Mencetak Kembali Tokoh Sekaliber Soekarno, Hatta Dan Habibie !
Kita negara ini krisis kepemimpinan, kita kekurangan stok tokoh tangguh untuk
bisa berbicara di tingkat International..Apa sebab kok ngak muncul lagi tokoh
sekaliber Soekarno, Hatta, Tan malaka, Natsir dan Habibie ? Ini pertanyaan
menarik dan menantang daya pikir kita..
Saya melihat ada beberapa faktor yg menentukan tokoh-tokoh tersebut menjadi THE
GRAND MAN (ORANG BESAR) yaitu:
1. ADA KESADARAN KEINDONESIAAN YG KUAT DIKAITKAN DGN WORLDFIEW DUNIA
LUAS.. Bukan hanya sebatas kedaerahan sempit tapi meluas dalam spirit
keindonesiaan dan dunia Global.. Tokoh kita yg lalu adalah manusia-manusia yg
seluas alam artinya alam betul-betul adalah guru sekaligus mainstream
pemikiran mereka, termasuk alam pemikiran Barat( Eropa, America dan Soviet),
pemikiran Asia Timur dan Pemikiran Islam. Filsafat adalah alat perenungan
selaku upaya mencari worldfiew bangsa.. Semua Tokoh kita ini kuat sekali alam
filsafat mereka, sebab ini jalan bagi pencerahan akal dan pemantapan ideologi
..Soekarno termasuk menggemar segala bacaan filsafat terutama filsafat Politik,
Hatta pelahap alam pemikiran Yunani, Tan Malaka adalah filosof sosialisme dgn
pemahaman lewat jalan dialektika dan sintesis( penyatuan dalam pertentangan),
Syahrir adalah sosialist dan Natsir termasuk filosof Politik Islam beraliran
pemikiran dari Jamaluddin Al Afghani .. Semua tokoh kita adalah orang-orang yg
kuat
daya fikir filsafati sehingga daya analisis mereka atas situasi begitu tajam
dan menakutkan Kolonial Belanda kala itu, sebab pemikiran mereka bisa
mempengaruhi rakyat untuk bergolak dan berontak..
2. DORONGAN SPIRIT BERPARTISIPASI POLITIK YG TEGUH.. Mereka ini punya
dorongan kuat memberi kontribusi bagi kebangkitan Indonesia. Tokoh kita tahu
ada kejayaan masa lalu Nusantara lama, lalu diamati masa sekarang yg suram dan
visi apa yg tepat bagi kejayaan masa depan.. Ini memberi spirit yg kuat
mendobrak tantangan masa itu yaitu imperialisme dan kolonialisme yg menjadi
penghalang sebuah visualisasi ttg Kemerdekaan dan Berdiri sendiri selaku negara
berdaulat. Semangat merdeka tidak tergoyahkan dalam alam bawah sadar mereka ini.
3. SEMANGAT ORGANISASI TINGGI.. Semangat organisasi semua tokoh itu tinggi
sekali dan motivasi Organisasinya kuat.. Mereka sadar perjuangan fisik
sektoral dan kedaerahan tidak cukup dan terbukti gagal total. Diperlukan
perjuangan dalam bentuk lain yaitu hak Suara dan hak berserikat serta berkumpul
dgn orang-orang sealiran sebangsa setanah air dgn pluralisme kesukuan� Dalam
organisasi dan perkumpulan menjadikan mereka tokoh ini berkembang pemikiran dan
mantap aktivitas Politik termasuk Aksi Massa..
4. PUNYA IDE DAN GAGASAN ORISINIL DALAM MEMBENTUK SISTEM KENEGARAAN..
Bagaimana susunannya, tata negara, sistem Politik, Rancangan UUD, Sistem
Ekonomi, sistem Sosial kemasyarakan, sistem keagamaan dll yg mana ini menjadi
semangat tak tertahankan untuk berjuang mewujudkannya jadi Sebuah Negara
Merdeka. Hal ini membikin mereka siap menderita demi sebuah cita-cita.. Ide
dan gagasan ini dituangkan dalam banyak Tulisan dan brosur dgn tujuan publik
memberi respon Positif dan ikut berjuang.. Tulisan telah jadi pedang tajam�
Jadi Tulisan adalah alat yg ampuh bagi sebuah pencerahan dan persebaran
pemikiran, ini yg dilakukan mereka Tokoh tsb. Tan Malaka dalam buku Naar De
Republiek (1925) dan Massa Aksi ( 1927) telah memberi banyak inspirasi bagi
tokoh pergerakan kita termasuk Soekarno dan Syahrir yg terispirasi dari
tulisan2 Tan Malaka. Sekali lagi hal ini tersebab Filsafat berfikir yg membikin
mereka bisa berfikir mandiri dan menelorkan gagasan-gagasan keindonesian dalam
spektrum luas
.
5. PAHAM CARA-CARA KOMUNIKASI POLITIK.. Soekarno yg orator tahu gimana
membangkitkan solidarity lewat Orasi-orasi, dia luar biasa dalam mempengaruhi
massa dgn lidahnya yg bak maknet , sedang Hatta berkomunikasi lebih melalui
Politik kepartaian dgn jalan pengkaderan calon2 Politikusyg berarti hatta lebih
pada pendidikan Politik bagi banyak orang lewat jalan partai dgn tujuan
melipatgandakan kwantitas politikus handal. Dan Syahrir lebih pada gerakan
komunikasi politik bawah tanah dgn cara rahasia dan tersembunyi membangun
organisasi, sep intel yg bergerak diam-diam menyebar paham politik .. Tujuan
sama walau cara komunikasi beda yaitu Demi Freedom for Indonesia Raya..
Tetapi masa itu udah 60 tahun lalu, sekarang yg jadi tantangan bukan lagi
pembebasan dari Imperialis Belanda tetapi pengisian dan pendakian menuju Tujuan
nasional yaitu: MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR DGN POLITIK INDONESIA YG BEBAS DAN
AKTIF� Tantangan beda , sedang situasi tidak lagi persis sama.. Formula apa yg
paling Jitu???
A whole world.. dunia lepas tanpa sekat, sebuah Global village, perkampungan
global yg diikat oleh tekhnologi, life style dan politik ekonomi yg seragam
adalah trend millenium, sebuah pola yg edan dan gila. Semua orang diminta
berpacu dalam a runaway world ( dunia yg berlari tunggang langgang) sebagaimana
istilah Anthony Gidden .. entah apa yg dikejar, kiamat kali�
TANTANGAN SEKARANG ADALAH NEOLIBERAL DAN KAPITALISME DGN UJUNG-UJUNGNYA ADALAH
NEOKOLONIALISME (KEMBALI KETANAH JAJAHAN DAN MENJAJAH KEMBALI) dangerous
sekali!!! �Artinya dunia akan dipimpin oleh segolongan kapital bermodal super
besar dgn mesin-mesin ekonomi bak gurita meraya kemana-mana.. Sedang peran
negara dibatasi sebatas pemberi regulasi dan kemudahan bagi masuknya investor
berjiwa bissniss kapital.. Lalu segalanya diprivatisasikan pada pendatang
termasuk asset negara, juga pers bebas selaku pilar globalisasi dgn tujuan
investasi..
Dan slogan pemodal adalah: more produks, more profits and fewer workers artinya
produksi lebih banyak, keuntungan lebih besar dgn tenaga kerja yg sesedikitnya
demi efisiensi biaya product. Pengangguran massal akan terjadi jika sistem ini
sempurna diterapkan..
Semua orang sadar bahayanya a free trade areas ini, termasuk filosof sekuler
mereka sep Frischop Capra, frichop schuon, Francis Fukuyama yaitu akan muncul
monster-monster ekonomi dan totaliter liberal sekuler mengenggam kedaulatan
politik negara ..
Maka keadaan perlu diantisipasi sesegeranya dgn tindakan2 preventif dan kita
perlu mempersiapkan orang-orang kita agar tidak dilumat oleh jaman edan era
sekarang�
FORMULA YANG TEPAT ADALAH 4 SEHAT 5 SEMPURNA YAITU MANUSIA SINTESA DARI
BEBERAPA DISIPLIN ILMU PLUS PENYEMPURNAAN METODOLOGI FILSAFAT FIKIR�
Manusia model apakah ini??? YAITU TOKOH-TOKOH POLITIK YG TECHNO MINDED, EKONOM
KESEJAHTERAAN, GURU BANGSA PLUS AHLI FIKIR FILSAFATIST SELAKU PENYEMPURNA..
Tekhnik menguasai peradaban, siapa yg pegang tekhnologi paling unggul, bangsa
itu yg pegang hegemoni Ekonomi, Militer dan Politik International.. Inggris
adalah raja dunia abad ke 18 dan 19 M, sebabnya Inggris adalah negara
Tekhnologi maritim dan industrial paling maju kala itu.. Union Jack bendera
Inggris berkibar di 5 benua dan take the rule selama hampir 2 abad.. Sebabnya
Kapal maritim dan mesin tekhno industri Inggris adalah yg paling efektif dan
efisien.. ngak ada yg bisa saingi. Sekarang di abad ke 21, America dgn segala
perangkat Tekhno super seram berupa Nuklir dan neutron plus tekhnologi
aerodinamika, dimana pesawat terbang America berseliweran disegala negara sep
Boeing sedang F 16 serta stealth siluman menjadi icon mesin perang paling
modern.. America pegang angkasa, pegang tekhno informatika, pegang lautan
sehingga juga pegang mata uang global dan sekaligus menguasai peradaban global
sehingga jadi virus wabah Americanisasi.. Itulah America yg dibenci tapi
dikagumi!
JADI TOKOH YG DIHARAPKAN JADI PENGGANTI TOKOH KHARISMATIS MASA LALU ADALAH
PRIBADI YG TECHNO MINDED, PAHAM TECHNOLOGI DAN TEKHNIK ORIENTED!!! Sumber daya
alam yg luar biasa yg sekarang tergeletak tak termanfaatkan hanya bisa diolah
oleh ahli-ahli scientist dan ilmuwan serta pekerja-pekerja tekhnik.. MANUSIA
MODEL HABIBIE PERLU DILIPATGANDAKAN demi sebuah kebangkitan Indonesia masa
depan..
CARANYA: BUBARKAN SEBAGIAN BESAR SEKOLAH UMUM SEP SMP UMUM DAN SMU UMUM, lalu
sekarang ganti dgn sekolah-sekolah Menengah Pertama (SMP)tekhnik umum dan
segera specialisasi di sekolah menengah umum lanjutan (SMU) dgn membentuk
sekolah tekhno kelautan, tekhno pertambangan, tekhno industri, tekhno pertanian
dan tekhno informatika , BioTechnologi dst..dst .. Ngak ada pilihan lain,
bangsa ini mesti melek tekhno, tekhnik orientasi dan jadi pekerja-pekerja
tekhnik.. Jepang yg minus sumber daya alam adalah bangsa yg tekhno minded dan
mereka juara dibidang tekhnologi sekaligus negara ekonomi terkuat didunia saat
ini.. Lalu Korea selatan yg beralih dari Pertanian ke Tekhnologi, lihat sendiri
betapa majunya ekonomi Korea, padahal Korea baru lepas dari perang saudara yg
memecah jadi 2 bagian..
Lalu Sang tokoh mesti paham model ekonomi terbaik bagi Indonesia yg sedang
terpuruk, Model pembangunan apa yg terbaik, apa mixed Economy system atau
Kontrol kuat dari negara model Sosialist, atau Desentralisasi Ekonomi atau
Ekonomi mikro kerakyatan atau sistem syariah Ekonomi� Tetapi yg pasti dgn
sistem Neoliberal murni ,kita akan mampus dan BANGSA INI akan berujung pada
lagu kors bersama dgn judul RATAPAN ANAK NEGERI..
Inilah ketololan Tokoh politik nasional, sibuk dgn urusan Politik , tata negara
, Hukum AD/ART Kepartaian, Konstitusi dan perangkat UUD Revisi juga sekarang
PILKADA yg penuh janji-janji Politik, dan termasuk upaya pengkibulan bangsa dgn
Retorika politik dan Janji-janji lips service demi kursi-kursi omong kosong di
MPR/DPR.. Termasuk juga upaya duduk basah di Eksekutif Pemerintahan, sedang
Permasalahan ekonomi terabaikan.. Idealnya Tokoh Politik semestinya juga
harusnya manusia yg melek ekonomi, sebab Politik tidak dapat memberi makan
rakyat yg kelaparan, hanya pemecahan persoalan ekonomi yg bisa menjadi wadah
penyelamatan..
Seorang Tokoh Politik yg tidak punya pemahaman ekonomi pantas untuk dicurigai
segala program kerjanya.. Bukti sudah teramat banyak: Jerman Timur dan Soviet
Uni bubar sebab Ekonomi yg runtuh, semasa Revolusi Prancis rakyat berontak
terhadap Raja dan pangeran Lintah darat sebab ekonomi yg kacau balau. Dan si
playboy Soekarno serta Juragan Soeharto jatuh terkapar sebab tidak dapat
mengelola Ekonomi nasional secara adil dan merata.. Daerah jadi tidak puas dan
bergolak.. Sekarang dgn desentralisasi dan otonomi Ekonomi apa bisa menegakkan
Ekonomi yg terpuruk? Ini tantangan yg jadi tugas utama Tokoh yg menamakan
dirinya Politikus bukan tikus-tikus korupsi yg sibuk melenyapkan hak ekonomi
rakyat dgn sayatan-sayatan dana..
JADI SEMUA TOKOH POLITIK SEHARUSNYA, SEMESTINYA DAN WAJIB JADI TOKOH YG PAHAM
CARA KERJA EKONOMI, DAPAT MEMBERI MASUKAN TTG EKONOMI ALTERNATIF DAN PROGRAM
EKONOMI TERBAIK BAGI BANGSA ..
Tetapi jika dia hanya sekedar retorika Politik tanpa perspektif Ekonomi yg
mendalam, saya bisa pastikan dia melakukan KEBOHONGAN PUBLIK DEMI KEKUASAAN�
Ini perlu diwaspadai agar kita tidak salah pilih tokoh lagi dimasa mendatang..
MANUSIA MODEL HATTA PERLU DILIPATGANDAKAN sebab Hatta yg Politikus adalah juga
Ekonom ahli, sayang Hatta mundur dari Kekuasaan ketika pemikiran Ekonominya
masih dibutuhkan..
Lalu perlunya semua Tokoh Politik belajar metodologi Filsafat pikir untuk
mengasah ketajaman daya analisis dan kemampuan dialog yg konstruktif.. Ini
semestinya wajib dijalankan untuk menciptakan masyarakat pemikir.. Plato dalam
karyanya �REPUBLICA� menggambarkan Negara filosof dimana seorang Negarawan
harusnya juga seorang filosof.
INI YANG IDEAL YAITU BANGSA PEMIKIR YG DILANDASI SEMANGAT BERFIKIR UNTUK
PENCERAHAN dan pencarian kebenaran yg sejati dgn tujuan kesejahteraan bersama
dan colektif .. Dan Yunani kala itu adalah negara Adidaya Politik Militer dan
Bangsa berpengetahuan paling kuat ketika filsafat menjadi makanan keseharian
rakyat Yunani.
Dan perlu diketahui semua tokoh angkatan 45 adalah filosof, Soekarno adalah
filosof Politik dgn gagasan Nasakom( nasionalisme- Agama-Komunis) yg sayangnya
tanpa filsafat Ekonomi yg ampuh , Sedang Tan Malaka adalah filosof sosialist
dgn pemikiran Dialektika Hegel-materialika Marx dan Logika Descartes dalam
Madilog.. Sayang Tan Malaka terbunuh tanpa dapat mengejawantahkan segala
gagasan filsafatnya, dan Hatta adalah filosof Ekonomi dgn �Alam Pemikiran
Yunani� selaku Kiblat tetapi Hatta terpinggir oleh gagasan Politik Murni dari
Soekarno yg nir ekonomi, hasilnya adalah Soekarno yg tidak punya perspektif
Ekonomi konkret, jatuh dan tergeletak�
Jadi sudah waktunya bangsa ini membuka-buka kembali segala buku-buku filsafat
demi (enlightenment) pencerahan akal rasio atau pilihan lain kita tetap jadi
bangsa yg sibuk berunjuk rasa tanpa mampu unjuk pemikiran
Sang
Pengamat Kenegaraan..
---------------------------------
Discover Yahoo!
Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/