Galamedia

      04/05/2005 

      252.000 KK Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan


      SOREANG, (GM).-
      Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan 
Sipil Kab. Bandung, tercatat 252.139 kepala keluarga (KK) dari sekitar 
1.029.739 KK yang ada di Kab. Bandung berada di bawah garis kemiskinan.

      "Dari jumlah kepala keluarga di Kab. Bandung sebanyak 1.029.739 KK, 
sebanyak 252.139 KK di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan," jelas Kepala 
Dinas Kependududkan dan Catatan Sipil Kab. Bandung, Drs. H. Ahmad Kusyana 
didampingi Kasubdin Pengembangan Kualitas Keluarga dan Ketahanan Masyarakat, 
Ely Setiati, S.H. saat dijumpai "GM" di ruang kerjanya, Selasa (3/5).

      Menurutnya, jumlah penduduk di Kab. Bandung 3.880.629 jiwa. Dari jumlah 
tersebut, 1.046.601 jiwa di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan. Artinya, 
jumlah penduduk miskin di Kab. Bandung sekitar 26,97%. Sedangkan jumlah KK 
miskin sekitar 24,49%.

      Lebih jauh Ahmad mengatakan, ada 7 indikator yang masuk dalam kategori 
keluarga miskin (gakin), yaitu frekuensi makan kurang dari 2 kali sehari. 
Frekuensi makan ikan, daging, telur, tahu, tempe minimal satu kali dalam satu 
minggu. Tidak mampu membeli pakaian baru minimal satu setel dalam satu tahun 
terakhir. Sebagian besar lantai rumah dari tanah. Anggota keluarga yang berusia 
antara 7-15 tahun tidak bersekolah karena alasan ekonomi. Apabila anggota 
keluarga sakit, tidak mampu berobat ke tempat pelayanan kesehatan dan yang 
terakhir, pasangan usia subur tidak mampu masuk program keluarga berencana (KB) 
karena alasan ekonomi.

      Dijelaskan Ahmad, ada beberapa kecamatan di Kab. Bandung yang masuk dalam 
7 indikator miskin. "Dari hasil analisis per indikator, ada beberapa kecamatan 
yang masuk sebagai keluarga miskin paling tinggi di atas rata-rata Kab. 
Bandung," katanya.

      Menurutnya, di antara kecamatan yang masuk dalam indikator miskin itu 
antara lain frekuensi makan kurang dari 2 kali sehari, yaitu Kec. Cipongkor 
sekitar 65,67%. Frekuensi makan lauk kurang dari satu kali seminggu Kec. 
Rancabali sebesar 96,67%. Tidak mampu membeli pakaian baru minimal satu setel 
dalam satu tahun terakhir Kec. Cisarua sebanyak 79,18%. Sebagian besar lantai 
rumah dari tanah Kec. Ciparay sebanyak 77,89%. Anak usia 7-15 tahun tidak 
sekolah karena alasan ekonomi Kec. Lembang sebanyak 40,32%. Bila anggota 
keluarga sakit tidak mampu berobat ke sarana pelayanan kesehatan dasar Kec. 
Solokanjeruk sebanyak 71,58% dan pasangan usia subur yang tidak ber-KB karena 
alasan ekonomi Kec. Baleendah sebanyak 89,88%.

      "Untuk KK yang miskin di Kab. Bandung, Pemkab Bandung berencana akan 
memberikan kartu miskin. Karena pencatatan data baru saja selesai sehingga 
pemberian kartu miskin belum dapat kami berikan," paparnya seraya mengatakan, 
jumlah penduduk miskin di Kab. Bandung akan meningkat seiring dengan masalah 
ekonomi yang semakin sulit. (ami)** 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke