http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/4/26/o3.htm


Mimbar Agama Hindu

Pendidikan Mengatasi Korupsi 


KORUPSI di Indonesia merupakan sisi kehidupan bangsa Indonesia bagaikan lautan 
tanpa tepi. Sampai saat ini tampaknya belum ada konsepsi untuk mengantisipasi 
trend korupsi. Korupsi semakin mendapat posisi dan menguasai berbagai sisi 
kehidupan bangsa Indonesia saat ini. Banyak sudah dilakukan upaya, tetapi belum 
punya daya yang kuat membaja hingga bisa untuk menanggulangi berbagai gaya, 
upaya dan perilaku korupsi.

Mengatasi korupsi konon bagaikan meluruskan ekor anjing. Kalau ditarik ekor 
anjing itu lurus. Begitu dilepas ekor anjing itu kembali akan bengkok. Karena 
itu, tariklah ekor anjing itu secara bergantian sehingga ia menjadi lurus 
terus. Meskipun demikian manusia tidak boleh putus asa untuk mengatasi korupsi. 
Mungkin tidak perlu kita bermimpi berbuat yang hebat-hebat agar korupsi habis 
secara tuntas dalam waktu singkat.

Memberantas korupsi membutuhkan waktu beberapa generasi. Itu pun kalau ada 
program yang dilakukan secara konsisten. Menghentikan kebiasaan merokok saja 
tidak gampang, apalagi korupsi. Meskipun kita berbuat kecil-kecilan tetapi ia 
bisa bagaikan kerikil yang dapat menggelincirkan perilaku korupsi. Tetapi semua 
semut memiliki persepsi, visi dan misi yang sama membunuh gajah. Gajah pun mati 
oleh semut yang kecil tetapi mereka searah dan kompak.

Demikian juga saat Sri Rama membangun proyek jembatan Situ Banda menghubungkan 
India dengan Sri Lanka. Jembatan itu dibangun oleh rakyatnya Sugriwa yang 
mendukung Sri Rama menyerbu Alengka. Saat itu para kera anak buah Sugriwa 
mengambil batu-batu besar sebagai dasar membuat jembatan. Kera itu mengambil 
batu besar karena kera-kera itu badannya besar-besar. Saat itu ada seekor 
tikus. Dalam cerita Ramayana diceritakan bahwa tikus itu ingin juga ikut 
berbuat untuk menyukseskan bangunan besar jembatan Situ Banda tersebut sebagai 
suatu yadnya pada perjuangan menegakkan kebenaran. Karena ia seekor tikus kecil 
tentunya tidak mungkin ia bisa berbuat seperti kera yang berbadan besar. Tikus 
pun mencemplungkan dirinya ke air dan ia gulingkan dirinya di atas pasir. Lewat 
pasir yang melekat dalam dirinya itulah ia ikut menguruk lautan membuat 
jembatan. Meskipun dengan pasir karena memang begitulah kemampuannya. Itu 
dilakukan dengan keterpanggilan atas kesadaran yang dilakukan dengan keikhlasan.

Demikianlah kiranya kita menghadapi tradisi korupsi itu. Marilah kita berbuat 
meskipun masih kecil-kecilan, yang penting memang itulah yang baru mampu kita 
lakukan. Menunggu langkah yang besar tidak akan datang, karena yang besar 
muncul dari yang kecil. Salah satu langkah yang mungkin kelihatan kecil tetapi 
nantinya akan berdampak besar adalah dengan menangani korupsi melalui sistem 
pendidikan. Bangunlah sistem pendidikan sebagai proses beryadnya. Pendidikan 
hendaknya sebagai media beryadnya dari negara dan masyarakat yang memiliki 
kemampuan lebih. Munculkan peserta didik dari proses beryadnya itu. Janganlah 
proses pendidikan itu sebagai media investasi dari peserta didik, apa lagi para 
penyelenggara pendidikan mendapatkan keuntungan finansial dari investasi 
peserta didik. SDM yang lahir dari proses pendidikan seperti itu setelah 
mendapatkan peluang kerja ia pun kan bekerja untuk mencari untung demi 
mengembalikan investasi yang telah ia lakukan selama dalam proses pendidikan. 
Bahkan investasi yang ia telah lakukan itu harus mendapatkan keuntungan. Kalau 
SDM itu tidak memiliki fondasi mental yang kuat korupsi pun akan dilakukan. 
Karena mengais rezeki secara benar dan wajar untuk mengembalikan investasi yang 
telah ia lakukan dalam proses pendidikan tidak didapatkannya.

Kalau SDM yang muncul dari proses pendidikan berdasarkan yadnya negara dan 
masyarakat mampu akan berbeda hasilnya. Peserta didik itu tidak banyak 
mengeluarkan dana dalam proses pendidikan itu. Mungkin hanya untuk biaya hidup 
sehari-hari saja. Sedangkan berbagai fasilitas yang ia dapatkan dalam proses 
pendidikan merupakan yadnya negara dan masyarakat yang mampu. Peserta didik 
yang dilahirkan dari proses beryadnya akan merasa bahwa ia menjadi ''orang'' 
karena yadnya negara dan masyarakat. Secara umum dapat kita yakini bahwa SDM 
tersebut akan bersemangat untuk beryadnya pada negara dan masyarakat. Kalau 
peserta didik itu manusia normal dan wajar-wajar saja pasti akan muncul rasa 
kepiutangan pada negara dan masyarakat. Dari rasa berutang pada negara dan 
masyarakat itulah akan dapat menekan nafsu untuk korupsi.

Tentunya ini baru teori-teori saja. Yang juga sangat menentukan adalah 
bagaimana teori itu dilaksanakan dalam proses penyelenggaraan pendidikan.

Hal yang juga ikut serta mendorong orang untuk korupsi adalah adanya rasa takut 
atau Abhiniwesa. Saya pernah ketemu dengan sepasang turis bersaudara berumur di 
atas delapan puluh tahun. Ia berkeliling dunia untuk menghabiskan tabungannya. 
Saya tanya, mengapa tidak diwariskan saja pada anak cucunya. Ia menjawab, bahwa 
anaknya sudah terjamin hidupnya oleh perusahaan di mana ia pernah bekerja. 
Anaknya bekerja di perusahaan di mana ia pernah kerja. Sepasang turis itu tidak 
merasa takut meninggalkan anak cucunya pindah ke alam niskala. Di Indonesia hal 
seperti itu tidak ada. Siapa yang tidak takut meninggalkan anak cucu hidup 
dengan ketidakpastian masa depannya? Bagi mereka yang tidak kuat mentalnya, 
korupsi pun akan dilakukan untuk menghilangkan rasa takutnya, dengan mewariskan 
jaminan hidup pada anak cucunya setelah ia meninggalkan dunia ini. Negara dan 
berbagai pihak harus mencarikan jalan keluar yang benar dan tepat agar dapat 
menghilangkan rasa takut ini.

Memberantas tradisi korupsi di Indonesia sebaiknya jangan dulu berharap yang 
muluk-muluk. Lakukanlah hal-hal kecil terlebih dulu, suatu saat pasti akan 
ketemu langkah yang besar bagaikan semut tetapi mematikan gajah.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke