--- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Beginilah kalau kecerdasan terbatas dan pengetahuan dangkal > pula: ngomongnya jadinya asal cuap-cuap kayak nonok bebek yang > baru dientoin monyet bonnobo...
Iya Oom, saya khan nggak secerdas lulusan Sciences Po, Paris.:-) Emang dulu pas kuliah diajarin bagaimana cara memaki dengan baik dan benar? Udah ada pelajaran psywar kali ya Oom? :-) > Dia tiak tahu bahwa homoseksual itu ada dimana-mana. Wah enak aja, tentu tidak di rumah saya dong.:-) Kalau di rumah Oom, saya nggak tahu, nanti deh saya cek rumah Oom kapan-kapan ya.:) > Beda gereja dan dunia lain adalah bahwa di gereja sekarang ini > masaalahnya dibicarakan secara terbuka dan dengan sengit > sedangkan dibahagian dunia lain - seperti di Saudi Arabia > misalnya homoseksual dipancung sedang di Mesir diseret ke depan > pengadilan... Saudi Arabia emang banyak ngaconya, terutama bangsawannya yang suka foya-foya di Eropa. Tapi untuk homo yang dipancung, ya gimana lagi, emang gitu sih peraturannya. Oom Jusfiq nggak homo khan? Kok sengit banget mbelain homo? Kalau homo, kasihan Tante Ma*****e dong.;-) > bch_bagus ini sudah dungu, pedusta, berpengetahuan dangkal dan > duh pongahnya... Iya deh, Oom Jusfiq ini emang pintar, jujur, pengetahuan luas, dan rendah hati.:D Met weekend Oom! > On 22 Apr 2005, at 18:16, bch_bagus wrote: > > > > > > > Homoseksual merupakan kasus moral yang terus mengguncang dan memicu > > kontroversi hebat di Barat hingga saat ini. Dunia Barat, bahkan > > kalangan Gereja Kristen, kini diguncang hebat dalam soal penentuan > > batas-batas moral soal homoseksualitas. Homoseksualitas yang > > berabad-abad dicap sebagai praktik kotor dan maksiat, oleh > > agama-agama, justru kemudian diakui sebagai praktik yang manusiawi dan > > harus dihormati sebagai bagian dari penghormatan HAM. > > > > Perkembangan kasus homoseksualitas di Barat sangat menarik. > > Pemimpin-pemimpin Gereja terdesak opininya, karena sebagian pemuka > > Kristen dan cendekiawanannya pun sudah mendukung dan menjadi pelaku > > homoseksual atau lesbianisme. Dalam kasus homoseksual, para teolog > > Kristen juga berlomba-lomba membuat tafsiran baru, agar praktik > > maksiat itu disahkan oleh Gereja. > > > > Dalam Bible, Kitab Kejadian 19:4-11, diceritakan tentang hukuman Tuhan > > terhadap kaum Sodom dan Gomorah. Pada umumnya, kaum Kristen memahami, > > bahwa homoseksual adalah penyebab kaum itu dihancurkan oleh Tuhan. > > Sehingga mereka mempopulerkan istilah ''sodomi'' yang menunjuk pada > > praktik maksiat antar sesama jenis. Tokoh-tokoh Gereja pada awal-awal > > Kristen, seperti Clement of Alexandria, St John Chrysostom, dan St > > Agustine, mengutuk perbuatan homoseksual. Tahun 1975, Vatikan > > mengeluarkan doktrin The Vatican Declaration on Social Ethics, yang > > hanya mengakui praktik heteroseksual dan menolak pengesahan > > homoseksual. St Thomas menyebut sodomi sebagai contra naturam, > > artinya, bertentangan dengan sifat hakiki manusia. > > > > Tetapi, sebagian teolog Kristen pendukung homoseksual kemudian membuat > > tafsiran lain. John J McNeill SJ, misalnya, menulis buku The Church > > and the Homosexual memberikan justifikasi moral terhadap praktik > > homoseksual. Menurut dia, Tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomorah, > > bukan karena praktik homoseksual, tetapi karena ketidaksopanan > > penduduk kota itu terhadap Tamu Lot. Kaum Katolik mendirikan sebuah > > kelompok gay bernama Dignity yang mengajarkan, bahwa praktik > > homoseksual tidak bertentangan dengan ajaran Kristus. Teolog lain, > > Gregory Baum, menyatakan bahwa if the homosexual can live that kind of > > life (love), than homosexual love is not contrary to the human nature. > > Tahun 1976, dalam pertemuan tokoh-tokoh Gereja di Minneapolis, AS, > > dideklarasikan bahwa homosexual persons are children of God. > > > > Logika kaum sekular di Barat yang enggan berpegang kepada agamanya ini > > sebenarnya sederhana. Karena homoseksual sudah menjadi kenyataan yang > > dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Barat, maka untuk memberikan > > legitimasinya, tidak jarang mereka harus merekayasa ajaran agama > > mereka agar sesuai dengan tuntutan zaman agar Kristen tetap relevan > > untuk kaum homoseksual; agar Kristen tidak dicap kuno, dan dapat > > diterima oleh masyarakat modern, sebab homoseksual sudah dipersepsikan > > oleh para pendukungnya sebagai gaya hidup modern. > > > > Puncak kehebohan dalam kasus seksual di kalangan Gereja adalah ketika > > pada November 2003, Gereja Anglican di New Hampshire mengangkat Gene > > Robinson, seorang homoseksual, menjadi uskup. Maka, gerakan kaum > > homoseksual dengan resmi mendapat legitimasi dari gereja. Sesuatu > > praktik maksiat yang dikutuk dalam Bible dan selama ratusan tahun > > dipertahankan, akhirnya tidak mampu dibendung karena mendapatkan > > legitimasi agama. > > > > http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=194429&kat_id=16&kat_id1=&kat_id2= ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
