http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=105933
Kemiskinan Dorong Munculnya Kejahatan Perdagangan Perempuan
Kamis, (14-04-'05)
DENPASAR, (Suara Karya): Gubernur Bali Dewa Made Beratha menyatakan
kondisi Indonesia yang kini masih dalam proses pemulihan di berbagai bidang,
termasuk bidang ekonomi akibat krisis multidimensi, telah membuka celah bagi
merebaknya kejahatan perdagangan perempuan dan anak-anak.
"Faktor kemiskinan dan tidak tersedianya lapangan kerja di
pedesaan, kurangnya pendidikan serta keterbatasan informasi, menjadi salah satu
penyebab terjadinya kejahatan perdagangan manusia di Indonesia, terutama
perempuan dan anak-anak," katanya di Denpasar, Kamis.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Karo Bina Kesejahteraan
dan Pemberdayaan Perempuan Setda Bali, Ni Luh Putu Haryani SE MM pada
sosialisasi P3A (Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak - P3A) dan
Ujicoba Operasional Pemulangan Korban Perdagangan Orang, gubernur mengemukakan,
dengan kondisi serba memprihatinkan itu, masyarakat akan rentan terjebak dalam
perdagangan orang (manusia).
Tidak itu saja, kondisi tersebut juga dengan mudah dan cepat
dimanfaatkan oleh kejahatan internasional yang terorganisir (Transnational
Organized Crime, untuk menembus dan menjalin jaringan terselubung dengan pelaku
perdagangan orang (manusia) di Tanah Air.
Selanjutnya Beratha berharap melalui sosialisasi tersebut, peserta
dapat memahami dengan baik tentang P3A, sekaligus nantinya dapat menyusun
program dan kegiatan di daerah masing-masing dalam upaya memberantas
perdagangan perempuan dan anak di Propinsi Bali.
Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara kegiatan tersebut, Dra
Nyoman Trisningsih yang juga Kabag Pemberdayaan Perempuan Biro BKPP Setda Bali
melaporkan, sosialisasi P3A dilaksanakan mengacu pada Kepres No. 88 Tahun 2002
tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.
Adapun tujuan Sosialisasi ini adalah untuk menghapus segala bentuk
perdagangan perempuan dan anak, membangun kesamaan pemahaman dan kepedulian
aparat pemerintah serta masyarakat mengenai isu-isu perdagangan perempuan dan
Anak.
Disamping menyamakan persepsi antaraparat pemerintah dan
masyarakat, khususnya menyangkut ketentuan hukum yang mengatur pemberantasan
perdagangan perempuan dan anak, demikian Trisningsih. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/