http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=176396

Jumat, 17 Juni 2005,


Kaum Muda dan Korupsi
Oleh Tarmizi Taher *


Korupsi kini telah menjadi masalah lintas negara dan masalah organisasi 
keagamaan. Jika kita mengamati kampanye antikorupsi yang dilakukan Muhammadiyah 
dan NU pada Oktober 2004, tentu kampanye antikorupsi yang dilakukan kedua ormas 
Islam terbesar di negeri ini tersebut mesti disorot dan dievaluasi. Sampai di 
mana imbauan moral antikorupsi itu bergulir di tengah umat dan bangsa? 

Mampukah umat Muhammadiyah menindak tegas kalau isu tersebut menerpa warganya 
di birokrasi atau menerpa petinggi-petinggi Muhammadiyah? Muhammadiyah yang 
akan menggelar muktamar ke-45 pada 3-8 Juli di Malang tentu kembali menyerukan 
imbauan moral untuk berperang melawan korupsi. 

Tetapi, sebagai organisasi dakwah Islam terbesar sesudah NU, warga Muhammadiyah 
yang dianggap sebagai neomodernis itu tentu akan berubah dengan berubahnya 
lingkungan nasional dan global. Karena itu, jika ada pengurus Muhammadiyah yang 
terlibat kasus korupsi, seperti petunjuk Nabi Muhammad, "andaikata anakku 
Fatimah yang berbuat salah akan aku tindak secara tegas." 

Mampukah Muhammadiyah memberi saran dalam menindak koruptor? Gaji pegawai, 
guru, dosen, polisi, hakim, dan jaksa eselon satu saja di Indonesia adalah yang 
terendah dibandingkan Singapura, Malaysia, serta Thailand. 

Prof Robert Klitgaard, American Lecturer on Economies at Natal University, 
South Africa, the author of several books about corruption, menyatakan bahwa 
korupsi itu ada kelasnya, kelas kakap (big fish) dan kelas teri. Menurut 
Klitgaard, keberhasilan kampanye terhadap korupsi harus sistematis. 

Pertama, yang dilakukan adalah tindak koruptor kelas kakap. Hongkong pada 1973 
menindak mantan kepala polisi yang telah pensiun di Inggris. Italia menindak 
mafia top, politikus penting, dan konglomerat, sehingga menggemparkan negeri 
itu. Kedua, melakukan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi dilakukan untuk 
bisa mengukur sasaran organisasi, keberhasilan, serta kegagalannya secara 
jelas. Ketiga, fokus terhadap pencegahan korupsi di masa depan.

Langkah kedua dan ketiga harus diikuti gaji yang pantas. It is ludicrous! 
(adalah menggelikan) jika mengajak birokrasi memberantas korupsi sedangkan 
mereka tidak mendapat gaji pantas.

Keempat, strategi antikorupsi yang jelas. Rakyat dan birokrasi mesti memahami 
strategi pemerintah dalam pemberantasan korupsi jangka pendek, jangka sedang, 
dan jangka panjang. Sering pemerintah memberantas korupsi tanpa strategi yang 
jelas.

***

Selain itu, dalam majalah Unesco Courlier (Juni 1996) yang mengangkat masalah 
korupsi di dunia diungkapkan, strategi memberantas korupsi berarti pemerintah 
tidak mungkin membabat semua bentuk korupsi karena birokrasi yang digunakannya 
juga korup. 

Transparansi Internasional (Global Corruption Report 2005, hal 159) saat ini 
masih meletakkan Indonesia dalam peringkat ke-133 di antara 146 negara terkorup 
di dunia. Sebanyak 20-30 persen bujet proyek menguap. Malahan, mereka mencatat, 
dalam penggantian tanah dan pemindahan penduduk, 50-80 persen anggaran menguap.

Bercermin dari situ, menurut saya, untuk memperbaiki moral umat dan bangsa 
Indonesia sebagai bangsa terkorup di dunia, salah satunya terletak di pundak 
mubalig Muhammadiyah dan NU. Para mubalig adalah dokter akhlak bangsa. 

Peran PP Muhammadiyah bukan hanya deklarasi-deklarasi. Tapi, yang penting 
adalah implementasi dan memotivasi kejujuran ulama serta birokrasi sebagai 
teladan. Mari renungkan dalam-dalam pada tiap individu, masyarakat, dan 
khususnya warga Muhammadiyah, apalagi petinggi PP Muhammadiyah, untuk segera 
menghisab diri sebelum dihisab pada muktamar ke-45 di Malang.

***

Sudah saatnya kita menganalisis track record seorang pemimpin supaya kita tidak 
salah pilih. Akhlak adalah ukuran pertama. Kasus skandal moral di negara maju 
akan menganvaskan calon pemimpin yang mencoba berlaga secara terbuka. Pemimpin 
ibarat orang yang tinggal di rumah kaca.

Kita melihat, rakyat kian hari makin muak dengan kekacauan serta ingar bingar 
politik yang membingungkan. Mereka muak (nausea kata Jean Paul Sartre, filosof 
Prancis) atas suguhan politik yang tidak ada sangkut pautnya dengan 
kesejahteraan dan ketertiban masyarakat serta bangsa.

Karena itu, umat Muhammadiyah, khususnya kaum muda Muhammadiyah, harus peka dan 
bergerak lebih cepat dalam merespons persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa 
dan umat. Kesadaran beragama serta kesadaran berbangsa sangat penting 
ditumbuhkan kembali dalam rangka menciptakan Muhammadiyah yang bersih.

Selain itu, kewibawaan kaum muda Muhammadiyah terletak pada kemampuan memainkan 
peran pada khitahnya sebagai bagian dari civil society. Kaum muda Muhammadiyah 
tak boleh mengabaikan problem sosial-politik di sekitarnya. 

Latar belakang berdirinya Muhammadiyah tidak bisa lepas dari keprihatinan KH 
Ahmad Dahlan terhadap kondisi sosial-politik pada masanya. Kolonialisme politik 
dan kultural mendorong lahirnya perlawanan kultural. 

Situasi sosial-politik yang penuh penindasan dan ketidakadilan tersebut, 
ditambah problem internal umat Islam dan bangsa Indonesia secara umum yang 
berupa kebodohan serta konservatisme dalam beragama, menjadi latar yang 
melandasi kiprah Muhammadiyah. 

Karena itu, kaum muda Muhammadiyah hendaknya tidak melulu berorientasi pada 
kekuasaan, melainkan fokus pada persoalan kemanusiaan serta peradaban. Hasrat 
untuk menyumbangkan kebajikan sosial kepada bangsa bisa dilakukan kaum muda 
Muhammadiyah melalui gerakan sosial, pendidikan, budaya, dan ekonomi. 



" Tarmizi Taher, rektor Universitas Islam Azzahra dan mantan menteri agama RI


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke