http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/6/18/n6.htm
Tersandung Kasus Korupsi--- Said Aqil, Menteri "Pembongkar Batu Tulis" Said Aqil Husein Al Munawar ditetapkan sebagai tersangka. Dia dituduh merekomendasikan penggunaan Dana Abadi Umat untuk kepentingan internal Departemen Agama. Kejaksaan Agung menyebutkan, menteri di era Megawati itu melanggar UU No. 31/1999 pasal 3 juncto UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ironisnya, Menteri Agama kok terlibat korupsi. Siapakah sebenarnya Said Aqil? NAMA Said Aqil Husen Al Munawar populer setelah situs Batu Tulis diobok-obok. Melalui instruksinya, Batu Tulis dibongkar. Katanya, di dalam tanah Batu Tulis terdapat harta karun. Kontan saja, masyarakat Bogor, tempat Batu Tulis, protes keras. Tak cuma warga Bogor, seluruh masyarakat Indonesia turut protes. Pada Agustus 2002 itu, Said Aqil mengaku mendapatkan informasi bahwa di bawah situs tersebut terdapat harta karun peninggalan Prabu Siliwangi. Buktinya, setelah tiga hari dibongkar, situs tempat tapak kaki Prabu Siliwangi itu ternyata tidak mengeluarkan emas batangan, uang, atau harta benda lainnya. Nama Said kembali menjadi perdebatan ketika muncul pembatalan kuota calon jemaah haji sekitar 30 ribu jemaah. Depag bahkan membuka pendaftaran tambahan 30 ribu calon haji. Padahal, pemerihtah Arab Saudi belum memberi jaminan bakal diakomodasi. Akhirnya, penambahan itu tidak terealisasi. Protes pun berhamburan. Setelah kasus ini, kembali citra Said Aqil dipertanyakan publik ketika muncul rekaman pembicaraan telepon seseorang yang mengaku bernama Fahmi Alwi, adik Said Aqil. Isinya, Fahmi meminta uang Rp 400 juta kepada pengelola katering --untuk pelayanan haji 2004 -- Mahmud di Madinah, Arab Saudi. Kabar ini lantas raib begitu saja dan tidak sampai ke pengadilan dan tidak ada juntrungnya. Sejak dulu, Depag memang disinyalir sebagai lembaga terkorup. Entah mengapa. Banyak praktik kotor di departemen itu tidak bisa dibongkar. Alih-alih sebagai departemen suci karena selalu mengurusi hal-hal yang berbau ibadah manusia dengan Tuhan. Seperti penyelenggaraan haji. Haji merupakan bisnis paling empuk yang bisa digerogoti. Setiap tahun masyarakat Indonesia pergi haji sekitar 200 ribu. Pemerintah mengatur pemberangkatan mereka. Per orang ditarik biaya seitar Rp 25 juta. Jumlah ini dinilai sangat besar. Sejumlah LSM menilai banyak harga yang tidak wajar, seperti harga tiket pesawat, biaya penginapan, dan makanan selama di Mekah. Namun, setiap kali kabar ketidakberesan di Depag, tidak lama kemudian, berita itu menghilang begitu saja dan sulit untuk mampir ke meja hijau. Tentu saja, berbagai isu tak sedap bukan menjadi monopoli Said Aqil. Namun, karena rezim pemerintah berubah, Said Aqil yang kena getahnya. Kini, Presiden Yudhoyono ingin bersih-bersih kasus korupsi. Maka, meski orang suci tetapi masuk dalam departemen yang kotor, tentu sulit melepaskan diri dari lumpur kotor itu. Tak heran, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 2002 menempatkan Departemen Agama sebagai departemen terkorup. Nama lengkapnya Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, M.A. Pria keturunan Arab ini lahir di Palembang, 26 Januari 1954. Istrinya bernama Dra. Hj. Fatimah Abu Abdillah Assegaf dan memiliki enam anak, yaitu Afaf (21), Fahed (19), Tsoroyo (18), Lulu (16), Faisal (14), Husain (11). Riwayat pendidikannya pun tak jauh-jauh dari urusan agama. Sejak kecil, dia bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Munawariyah 13 Ulu, Palemborg (1966) dan menempuh sekolah umum di Sekolah Dasar Negeri 8, Palembarg (1967). Selanjutnya, dia melanjutkan ke sekolah agama, Madrasah Tsanawiyah AI Ahliyah (4 tahun) lalu ke Sekolah Persiapan Universitas Islam AI Ahliyah (SPUI), Palembang (1971). Rupanya, tekad menjadi ahli agama ditekuni Said muda. Dia pun masuk ke Sekolah Persiapan IAIN Raden Fatah (SPAIN) Palembang (1971), Fakultas Syari'ah IAIN Raden Fatah Palembang (1974), dan mengasah ilmu agamanya di Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah Arab Saudi (1979). Dia mengambil Master of Art (MA) Fakultas Syari'ah Universitas Ummu AI Quro Makkah Saudi Arabia (1983). Selanjutnya, gelar doktornya ditempuh juga di universitas yang sama pada 1987. Karena terus bergulat di bidang agama, Said Aqil hafal seluruh isi Alquran 30 juz. Karena ilmu agamanya yang demikian tinggi, Said Aqil pun menjadi pengajar tetap di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 1989 hingga sekarang. Dia mengajar ilmu fiqh, hadist, kritik hadist, dan ilmu tafsir. Dia pun dipercaya sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1999-sekarang dan Rektor Institut Agama Islam Jami'at Khaer, 1997-sekarang. Terakhir, Said Aqil menjabat sebagai Menteri Agama di kabinet Megawati. * heru b. arifin [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
