Ya, agama itu harus humanis...
Inilah juga yang dikatakan, antara lain, oleh ahli tasawuf
Sudan Muh. Taha yang mati di gantung tahun delapan puluhan abad
yang lalu dan yang ajarannnya sekarang dikembangkan oleh muridnya
Na'im...
Ini pulalah yang diingi oleh pemikir mutazilah Mesir, seperti
Abu Zaid yagn sekarang hidup di negeri Belanda...
Sayangnya pemikir Islam yang lebih banyak diikuti oleh orang
Indonesia adalah Maudui atau Sayid Qutb yang pemikirannnya jauh
dari humanisme
On 26 Apr 2005, at 22:39, Hanna Sihombing wrote:
> "Singkatnya, agama pada abad ini haruslah bersifat humanis," kata
> Franz Magnis-Suseno SJ, rohaniwan dan staf pengajar di Sekolah Tinggi
> Filsafat Driyarkara Jakarta.
> ======================================================
> Purwokerto, Kompas - Kalau agama pada abad ke-21 masih ingin kredibel
> dan berniat membuka jalan bagi manusia menuju Tuhan, maka agama itu
> tidak boleh fanatik dalam arti sempit. Ia harus menghormati dan
> menghargai mereka yang berbeda keyakinan dan cocok dengan intuisi
> manusia tentang sesuatu yang luhur dan baik. Kaum agamawan sendiri
> harus membawakan diri dengan cara yang tidak mempermalukan Tuhan.
>
> "Singkatnya, agama pada abad ini haruslah bersifat humanis," kata
> Franz Magnis-Suseno SJ, rohaniwan dan staf pengajar di Sekolah Tinggi
> Filsafat Driyarkara Jakarta, pada seminar nasional "Membangun
> Masyarakat yang Harmonis dan Berkeadaban dalam Bingkai Spiritual",
> Sabtu (23/4), di Purwokerto, Jawa Tengah.
>
> Seminar ini merupakan rangkaian peringatan HUT Ke-8 Forum
> Persaudaraan Antarumat Beriman (FPAUB). FPAUB dirintis oleh Dr KH
> Noer Iskandar al Barsany, tokoh Nahdlatul Ulama dan pengasuh Pondok
> Pesantren al Hidayah, dan mendiang Uskup Purwokerto Mgr
> Hardjasoemarta pada awal April 1996.
>
> Seminar dibuka Drs Sutjipto, Kepala Badan Koordinasi Kabupaten/Kota
> Wilayah III Banyumas-Pekalongan, atas nama Gubernur Jawa Tengah.
>
> Menurut Franz Magnis, sejak akhir abad ke-20 humanisme sudah menjadi
> cita-cita transkultural dan universal yang menyangkut sikap-sikap dan
> mutu etis lembaga-lembaga politik yang menjamin martabat manusia.
> Humanisme adalah keyakinan bahwa setiap orang harus dihormati sebagai
> pesona, sebagai manusia dalam arti sepenuhnya, bukan karena ia pintar
> atau bodoh, baik atau buruk. Semua ini dengan tidak tergantung daerah
> asal usulnya, komunitas etnik atau dari agama mana, dan apakah dia
> laki-laki atau perempuan.
>
> "Humanisme berarti menghormati orang lain dalam identitasnya,"
> tegasnya.
>
> Tidak boleh kejam
>
> Agama yang bersifat humanis berarti tidak membenarkan kekejaman.
> Sebaliknya menghormati setiap orang dalam keutuhannya sebagai manusia.
>
> Agama yang humanis akan mengarahkan penganutnya membangun sikap baik
> dalam berhadapan dengan siapa saja. "Agama yang humanis akan
> membangun suasana masyarakat yang bernapaskan perikemanusiaan,
> keberadaban, keterbukaan, toleransi, dan kepositifan," tegas Franz
> Magnis.
>
> Orang jangan mengatasnamakan Tuhan apabila ia membawa diri dengan
> cara yang menurut ukuran sopan santun biasa saja tidak pantas dan
> tidak masuk akal. "Itu justru merupakan skandal terbesar keagamaan,"
> tambahnya.
>
> Menyinggung pluralitas keyakinan, Franz Magnis menyebutnya sebagai
> ciri masyarakat yang tidak dapat dihindari, bahkan perlu diterima
> dengan baik, positif, tanpa merasa terancam. Akan tetapi, perlu
> disadari pula bahwa pluralisme berarti mengakui bahwa semua agama
> sama.
>
> Pluralisme seperti itu sebenarnya tidak plural karena kalau semua
> agama sama benarnya, maka sebenarnya tidak ada perbedaannya. "Justru
> pluralitas di Indonesia itu sangatlah luar biasa," tambahnya.
>
> Dari Sabang sampai Merauke, bangsa yang sedemikian majemuk seperti
> bangsa Indonesia hanya akan bersatu apabila semua dapat memandang
> negara sebagai rumahnya sendiri, milik sendiri, tempat di mana
> identitas kultural dan religius masing-masing komunitas tidak
> terancam.
>
> Sedangkan Prof Dr Machasin MA dari Universitas Islam Negeri
> Yogyakarta berpendapat bahwa seharusnyalah orang menghilangkan
> penggambaran pengikut agama lain sebagai musuh. Ini agar umat
> beragama dapat hidup dalam kemajemukan secara harmonis. Meski
> demikian, diakui untuk mencapai hal ini tidaklah mudah. (nts)
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0504/26/humaniora/1713267.htm
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 250MB kostenlosem Speicher
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/