Refleksi: Kemungkinan besar kalau para penyerang dibawa ke Jakarta  mereka 
dibebaskan dari segala tuntutan hukum, karena di Jakarta bertachta penguasa 
pemilik keadilan yang berhak menetapkan keadilan.


http://www.sinarharapan.co.id/berita/0505/21/sh04.html


Penyerang Pos Brimob Mungkin Dibawa  ke Jakarta
Ambon, Sinar Harapan
Polda Maluku tetap menginginkan penyerang Pos Brimob di Desa Loki, Kecamatan 
Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat ditahan, disidik dan disidangkan di Kota 
Ambon. Namun jika situasi tidak memungkinkan dan ada perintah dari Kapolri maka 
bisa saja mereka dipindahkan ke Mabes Polri di Jakarta.


Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman mengatakan hal tersebut di Mapolda Maluku, 
Sabtu (21/5) pagi. Dia mengemukakan, kemungkinan tersebut tergantung kondisi di 
Kota Ambon. 


Menanggapi kemungkinan ini, Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen 
Soenarko yang dihubungi SH, Sabtu pagi mengaku belum mengetahui informasi 
tersebut, dan akan segera berkoordinasi dengan Polda Maluku. 


Kapolda Maluku menyatakan, penyerangan Pos Brimob melibatkan delapan pelaku, 
satu pelaku tewas saat penyerangan, empat pelaku sudah berhasil ditangkap dan 
saat ini ditahan di Mapolda Maluku sedangkan sisanya masih buron. Yang telah 
dibekuk adalah: Asep Djaja alias Dahlan, Nurdin Nasir, Abdullah Umamit dan 
Nazarudin Mochtar. Satu pelaku yang tewas dalam penyerangan adalah Ikhlas, dan 
tiga lainnya buron. 


"Para pelaku ditangkap berdasarkan keterangan para saksi, misalnya keterangan 
dari para pengemudi speedboat yang membawa pulang mereka dari tempat kejadian 
perkara (TKP) ke Pulau Ambon. Berkat informasi tersebut, akhirnya kami 
menangkap mereka sekaligus membongkar tempat persembunyian senjata dan amunisi 
mereka yang terdapat di kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) 
Ambon. Jadi tidak ada rekayasa," tegasnya.


Dia mengatakan, para pelaku penyerangan Pos Satuan Brimob Polda Kaltim di Desa 
Loki, Kecamatan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (16/5) bisa diganjar 
pidana mati berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang 
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.


Kapolda Maluku juga menegaskan pekan depan, pihak penyidik dari Direktorat 
Reskrim Polda Maluku juga akan memanggil Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam 
Negeri (STAIN) Ambon, Muhammad Atamimi, MAg, terkait penemuan belasan senjata 
dan ribuan amunisi berbagai kaliber di markas Laskar Mujahidin yang terletak di 
kompleks sekolah tersebut. 

Muhammad Atamimi dilaporkan Jumat (20/5) terbang ke Jakarta.


Lima personel Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) yang gugur dalam 
penyergapan di pos mereka: Brigadir Ronni Susanto, Briptu Slamet Rianto, 
Brigadir Teguh Arifyanto, Brigadir Hasanuddin dan Bharada Arwansyah Damanik. 
Selain itu, salah satu warga Desa Loki, Simon Petrus Sairpaly juga tewas, dan 
satu penyerang yang tewas diketahui identitasnya bernama Ikhlas.


Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Endro Prasetyo yang dihubungi SH, 
Sabtu pagi mengatakan, keberhasilan pihaknya menyita puluhan senjata dan ribuan 
amunisi di Markas Laskar Mujahidin di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri 
(STAIN) Ambon didasarkan pada hasil pemeriksaan salah satu pelaku teror di Kota 
Ambon yang bernama Idi Amin Tabrani Pattimura, alias Ongen Pattimura, yang kini 
ditahan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.
Endro menjelaskan Ongen Pattimura sendiri tertangkap berdasarkan informasi dari 
pelaku penyerangan Pos Brimob yang lebih dulu diringkus polisi yaitu Asep 
Djaja, alias Dahlan, dan Nurdin Nasir yang merupakan pimpinan Laskar Mujahidin 
Ambon. "Asep Djaja berdasarkan penyelidikan pernah mengikuti latihan perang di 
Moro - Filipina Selatan dan dalam penyerangan Pos Brimob dia bertindak sebagai 
aktor utama. Kedatangannya ke Maluku bila punya tugas khusus dan biasanya 
dipanggil sesuai orderan," jelas Endro.
Dia mengungkapkan, Asep dan Nurdin Nasir mengaku Ongen Pattimura memang tidak 
terlibat dalam kasus penyerangan Pos Brimob namun mereka bersama-sama terlibat 
dalam penyerangan bersenjata di Caf� Villa Karaoke, di Desa Hative Besar 
Kecamatan Baguala Kota Ambon, 14 Februari 2005. 

Villa Karaoke
Sementara berdasarkan pendalaman penyelidikan terhadap sejumlah pelaku 
penyerangan bersenjata di Cafe Villa Karaoke, polisi juga berhasil memperoleh 
identitas dua anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease yang terlibat 
aksi terror, yaitu Brigadir Syarif dan Brigadir Ismail. Mereka terlibat dalam 
berbagai kasus teror bom maupun penyerangan bersenjata selama konflik di 
Maluku," jelasnya. 


Menurut Endro, Sabtu (21/5) dini hari Warga Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, 
Kota Ambon, sempat menutup sejumlah ruas jalan di desa tersebut disebabkan 
kesalahan informasi soal upaya penangkapan sejumlah orang yang diduga terkait 
dengan penyerangan bersenjata di Cafe Villa Karaoke.


Dia mengakui, penangkapan terhadap sejumlah warga di Desa Batumerah tersebut 
berdasarkan informasi yang disampaikan oleh sejumlah pelaku yang telah ditahan. 
"Jadi kami tidak asal tangkap," jelas Endro, yang menolak merinci. 

Dukung Polisi
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Maluku menyatakan mendukung 
sepenuhnya upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum 
secara profesional dan proporsional tanpa tendensi dan rekayasa apapun. "MUI 
Provinsi Maluku mengajak seluruh masyarakat khususnya umat Islam tidak 
terprovokasi dengan upaya kelompok manapun yang ingin mengacaukan situasi dan 
kondisi keamanan yang sudah kondusif saat ini, tetapi agar turut membantu 
aparat dalam proses penegakan hukum," jelas Sekretaris Umum MUI Daerah Maluku, 
H Idris Latuconsina di Ambon, Jumat (20/5).
Sedangkan, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku, Thalib Soumena, 
sangat menyesali perbuatan Laskar Mujahidin yang telah sengaja memanfaatkan 
independensi STAIN Ambon sebagai tempat penyimpanan senjata standar TNI/Polri 
dan ribuan amuisi berbagai kaliber. Soumena di Ambon, Jumat (20/5) sore 
mengaku, Laskar Mujahidin sengaja menyimpan peralatan tersebut di lingkungan 
kampus STAIN Ambon agar aparat keamanan sulit mendeteksinya. (izc/nor) 

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke