--- In [email protected], "muskitawati" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> >  
> 
> 
> Yang dinamakan Humanis itu apa ???
> apakah Allah yang menghukum neraka hanya karena ada orang yang 
engga
> percaya kepadanya juga termasuk Humanis ????
> 
> Kalo memang Tuhan masih mempertahankan nerakanya untuk orang2 yang
> engga percaya......  Jelas itu bukanlah humanis.
> 
> Mau menjadikan agama menjadi humanis, langkah pertama adalah
> memperbaiki isi kitab suci itu sendiri agar bisa humanis, misalnya
> neraka itu tidak ada atau neraka itu dihancurkan Tuhan.


LAGI-LAGI INI KELEMAHAN OTAKNYA SI MUS...

KALO KITAB DIREVISI.. ITU ARTINYA BUKAN KITAB SUCI ALIAS KITAB NOVEL 
HASIL KARYA TANGAN-TANGAN ORANG-ORANG SEMACAM SI MUNAFIK MUSKITA...
> 
> Yang salah dan engga humanis dari dulu itu adalah adanya Neraka 
untuk
> orang2 kafir, dan sorga diberikan untuk kaum Jihad, terorist, dan
> pemerkosa amoy2.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.

KAPAN ADA TULISAN SEMACAM ITU DI QURAN??? 

SI MUSKITA YG TEROR PAKE KATA-KATA BISA DIBILANG TERORIST .. NEGARA 
YG GEMPUR NEGARA LAIN TANPA LEGALISASI BISA DIBILANG TERORIST STATE, 
DAN NEGARA SI MUS BISA DIKATAKAN TERORIST YG NGAK HUMANIS ALIAS 
MONSTER MODEL DRAKULA...
> 
> 
> 
Sang..... 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> > 
> > On 26 Apr 2005, at 22:39, Hanna Sihombing wrote:
> > 
> > > "Singkatnya, agama pada abad ini haruslah bersifat humanis," 
kata 
> > > Franz Magnis-Suseno SJ, rohaniwan dan staf pengajar di Sekolah 
Tinggi 
> > > Filsafat Driyarkara Jakarta.
> > > ======================================================
> > > Purwokerto, Kompas - Kalau agama pada abad ke-21 masih ingin 
kredibel 
> > > dan berniat membuka jalan bagi manusia menuju Tuhan, maka 
agama itu 
> > > tidak boleh fanatik dalam arti sempit. Ia harus menghormati 
dan 
> > > menghargai mereka yang berbeda keyakinan dan cocok dengan 
intuisi 
> > > manusia tentang sesuatu yang luhur dan baik. Kaum agamawan 
sendiri 
> > > harus membawakan diri dengan cara yang tidak mempermalukan 
Tuhan.
> > > 
> > > "Singkatnya, agama pada abad ini haruslah bersifat humanis," 
kata 
> > > Franz Magnis-Suseno SJ, rohaniwan dan staf pengajar di Sekolah 
Tinggi 
> > > Filsafat Driyarkara Jakarta, pada seminar nasional "Membangun 
> > > Masyarakat yang Harmonis dan Berkeadaban dalam Bingkai 
Spiritual", 
> > > Sabtu (23/4), di Purwokerto, Jawa Tengah.
> > > 
> > > Seminar ini merupakan rangkaian peringatan HUT Ke-8 Forum 
> > > Persaudaraan Antarumat Beriman (FPAUB). FPAUB dirintis oleh Dr 
KH 
> > > Noer Iskandar al Barsany, tokoh Nahdlatul Ulama dan pengasuh 
Pondok 
> > > Pesantren al Hidayah, dan mendiang Uskup Purwokerto Mgr 
> > > Hardjasoemarta pada awal April 1996.
> > > 
> > > Seminar dibuka Drs Sutjipto, Kepala Badan Koordinasi 
Kabupaten/Kota 
> > > Wilayah III Banyumas-Pekalongan, atas nama Gubernur Jawa 
Tengah.
> > > 
> > > Menurut Franz Magnis, sejak akhir abad ke-20 humanisme sudah 
menjadi 
> > > cita-cita transkultural dan universal yang menyangkut sikap-
sikap dan 
> > > mutu etis lembaga-lembaga politik yang menjamin martabat 
manusia. 
> > > Humanisme adalah keyakinan bahwa setiap orang harus dihormati 
sebagai 
> > > pesona, sebagai manusia dalam arti sepenuhnya, bukan karena ia 
pintar 
> > > atau bodoh, baik atau buruk. Semua ini dengan tidak tergantung 
daerah 
> > > asal usulnya, komunitas etnik atau dari agama mana, dan apakah 
dia 
> > > laki-laki atau perempuan.
> > > 
> > > "Humanisme berarti menghormati orang lain dalam identitasnya," 
> > > tegasnya.
> > > 
> > > Tidak boleh kejam
> > > 
> > > Agama yang bersifat humanis berarti tidak membenarkan 
kekejaman. 
> > > Sebaliknya menghormati setiap orang dalam keutuhannya sebagai 
manusia.
> > > 
> > > Agama yang humanis akan mengarahkan penganutnya membangun 
sikap baik 
> > > dalam berhadapan dengan siapa saja. "Agama yang humanis akan 
> > > membangun suasana masyarakat yang bernapaskan perikemanusiaan, 
> > > keberadaban, keterbukaan, toleransi, dan kepositifan," tegas 
Franz 
> > > Magnis.
> > > 
> > > Orang jangan mengatasnamakan Tuhan apabila ia membawa diri 
dengan 
> > > cara yang menurut ukuran sopan santun biasa saja tidak pantas 
dan 
> > > tidak masuk akal. "Itu justru merupakan skandal terbesar 
keagamaan," 
> > > tambahnya.
> > > 
> > > Menyinggung pluralitas keyakinan, Franz Magnis menyebutnya 
sebagai 
> > > ciri masyarakat yang tidak dapat dihindari, bahkan perlu 
diterima 
> > > dengan baik, positif, tanpa merasa terancam. Akan tetapi, 
perlu 
> > > disadari pula bahwa pluralisme berarti mengakui bahwa semua 
agama 
> > > sama.
> > > 
> > > Pluralisme seperti itu sebenarnya tidak plural karena kalau 
semua 
> > > agama sama benarnya, maka sebenarnya tidak ada 
perbedaannya. "Justru 
> > > pluralitas di Indonesia itu sangatlah luar biasa," tambahnya.
> > > 
> > > Dari Sabang sampai Merauke, bangsa yang sedemikian majemuk 
seperti 
> > > bangsa Indonesia hanya akan bersatu apabila semua dapat 
memandang 
> > > negara sebagai rumahnya sendiri, milik sendiri, tempat di mana 
> > > identitas kultural dan religius masing-masing komunitas tidak 
> > > terancam.
> > > 
> > > Sedangkan Prof Dr Machasin MA dari Universitas Islam Negeri 
> > > Yogyakarta berpendapat bahwa seharusnyalah orang menghilangkan 
> > > penggambaran pengikut agama lain sebagai musuh. Ini agar umat 
> > > beragama dapat hidup dalam kemajemukan secara harmonis. Meski 
> > > demikian, diakui untuk mencapai hal ini tidaklah mudah. (nts)
> > > http://www.kompas.co.id/kompas-
cetak/0504/26/humaniora/1713267.htm
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > >           
> > > ---------------------------------
> > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 250MB kostenlosem Speicher





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke