang tidak transparan. 

Tantangan 

Sejak dulu, pendidikan tinggi kita selalu disorot karena dianggap gagal 
mencetak intelektual-intelektual andal. Persoalan dana selalu dikemukakan dalam 
menanggapi sorotan tersebut. Pemerintah tidak sanggup bila harus memenuhi 
seluruh dana PT dengan memberi subsidi tiap tahun. Kebebasan sebuah PT dalam 
memenuhi dananya, hingga membuka jalur khusus itu, diharapkan mampu 
meningkatkan kualitas mahasiswa. 

Walau dikritik banyak pihak, PT yang berstatus BHMN tetap membuka jalur khusus 
sejak 2002 lalu. Jalur khusus sebenarnya merupakan tantangan nyata bagi PT yang 
berstatus BHMN. Artinya, ketika mereka membuka jalur khusus, apakah benar-benar 
terjadi peningkatan kualitas yang diinginkan? 

Untuk dapat menjawab hal itu, tentu butuh proses panjang. Kita butuh waktu 
sekitar tiga tahun mendatang, yaitu ketika mahasiswa yang masuk melalui jalur 
khusus tersebut lulus. Hal itu dilakukan jika kita ingin melihat kualitas 
lulusannya. Tetapi, jika kita ingin melihat berjalannya proses peningkatan 
kualitas tersebut, kita bisa bertanya pada mahasiswa PT yang saat ini berstatus 
BHMN. 

Jika jalur khusus hanya dijadikan alat bagi birokrat kampus dalam memenuhi 
kebutuhan kantong mereka sendiri tanpa adanya peningkatan kualitas di kalangan 
mahasiswa, pemerintah harus memberhentikan hal itu. Pembukaan jalur khusus 
memang memberikan banyak titik rawan bagi terjadinya korupsi di dunia 
pendidikan kita. Peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengawasi hal 
tersebut. 

Negara ini memang tidak pernah lepas dari teror. Bahkan, sampai pada ranah 
pendidikan. Pembukaan jalur khusus adalah teror bagi pendidikan tinggi kita. 
Teror itu dilakukan oleh serbuan PT asing yang hadir di negara kita. 

* Denny Ardiansyah, sekretaris umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP 
Universitas Jember.

 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke