http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1941&Itemid=1
Presiden Tak Tegas Komentari Kontroversi Miss Universe
Meski pernah risih dengan "pusar wanita" di televisi Indonesia, namun
untuk mengomentari kontroversi pamer aurat Miss Universe, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono nampak tak begitu tegas
Hidayatullah.co--Suasana di Wisma Indonesia, kediaman resmi Dubes RI riuh
gelak tawa saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjawab pertanyaan salah
satu warga Indonesia yang tinggal di Jepang.
Winda Mercedes Mingkid, dosen Universitas Sam Ratulangi yang sedang
mengambil program S3 di Jepang, ingin tahu sikap kepala negara seputar
kontroversi keiikutsertaan warga Indonesia Artika Sari Devi pada kontes Miss
Universe.
Yudhoyono tidak tegas menyatakan setuju atau menolak keiikutsertaan
warganya dalam kontes tersebut namun mengatakan ia berharap busana yang dipakai
tidak mempermalukan nilai budaya bangsa.
"Kemarin saya melihat pakaian renang putri Indonesia, tapi dari jauh sih,
tidak kelihatan pusarnya. Saya memang perang melawan pusar," katanya disambut
gelak tawa sekitar seratus warga Indonesia itu.
"Perang terhadap pusar" yang dinyatakan Yudhoyono sekitar empat bulan
lalu, menurut dia manjur karena dirinya tidak lagi melihat pusar
"bergentayangan" dalam tayangan televisi.
Mengomentari sikap pemerintah seputar kontes kecantikan itu, Presiden SBY
mengatakan hal tersebut tergantung penilaian masyarakat melalui LSM, ulama dan
organisasi masyarakat lainnya. "Harapan saya masyarakat bisa menentukan sendiri
mana yang baik, yang buruk, yang pantas dan yang tidak pantas," katnya.
Sebelumnya, saat Yudhoyono berpidato di hadapan warga Indonesia di Tokyo,
terjadi gempa kecil namun tidak terlihat sedikit pun kepanikan karena gempa
seperti itu seringkali terjadi dan masyarakat sudah terbiasa.
Beberapa minggu ini, masyarakat Indonesia cukup ramai polemik pengiriman
warga Indonesia Artika Sari Devi pada kontes Miss Universe. Sayangnya,
media-media nasional atau lokal jutsru membesar-besarkan Artika tanpa memberi
kesempatan kaum wanita lain yang justru tak setuju.
Bahkan salah satu media massa asal Jawa Timur hampir seminggu menempatkan
berita Artika dan Miss Universe pada halaman depan bersama foto-foto.
"Seolah-olah Artika dan Miss Universe paling penting bagi masyarakat. Anehnya,
banyak wanita lain seperti kami ini tak dianggap ada, " ujar Farah (25).
"Memangnya gak ada pameran lain yang mencerdaskan yang bermanfaat bagi rakyat
selain pamer wajah dan pantat apa, " ujar dokter yang juga aktifis LSM ini.
"Tapi itulah yang dianggap penting media massa kita, " ujarnya pada
Hidayatullah.com.(ant/cha)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/